BERITASEMBILAN.Com-Makassar. SMA Al-Muttaqiem Makassar terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka peluang bagi para lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pada tahun ajaran 2025/2026, sekolah yang beralamat di Jl Sultan Abdullah I, RT 8/RW 2, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, tersebut meluluskan sebanyak 61 siswa.
Sejumlah lulusan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Kepala SMA Al-Muttaqiem Makassar, Muhammad Rais Samad SPi, mengatakan salah satu prestasi yang paling membanggakan dalam tiga tahun terakhir adalah diterimanya lima lulusan sekolah tersebut di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
“Lima siswa yang berhasil melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah dan orang tua mereka,” kata Muhammad Rais Samad saat ditemui di Warkop Azzahra, Jl Abdullah Daeng Sirua, Makassar, Jumat (24/7/2026).
Menurut Rais, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembelajaran Bahasa Arab yang menjadi salah satu ciri khas SMA Al-Muttaqiem Makassar.
Mata pelajaran Bahasa Arab telah diberikan secara intensif kepada siswa kelas X dan XI selama tujuh tahun terakhir.
“Melalui pembelajaran Bahasa Arab, siswa memperoleh bekal untuk melanjutkan pendidikan, termasuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi Islam di luar negeri,” ujarnya.
Miliki 112 Siswa dan 11 Guru
SMA Al-Muttaqiem Makassar saat ini memiliki 112 peserta didik. Untuk penerimaan tahun ajaran baru 2026/2027, jumlah siswa baru yang telah mendaftar mencapai 25 orang.
Proses pembelajaran didukung 11 tenaga pendidik. Dari jumlah tersebut, delapan guru telah mengantongi sertifikat pendidik.
Para guru merupakan lulusan berbagai perguruan tinggi di Makassar, antara lain Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI), Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, dan Universitas Patompo.
Selain melaksanakan kegiatan pembelajaran, SMA Al-Muttaqiem juga menjadi lokasi praktik mengajar, praktik kerja lapangan, dan kegiatan akademik mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.
Perguruan tinggi yang selama ini bekerja sama dengan sekolah tersebut di antaranya Universitas Hasanuddin, UNM, UPRI, UIN Alauddin Makassar, dan Universitas Fajar.
Kembangkan Olahraga dan Pencegahan Narkoba
Selain pendidikan akademik dan keagamaan, siswa SMA Al-Muttaqiem Makassar diperkenalkan dengan berbagai kegiatan olahraga dan pengembangan bakat.
Kegiatan tersebut meliputi futsal, pencak silat, dan olahraga lari.
Sekolah juga memberikan sosialisasi kepada siswa mengenai bahaya narkotika, obat-obatan terlarang, serta dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.
Rais mengatakan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada nilai akademik. Sekolah juga harus membentuk karakter, kedisiplinan, kesehatan, dan kepedulian sosial siswa.
Jemput Siswa dengan Sistem Door to Door
Dalam penerimaan peserta didik baru, pengelola SMA Al-Muttaqiem Makassar menerapkan strategi kunjungan langsung atau door to door ke rumah calon siswa.
Guru dan pengelola sekolah bersilaturahmi dengan orang tua sekaligus memberikan penjelasan mengenai program pendidikan yang ditawarkan.
“Kami mendatangi rumah orang tua siswa. Selain bersilaturahmi, kami juga bisa melihat secara langsung kondisi sosial dan ekonomi keluarga calon peserta didik,” kata Rais.
Pendekatan tersebut dilakukan agar pihak sekolah dapat memahami kebutuhan siswa dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua sejak awal.
Dirintis Sejak 2010
Muhammad Rais Samad lahir di Makassar pada 30 Juli 1969. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Balik Diwa Makassar tahun 2009.
Rais memulai karier sebagai guru di SMP Cokroaminoto, Jl Barawaja, Makassar, pada 1997.
Sejak 2010, ia mulai merintis pendirian SMA Al-Muttaqiem Makassar dan terus mengembangkan sekolah tersebut hingga memiliki ratusan peserta didik dan meluluskan siswa yang melanjutkan pendidikan ke dalam maupun luar negeri.
Selain aktif dalam dunia pendidikan, Rais juga terlibat dalam sejumlah organisasi.
Ia pernah dan sedang mengemban amanah sebagai Ketua Forum Peduli Sekolah Swasta Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Dewan Penasihat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Swasta Kota Makassar, serta Ketua Musyawarah Kepala Sekolah SMA Swasta Sulawesi Selatan.
Rais juga menjabat Ketua Wilayah Majelis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia Sulawesi Selatan, Ketua Syarikat Sarjana Muslim Indonesia Sulawesi Selatan, Ketua Kwartir Daerah Pandu SIAP Sulawesi Selatan, serta Panglima Wilayah Pertahanan Ideologi Syarikat Islam Indonesia (Perisai) Sulawesi Selatan.***


















