BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperkuat edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan kepada generasi muda.
Kali ini, SWSC Unismuh Makassar menerima peserta Macca Student Visit dalam kegiatan kunjungan edukatif yang difasilitasi Lembaga Pengembangan Bahasa, Kerjasama dan Urusan Internasional (LPBKUI) Unismuh Makassar.
Peserta diajak mengenal secara langsung konsep waste management atau pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan dan dikembangkan di lingkungan kampus.
Mulai dari pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah organik, pengelolaan Bank Sampah, hingga pemanfaatan kembali sampah anorganik melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Kepala Pusat Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Unismuh Makassar, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi lingkungan, khususnya kepada generasi muda.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan atau menyediakan tempat pembuangan.
Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Setiap individu memiliki peran penting dalam memilah, mengurangi, dan memanfaatkan kembali sampah agar tidak menjadi beban lingkungan,” kata Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si.
Peserta Lihat Langsung Pengelolaan Sampah
Dalam kunjungan tersebut, peserta Macca Student Visit tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep pengelolaan sampah.
Mereka juga diajak melihat secara langsung fasilitas dan berbagai aktivitas yang dikembangkan SWSC Unismuh Makassar.
Peserta diperkenalkan dengan sistem pemilahan sampah berdasarkan jenisnya serta pengelolaan Bank Sampah.
Selain itu, mereka melihat bagaimana sampah organik dapat diolah menjadi kompos serta mengenal berbagai inovasi pemanfaatan limbah agar memiliki nilai guna.
Menurut Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., edukasi langsung menjadi penting karena peserta dapat melihat bahwa sampah yang selama ini dianggap sebagai barang tidak berguna sebenarnya masih dapat dimanfaatkan jika dikelola dengan tepat.
Pendekatan tersebut sekaligus memperkenalkan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) sebagai kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kesadaran itu harus dibangun sejak awal. Ketika pemilahan sudah dilakukan dari sumbernya, proses pengelolaan berikutnya akan menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Dorong Ekonomi Sirkular
SWSC Unismuh Makassar juga memperkenalkan kepada peserta konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah.
Melalui konsep tersebut, sampah tidak selalu berakhir di tempat pembuangan akhir.
Material yang masih memiliki nilai dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau diolah menjadi produk lain yang bermanfaat.
Keberadaan SWSC sekaligus menjadi bagian dari upaya Unismuh Makassar membangun budaya kampus hijau dengan melibatkan sivitas akademika dalam pengelolaan lingkungan.
Edukasi kepada mahasiswa dan peserta kunjungan diharapkan dapat melahirkan kebiasaan baru dalam memperlakukan sampah.
LPBKUI Kenalkan Inovasi Unismuh
Kepala Lembaga Pengembangan Bahasa, Kerjasama dan Urusan Internasional (LPBKUI) Unismuh Makassar, Dr. Maharida, S.Pd., M.Pd., mengatakan Macca Student Visit tidak hanya menjadi kesempatan bagi peserta mengenal aktivitas akademik Unismuh Makassar.
Program tersebut juga menjadi ruang memperkenalkan berbagai inovasi yang dikembangkan universitas.
Salah satunya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui SWSC.
“Melalui program Macca Student Visit, kami berharap peserta tidak hanya mengenal Unismuh Makassar sebagai institusi pendidikan, tetapi juga melihat berbagai inovasi yang dikembangkan kampus, termasuk dalam bidang lingkungan dan keberlanjutan,” kata Dr. Maharida, S.Pd., M.Pd.
Menurutnya, kolaborasi antarunit di lingkungan Unismuh Makassar penting untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas kepada peserta.
Kegiatan kunjungan tidak hanya diarahkan pada pertukaran pengetahuan secara akademik, tetapi juga mengenalkan praktik-praktik baik yang dapat diterapkan kembali oleh peserta di lingkungan masing-masing.
Dari Sampah Menjadi Sumber Daya
Melalui kunjungan ke SWSC, peserta diharapkan mendapatkan perspektif baru bahwa persoalan sampah berkaitan erat dengan perilaku manusia.
Sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat.
Kolaborasi SWSC dan LPBKUI melalui Macca Student Visit juga menjadi bagian dari komitmen Unismuh Makassar dalam mengembangkan kampus yang berorientasi pada keberlanjutan.
Dr. Fatmawati berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti selama kunjungan.
Praktik sederhana seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah sejak dari sumber, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang material dapat dimulai dari lingkungan masing-masing.
Melalui edukasi dan inovasi tersebut, SWSC Unismuh Makassar ingin membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.


















