Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Rektor UNKRIT Dr I Ketut Yakobus  Serahkan Dua Buku Karya Akademik ke Perpustakaan, Terbit 2026 dan Telah Miliki HAKI

×

Rektor UNKRIT Dr I Ketut Yakobus  Serahkan Dua Buku Karya Akademik ke Perpustakaan, Terbit 2026 dan Telah Miliki HAKI

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Kristen Tentena (UNKRIT) terus mendorong penguatan budaya akademik dan literasi di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor UNKRIT, Dr. I Ketut Yakobus, S.Th., M.Si., menyerahkan dua buku chapter hasil karya akademik kepada Perpustakaan UNKRIT untuk menambah koleksi referensi bagi mahasiswa dan dosen.

Example 300x600

Kedua buku tersebut masing-masing berjudul “Sosiologi Komunikasi: Gagasan Sembilan Tokoh Klasik hingga Era Digital” dan “Sosiologi Kontemporer: Globalisasi, Teknologi, dan Identitas Sosial.”

Kepada media, Kamis (13/8/2026), Dr. I Ketut Yakobus, S.Th., M.Si., mengatakan kedua buku tersebut merupakan karya kolaboratif yang ditulis bersama sejumlah akademisi dan diterbitkan sepanjang 2026 oleh CV Eureka Media Aksara.

Menurutnya, penyerahan buku kepada perpustakaan bukan sekadar menambah jumlah koleksi, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya akademik yang dapat dimanfaatkan langsung dalam proses pembelajaran dan penelitian.

“Buku yang dihasilkan dosen dan akademisi harus kembali ke lingkungan akademik. Karena itu, kami menyerahkan buku ini kepada perpustakaan agar dapat dibaca dan dimanfaatkan mahasiswa, dosen, maupun seluruh sivitas akademika UNKRIT,” kata Dr. I Ketut Yakobus, S.Th., M.Si.

Bahas Sosiologi dari Tokoh Klasik hingga Era Digital

Buku pertama, Sosiologi Komunikasi: Gagasan Sembilan Tokoh Klasik hingga Era Digital, memiliki ISBN 978-634-271-523-9 dengan ketebalan 296 halaman.

Buku tersebut membahas perkembangan pemikiran sosiologi komunikasi melalui gagasan sembilan tokoh klasik yang kemudian dikontekstualisasikan dengan perubahan masyarakat dan komunikasi pada era digital.

Dr. I Ketut Yakobus mengatakan perubahan teknologi komunikasi telah membawa konsekuensi besar terhadap kehidupan sosial. Cara masyarakat berinteraksi, membangun relasi, memperoleh informasi, hingga membentuk opini mengalami perubahan seiring berkembangnya media digital.

Karena itu, kajian sosiologi komunikasi dinilai semakin relevan untuk membantu mahasiswa memahami hubungan antara perkembangan teknologi komunikasi dan perubahan masyarakat.

“Pemikiran para tokoh klasik tetap penting sebagai fondasi. Tetapi mahasiswa juga harus mampu melihat bagaimana teori-teori tersebut digunakan untuk membaca realitas masyarakat digital saat ini,” ujarnya.

Sosiologi Kontemporer Setebal 412 Halaman

Buku kedua berjudul Sosiologi Kontemporer: Globalisasi, Teknologi, dan Identitas Sosial.

Buku dengan ISBN 978-634-271-895-7 tersebut memiliki ketebalan 412 halaman dan membahas berbagai dinamika masyarakat kontemporer.

Pembahasannya mencakup perubahan sosial akibat globalisasi, perkembangan teknologi, serta dinamika identitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat modern.

Menurut Dr. I Ketut Yakobus, S.Th., M.Si., globalisasi dan teknologi telah menghadirkan perubahan sosial yang semakin kompleks. Perguruan tinggi karena itu membutuhkan literatur yang mampu membantu mahasiswa melihat fenomena tersebut tidak hanya sebagai peristiwa sehari-hari, tetapi sebagai persoalan yang dapat dianalisis secara akademik.

“Perubahan masyarakat berlangsung sangat cepat. Teknologi mengubah cara orang bekerja, berkomunikasi dan membangun identitas. Perguruan tinggi harus hadir dengan kajian akademik yang dapat membantu mahasiswa memahami perubahan tersebut secara kritis,” katanya.

Kedua Buku Telah Memiliki HAKI

Selain memiliki ISBN, kedua buku tersebut juga telah terdaftar dan memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Dr. I Ketut Yakobus menilai perlindungan terhadap karya intelektual penting dalam membangun budaya akademik di perguruan tinggi.

Dosen, menurutnya, tidak hanya memiliki tanggung jawab melaksanakan pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga dituntut terus menghasilkan karya melalui penelitian, publikasi ilmiah, buku ajar maupun buku referensi.

Kehadiran karya akademik juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas dosen sekaligus memperkuat sumber pembelajaran bagi mahasiswa.

Ia berharap lahirnya dua buku tersebut dapat memotivasi dosen UNKRIT untuk semakin produktif menulis dan menghasilkan karya akademik.

“Kita ingin budaya menulis terus tumbuh. Pengetahuan yang dimiliki dosen jangan hanya disampaikan di ruang kuliah, tetapi juga perlu didokumentasikan dalam bentuk buku dan karya ilmiah sehingga manfaatnya dapat menjangkau pembaca yang lebih luas,” ujar Dr. I Ketut Yakobus, S.Th., M.Si.

Perpustakaan Jadi Pusat Literasi Akademik

Penyerahan kedua buku kepada Kepala Perpustakaan UNKRIT sekaligus menegaskan posisi perpustakaan sebagai salah satu pusat sumber belajar di lingkungan universitas.

Rektor berharap perpustakaan tidak hanya dipahami sebagai tempat menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi ruang literasi, diskusi, penelitian, dan pengembangan pengetahuan bagi mahasiswa serta dosen.

Bertambahnya koleksi karya akademik juga diharapkan memberikan lebih banyak pilihan referensi bagi mahasiswa, terutama dalam mendukung perkuliahan dan penelitian yang berkaitan dengan sosiologi, komunikasi, globalisasi, teknologi, serta perubahan sosial.

Dr. I Ketut Yakobus, S.Th., M.Si. berharap tradisi menyerahkan dan mendokumentasikan karya dosen di perpustakaan terus dikembangkan.

Menurutnya, produktivitas akademik dan penguatan perpustakaan merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membangun ekosistem perguruan tinggi.

“Semakin banyak karya akademik yang lahir dari lingkungan kampus dan dapat diakses melalui perpustakaan, semakin kuat pula budaya akademik yang kita bangun. Kami berharap mahasiswa juga semakin terdorong untuk membaca, berdiskusi, meneliti dan pada akhirnya menghasilkan karya,” katanya.

Kehadiran dua buku chapter yang diterbitkan pada 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya UNKRIT memperkuat tradisi literasi dan produktivitas intelektual, sekaligus mendorong karya akademik dosen agar memberi manfaat langsung bagi mahasiswa dan pengembangan ilmu pengetahuan.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *