Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Dosen UNIMEN Raih Gelar Doktor di UNM, Kembangkan Model Konseling Cegah Bullying Berbasis Nilai Kemuhammadiyahan

×

Dosen UNIMEN Raih Gelar Doktor di UNM, Kembangkan Model Konseling Cegah Bullying Berbasis Nilai Kemuhammadiyahan

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Muliyadi, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (20/7/2026).

Dalam sidang promosi doktor yang berlangsung di Ruang AD 402 Pascasarjana UNM, Muliyadi mempresentasikan disertasi berjudul “Pengembangan Model Bimbingan Konseling Kelompok Berbasis Nilai Pendidikan Kemuhammadiyahan untuk Meningkatkan Kesadaran Perilaku Bullying Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang.”

Example 300x600

Penelitian tersebut menawarkan model bimbingan konseling kelompok yang mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai pendekatan dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap perilaku bullying di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut Muliyadi, fenomena perundungan masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi.

Ia menilai penanganan bullying tidak cukup hanya melalui penerapan aturan atau sanksi, tetapi perlu dibarengi dengan pembinaan karakter yang menyentuh aspek moral dan spiritual mahasiswa.

“Kasus bullying masih menjadi persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk di perguruan tinggi. Model bimbingan konseling kelompok ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa sekaligus mempersempit potensi terjadinya perilaku bullying,” ujar Muliyadi saat sidang promosi doktor.

Ia menjelaskan, model yang dikembangkan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam proses bimbingan konseling kelompok.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak memahami dampak negatif bullying, tetapi juga dibimbing untuk menumbuhkan empati, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan komitmen menciptakan lingkungan akademik yang aman serta saling menghargai.

Menurutnya, integrasi nilai-nilai keislaman dalam layanan bimbingan dan konseling menjadi pendekatan yang relevan untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Dinilai Berpotensi Diterapkan di Perguruan Tinggi

Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Abdullah Pandang selaku promotor dan Prof. Abdullah Sinring sebagai ko-promotor.

Keduanya menilai model yang dikembangkan memiliki potensi untuk diterapkan sebagai salah satu pendekatan dalam layanan bimbingan dan konseling guna mencegah praktik bullying di lingkungan pendidikan.

Sidang promosi doktor juga dihadiri tim penguji yang terdiri atas Dr. Sahril Buchari, Dr. Suciani Latif, Dr. Muhammad Akil Musi, dan Prof. Risma Niswaty sebagai penguji internal, serta Dr. Aliem Bahri sebagai penguji eksternal.

Rektor UNIMEN Beri Apresiasi

Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang, Dr. Syawal Sitonda, menyampaikan apresiasi atas capaian akademik Muliyadi.

Menurutnya, bertambahnya dosen bergelar doktor menjadi bagian dari strategi UNIMEN dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Selamat kepada Dr. Muliyadi atas capaian akademik ini. Bertambahnya dosen bergelar doktor menunjukkan komitmen UNIMEN dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi menuju perguruan tinggi yang unggul,” kata Syawal.

Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan dalam layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi maupun sekolah.

Dengan demikian, model yang dikembangkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari praktik bullying.

Doktor ke-25 UNIMEN

Dengan keberhasilan tersebut, Muliyadi tercatat sebagai doktor ke-25 yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Enrekang.

Bagi UNIMEN, capaian tersebut bukan hanya menambah jumlah dosen bergelar doktor, tetapi juga memperkuat budaya riset yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan nyata di masyarakat.

Penelitian mengenai pencegahan bullying melalui pendekatan bimbingan konseling berbasis nilai Kemuhammadiyahan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan karakter, khususnya di lingkungan perguruan tinggi dan sekolah, sehingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berempati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *