Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

SMA Al-Muttaqiem Makassar Jadi Lokasi Praktik Lapangan Mahasiswa Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

×

SMA Al-Muttaqiem Makassar Jadi Lokasi Praktik Lapangan Mahasiswa Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. SMA Al-Muttaqiem Makassar menjadi salah satu sekolah yang rutin menerima mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk melaksanakan praktik mengajar, praktik kerja lapangan, dan kegiatan akademik lainnya.

Perguruan tinggi yang selama ini mengirimkan mahasiswa ke sekolah tersebut antara lain Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI), Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, serta Universitas Fajar (Unifa).

Example 300x600

Kepala SMA Al-Muttaqiem Makassar, Muhammad Rais Samad SPi, mengatakan kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut mendukung pengembangan kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Sekolah kami sudah beberapa kali menjadi tempat praktik mengajar, praktik lapangan, dan kegiatan akademik mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar,” kata Muhammad Rais Samad kepada media di Warkop Azzahra, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar, Jumat (24/7/2026).

Menurut Rais, kegiatan praktik lapangan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun sekolah. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi peserta didik, mengelola kelas, serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Sementara itu, sekolah memperoleh tambahan wawasan, metode pembelajaran, dan interaksi akademik dari mahasiswa serta dosen pembimbing lapangan.

Rais berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam bentuk praktik mengajar, tetapi juga pelatihan guru, pendampingan peserta didik, penelitian pendidikan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Didukung 11 Tenaga Pendidik

SMA Al-Muttaqiem Makassar beralamat di Jalan Sultan Abdullah I, RT 8/RW 2, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Sekolah tersebut saat ini memiliki 112 peserta didik dan didukung 11 tenaga pendidik. Dari jumlah tersebut, delapan guru telah memperoleh sertifikat pendidik.

Para guru merupakan lulusan sejumlah perguruan tinggi, antara lain UNM, UPRI, UIN Alauddin Makassar, dan Universitas Patompo.

Pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027, jumlah siswa baru yang telah mendaftar mencapai 25 orang.

Dalam menjaring peserta didik baru, pihak sekolah menerapkan pendekatan langsung dengan mendatangi rumah-rumah calon siswa.

“Kami melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk bersilaturahmi dengan orang tua sekaligus melihat secara langsung kondisi sosial dan ekonomi keluarga calon peserta didik,” ujar Rais.

Lima Alumni Kuliah di Al-Azhar Kairo

Selain menjadi lokasi praktik lapangan mahasiswa, SMA Al-Muttaqiem Makassar juga mencatat prestasi dalam mengantarkan lulusannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak lima alumni sekolah tersebut diterima kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Keberhasilan tersebut, menurut Rais, tidak terlepas dari pembelajaran Bahasa Arab yang menjadi salah satu ciri khas sekolah.

Mata pelajaran Bahasa Arab telah diberikan kepada siswa kelas X dan XI selama sekitar tujuh tahun terakhir.

“Pembelajaran Bahasa Arab menjadi bekal bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Islam, termasuk Universitas Al-Azhar Kairo,” katanya.

Pada tahun ajaran 2025/2026, SMA Al-Muttaqiem Makassar meluluskan sebanyak 61 siswa. Sejumlah lulusan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Sekolah juga mengembangkan kegiatan nonakademik, seperti futsal, pencak silat, olahraga lari, serta sosialisasi mengenai bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang.

Rais menambahkan, pendidikan di sekolah tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kesehatan, dan kepedulian sosial peserta didik.

Muhammad Rais Samad mulai merintis pendirian SMA Al-Muttaqiem Makassar sejak 2010. Sebelumnya, ia mengawali karier sebagai guru di SMP Cokroaminoto Makassar pada 1997.

Selain aktif di bidang pendidikan, Rais juga terlibat dalam sejumlah organisasi pendidikan dan kemasyarakatan di Sulawesi Selatan.

Alternatif judul:

 

 

 

 

 

SMA Al-Muttaqiem Makassar terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka peluang bagi para lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pada tahun ajaran 2025/2026, sekolah yang beralamat di Jl Sultan Abdullah I, RT 8/RW 2, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, tersebut meluluskan sebanyak 61 siswa.

Sejumlah lulusan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Kepala SMA Al-Muttaqiem Makassar, Muhammad Rais Samad SPi, mengatakan salah satu prestasi yang paling membanggakan dalam tiga tahun terakhir adalah diterimanya lima lulusan sekolah tersebut di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

“Lima siswa yang berhasil melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah dan orang tua mereka,” kata Muhammad Rais Samad saat ditemui di Warkop Azzahra, Jl Abdullah Daeng Sirua, Makassar, Jumat (24/7/2026).

Menurut Rais, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembelajaran Bahasa Arab yang menjadi salah satu ciri khas SMA Al-Muttaqiem Makassar.

Mata pelajaran Bahasa Arab telah diberikan secara intensif kepada siswa kelas X dan XI selama tujuh tahun terakhir.

“Melalui pembelajaran Bahasa Arab, siswa memperoleh bekal untuk melanjutkan pendidikan, termasuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi Islam di luar negeri,” ujarnya.

Miliki 112 Siswa dan 11 Guru

SMA Al-Muttaqiem Makassar saat ini memiliki 112 peserta didik. Untuk penerimaan tahun ajaran baru 2026/2027, jumlah siswa baru yang telah mendaftar mencapai 25 orang.

Proses pembelajaran didukung 11 tenaga pendidik. Dari jumlah tersebut, delapan guru telah mengantongi sertifikat pendidik.

Para guru merupakan lulusan berbagai perguruan tinggi di Makassar, antara lain Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI), Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, dan Universitas Patompo.

Selain melaksanakan kegiatan pembelajaran, SMA Al-Muttaqiem juga menjadi lokasi praktik mengajar, praktik kerja lapangan, dan kegiatan akademik mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Perguruan tinggi yang selama ini bekerja sama dengan sekolah tersebut di antaranya Universitas Hasanuddin, UNM, UPRI, UIN Alauddin Makassar, dan Universitas Fajar.

Kembangkan Olahraga dan Pencegahan Narkoba

Selain pendidikan akademik dan keagamaan, siswa SMA Al-Muttaqiem Makassar diperkenalkan dengan berbagai kegiatan olahraga dan pengembangan bakat.

Kegiatan tersebut meliputi futsal, pencak silat, dan olahraga lari.

Sekolah juga memberikan sosialisasi kepada siswa mengenai bahaya narkotika, obat-obatan terlarang, serta dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.

Rais mengatakan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada nilai akademik. Sekolah juga harus membentuk karakter, kedisiplinan, kesehatan, dan kepedulian sosial siswa.

Jemput Siswa dengan Sistem Door to Door

Dalam penerimaan peserta didik baru, pengelola SMA Al-Muttaqiem Makassar menerapkan strategi kunjungan langsung atau door to door ke rumah calon siswa.

Guru dan pengelola sekolah bersilaturahmi dengan orang tua sekaligus memberikan penjelasan mengenai program pendidikan yang ditawarkan.

“Kami mendatangi rumah orang tua siswa. Selain bersilaturahmi, kami juga bisa melihat secara langsung kondisi sosial dan ekonomi keluarga calon peserta didik,” kata Rais.

Pendekatan tersebut dilakukan agar pihak sekolah dapat memahami kebutuhan siswa dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua sejak awal.

Dirintis Sejak 2010

Muhammad Rais Samad lahir di Makassar pada 30 Juli 1969. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Balik Diwa Makassar tahun 2009.

Rais memulai karier sebagai guru di SMP Cokroaminoto, Jl Barawaja, Makassar, pada 1997.

Sejak 2010, ia mulai merintis pendirian SMA Al-Muttaqiem Makassar dan terus mengembangkan sekolah tersebut hingga memiliki ratusan peserta didik dan meluluskan siswa yang melanjutkan pendidikan ke dalam maupun luar negeri.

Selain aktif dalam dunia pendidikan, Rais juga terlibat dalam sejumlah organisasi.

Ia pernah dan sedang mengemban amanah sebagai Ketua Forum Peduli Sekolah Swasta Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Dewan Penasihat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Swasta Kota Makassar, serta Ketua Musyawarah Kepala Sekolah SMA Swasta Sulawesi Selatan.

Rais juga menjabat Ketua Wilayah Majelis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia Sulawesi Selatan, Ketua Syarikat Sarjana Muslim Indonesia Sulawesi Selatan, Ketua Kwartir Daerah Pandu SIAP Sulawesi Selatan, serta Panglima Wilayah Pertahanan Ideologi Syarikat Islam Indonesia (Perisai) Sulawesi Selatan.***

 

 

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *