BERITASEMBILAN.Com-Makassa. Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Selatan akan menggelar penataran pelatih dan wasit se-Sulsel pada 21–23 Agustus 2026 di Makassar.
Kegiatan tersebut menargetkan 30 peserta pelatih dan 20 peserta wasit yang berasal dari utusan PODSI di 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.
Sekretaris Pengprov PODSI Sulsel, Drs. Suarman, M.Pd, mengatakan penataran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi sumber daya manusia dalam cabang olahraga dayung.
Hal itu disampaikannya dalam rapat panitia yang berlangsung di Sekretariat PODSI Sulsel, Jalan Metro Tanjung, Makassar, Senin (20/7/2026).
Menurut Suarman, penataran pelatih dan wasit dayung baru kembali dilaksanakan setelah sekitar 20 tahun.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mencari dan menyiapkan pelatih-pelatih muda, terutama dari kalangan mantan atlet, agar dapat diorbitkan menjadi pelatih. Dengan demikian, regenerasi pelatih dan wasit bisa berjalan,” kata Suarman.
Libatkan PB PODSI dan UNM
Dalam kegiatan tersebut, materi direncanakan akan dibawakan oleh pemateri dari Pengurus Besar PODSI, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar, serta Pengurus Provinsi PODSI Sulsel.
Suarman berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga memahami aturan pertandingan, metode kepelatihan, pembinaan atlet, dan standar perwasitan dalam olahraga dayung.
Melalui penataran tersebut, PODSI Sulsel juga menargetkan lahirnya wasit-wasit baru yang kelak mampu bertugas pada kejuaraan tingkat nasional hingga internasional.
“Harapan kami, dari kegiatan ini akan lahir wasit dayung berskala nasional dan internasional setelah melewati jenjang pendidikan dan pengalaman yang dipersyaratkan,” ujarnya.
Minta Dukungan KONI Daerah
Suarman berharap pengurus KONI kabupaten dan kota memberikan perhatian terhadap kegiatan tersebut dengan mengutus peserta dari daerah masing-masing.
Menurutnya, keberadaan pelatih dan wasit bersertifikat menjadi bagian penting dalam pembinaan cabang olahraga dayung di setiap daerah.
Apalagi, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi daerah untuk membawa kontingen cabang olahraga dayung ke Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan adalah memiliki wasit yang telah mengantongi sertifikat.
Karena itu, ia meminta PODSI dan KONI di tingkat kabupaten dan kota tidak melewatkan kesempatan mengikuti penataran berskala provinsi tersebut.
“Kami berharap KONI kabupaten dan kota memberi perhatian dan mendukung PODSI daerah untuk mengikutkan peserta. Sertifikat wasit menjadi salah satu persyaratan penting dalam keikutsertaan pada Porprov Sulsel,” katanya.
Dayung Konsisten Sumbang Medali PON
Suarman menambahkan, cabang olahraga dayung selama ini menjadi salah satu penyumbang medali bagi kontingen Sulawesi Selatan pada Pekan Olahraga Nasional.
Pada PON di Aceh, cabang olahraga dayung Sulsel berhasil meraih satu medali emas, empat perak, dan empat perunggu.
Capaian tersebut dinilai perlu ditopang dengan peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan pola pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Melalui penataran pelatih dan wasit 2026, PODSI Sulsel berharap pembinaan dayung di kabupaten dan kota semakin merata serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi pada tingkat nasional dan internasional.


















