BERITASEMBILAN.Com-Bali. Sebanyak 37 guru yang tergabung dalam Bone Choir PGRI Kabupaten Bone akan mewakili Sulawesi Selatan pada ajang 15th Bali International Choir Festival (BICF) 2026 yang digelar di Dharma Negara Alaya, Denpasar, Bali, pada 26–30 Juli 2026.
Bone Choir akan tampil pada kategori Folksong, bersaing dengan kelompok paduan suara dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, Spanyol, Swedia, Afrika Selatan, Singapura, dan sejumlah negara lainnya.
Ketua Bidang Pengembangan Seni Budaya PGRI Kabupaten Bone, Yandi Pratama, mengatakan keikutsertaan Bone Choir menjadi momentum penting bagi guru-guru Bone untuk menunjukkan kualitas seni sekaligus membawa nama baik Sulawesi Selatan dan Indonesia di tingkat internasional.
“Bone Choir merupakan representasi guru-guru PGRI Kabupaten Bone yang akan tampil pada kategori Folksong. Ini menjadi kebanggaan karena kami dipercaya mewakili Sulawesi Selatan dan Indonesia pada festival paduan suara internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara,” ujar Yandi kepada media dari Bali, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, persiapan menuju festival tersebut telah dilakukan sejak September 2025. Setelah melalui berbagai tahapan administrasi dan seleksi, Bone Choir resmi terdaftar sebagai peserta pada akhir Oktober 2025.
Selama hampir satu tahun, para anggota menjalani latihan secara intensif untuk mematangkan teknik vokal, harmonisasi, interpretasi lagu, hingga penampilan panggung.
“Persiapan kami cukup panjang. Hampir setahun para guru berlatih secara rutin agar mampu memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri internasional,” katanya.
Yandi menjelaskan, kategori Folksong yang diikuti Bone Choir menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan lagu-lagu daerah Indonesia kepada masyarakat internasional melalui seni paduan suara.
Selain mengejar prestasi, kontingen PGRI Bone juga membawa misi memperkenalkan budaya Nusantara sekaligus menunjukkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga mampu berprestasi di bidang seni budaya.
Festival yang berlangsung selama lima hari itu akan mempertemukan ratusan penyanyi dari berbagai negara dalam ajang kompetisi sekaligus menjadi ruang pertukaran budaya dan persahabatan antarbangsa melalui musik.
PGRI Kabupaten Bone berharap keikutsertaan Bone Choir dapat mengharumkan nama Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan Indonesia di panggung internasional serta menjadi inspirasi bagi para guru untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi seni di tengah tugas mereka sebagai pendidik.
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan agar Bone Choir dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi untuk Indonesia,” tutup Yandi.


















