Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Tim PKM LP3M Unismuh Makassar Latih Ibu-Ibu PKK Jeneponto Olah Daun Kelor Jadi Peluang Usaha

×

Tim PKM LP3M Unismuh Makassar Latih Ibu-Ibu PKK Jeneponto Olah Daun Kelor Jadi Peluang Usaha

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Jeneponto. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LP3M Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendorong ibu-ibu PKK di Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, mengembangkan potensi daun kelor menjadi produk bernilai ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Ibu PKK melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Daun Kelor di Desa Pappalluang Kabupaten Jeneponto”, Ahad (9/8/2026).

Example 300x600

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang mudah ditemukan di lingkungan desa.

Tim PKM diketuai Dr. Burhanuddin, S.Sos., M.Si., dengan anggota Dr. Nadir, S.P., M.Si. dan Herman, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik Unismuh Makassar, yakni Amina dan Nurfadillah.

Kelor Tak Hanya untuk Sayur

Salah seorang anggota tim, Dr. Nadir, S.P., M.Si., membawakan materi bertajuk Potensi dan Peluang Pasar Tanaman Kelor (Moringa oleifera) sebagai Strategi Peningkatan Ekonomi Keluarga bagi Ibu-Ibu PKK.

Akademisi bidang pertanian tersebut mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap tanaman kelor.

Menurutnya, kelor tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan keluarga, tetapi berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual.

Sejumlah produk yang dapat dikembangkan antara lain teh daun kelor, bubuk kelor, kerupuk, stik, hingga kue dan makanan ringan.

Produk tersebut dapat diproduksi dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kelor memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Yang penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk mengolah potensi lokal tersebut menjadi peluang ekonomi,” kata Dr. Nadir.

Tak hanya pengolahan produk, ibu-ibu PKK juga mendapatkan pengetahuan mengenai peluang pasar, pengemasan, pelabelan, penentuan harga hingga strategi pemasaran.

Pemanfaatan media digital turut diperkenalkan sebagai salah satu cara memperluas pasar produk olahan kelor.

Dr. Nadir mendorong peserta memulai usaha secara bertahap dan membangun kerja sama kelompok.

Dengan cara tersebut, kelor diharapkan tidak hanya dikonsumsi keluarga, tetapi dapat menghasilkan nilai tambah bagi rumah tangga.

“Kita ingin mendorong masyarakat untuk melihat kelor bukan hanya sebagai tanaman, tetapi sebagai potensi pangan dan peluang usaha. Semangatnya adalah ‘Keluarga Sehat, Ekonomi Kuat, Bersama Tanaman Kelor’,” ujarnya.

Pemdes Pappalluang Berharap Lahir Produk Unggulan

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Desa Pappalluang.

Kaur Keuangan Desa Pappalluang, Abdul Malik Mustari, yang hadir mewakili Kepala Desa Pappalluang, Muhammad Said, mengapresiasi program pemberdayaan yang dilakukan tim Unismuh Makassar.

Menurutnya, pelatihan seperti ini dibutuhkan masyarakat karena memberikan pengetahuan praktis untuk mengembangkan sumber daya yang tersedia di desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru kepada ibu-ibu PKK tentang bagaimana potensi kelor yang ada di sekitar kita dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah,” kata Abdul Malik Mustari.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Ibu-ibu PKK diharapkan mulai mencoba mengembangkan produk secara bersama sehingga pada masa mendatang dapat muncul produk unggulan desa.

“Kami berharap ibu-ibu PKK dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh hari ini dan mengembangkannya secara bersama-sama. Mudah-mudahan ke depan dapat lahir produk unggulan dari Desa Pappalluang yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.

Dorong Ekonomi Keluarga

Selain pemaparan materi, peserta mengikuti pelatihan diversifikasi olahan daun kelor.

Peserta diperkenalkan dengan pengembangan kelor menjadi berbagai produk pangan, termasuk kue kering dan makanan ringan yang berpeluang dipasarkan sebagai produk usaha rumah tangga.

Keterlibatan mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik Unismuh Makassar juga menjadi bagian dari pembelajaran langsung di tengah masyarakat.

Tim PKM berharap kegiatan tersebut dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sumber daya lokal.

Potensi yang selama ini tersedia di sekitar rumah dapat dikembangkan menjadi produk apabila dipadukan dengan pengetahuan, kreativitas, teknologi, dan kemampuan pemasaran.

Dr. Burhanuddin, S.Sos., M.Si. bersama tim berharap pelatihan tidak berakhir sebatas kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal lahirnya aktivitas ekonomi produktif berbasis kelor di Desa Pappalluang.

Prinsip yang dibangun dalam program tersebut yakni, dari potensi lokal lahir kreativitas, dari kreativitas lahir produk, dari produk lahir peluang, dan dari peluang lahir kesejahteraan.

Didukung Hibah Kemdiktisaintek

Pelaksanaan PKM tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat.

Tim juga mengapresiasi LP3M Unismuh Makassar atas fasilitasi dan pendampingan dalam pelaksanaan program.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Pemerintah Desa Pappalluang, Kepala Desa Muhammad Said, Bendahara Desa Abdul Malik Mustari, ibu-ibu PKK, serta masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat berlanjut.

Targetnya, kelor tidak lagi hanya menjadi tanaman yang tumbuh di lingkungan masyarakat, tetapi berkembang menjadi produk pangan lokal dan peluang usaha yang ikut memperkuat ekonomi keluarga di Desa Pappalluang, Jeneponto.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *