BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ikhtiar membangun generasi muda yang berkarakter dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika terus dilakukan SMA Muhammadiyah 7 Makassar. Salah satunya melalui kunjungan edukatif ke Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka, Makassar, yang diikuti 46 siswa bersama 10 guru pendamping.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus penguatan nilai-nilai kehidupan bagi peserta didik agar memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, khususnya ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Kepala SMA Muhammadiyah 7 Makassar, Sabri, S.Pd., turut hadir mendampingi para siswa dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ilham Supiana, mengatakan pengalaman belajar secara langsung di Balai Rehabilitasi BNN diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh dibandingkan hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Melalui kunjungan lapangan ini, kami ingin siswa melihat secara langsung realitas yang terjadi akibat penyalahgunaan narkoba. Kami berharap pengalaman tersebut menjadi benteng bagi mereka untuk menjaga diri dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi, Manajer Program Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, Rizaldy, memaparkan berbagai dampak buruk penyalahgunaan narkoba, baik terhadap kesehatan fisik, mental, kehidupan sosial, maupun masa depan generasi muda.
Ia menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika, sehingga pemahaman sejak usia sekolah menjadi sangat penting.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka aktif berdialog, mengajukan pertanyaan, serta mencatat berbagai informasi yang disampaikan narasumber.
Usai sesi materi, peserta diajak meninjau berbagai fasilitas rehabilitasi yang dimiliki BNN Baddoka. Mereka memperoleh penjelasan mengenai proses rehabilitasi serta layanan pemulihan bagi penyalahguna narkotika.
Momen yang paling berkesan adalah ketika para siswa berkesempatan berdialog dengan salah seorang klien rehabilitasi. Dari pertemuan tersebut, mereka memperoleh pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta tidak ragu memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berjuang untuk pulih.
Sebagai tindak lanjut, sekolah juga menggelar diskusi kelompok setelah kunjungan. Para siswa diajak merefleksikan pengalaman yang diperoleh sekaligus merumuskan komitmen bersama untuk menjadi pelopor gerakan antinarkoba di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pendidikan Muhammadiyah yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak mulia, karakter yang kuat, serta kepedulian sosial.
Melalui pendidikan yang memadukan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan pengalaman nyata, SMA Muhammadiyah 7 Makassar berharap dapat melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkemajuan.***


















