BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.MedEd, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX.
Penunjukan tersebut berdasarkan Surat Perintah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 150/DST/M.A3/KP.10.00/2026, tertanggal 18 Agustus 2026.
Pada surat yang ditandatangani Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, Prof Budu diperintahkan menjalankan tugas sebagai Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX terhitung mulai 18 Agustus hingga 17 November 2026.
Penunjukan dilakukan menyusul lowongnya jabatan Kepala LLDIKTI Wilayah IX.
Pejabat Kepala LLDIKTI IX sebelumnya, Dr Andi Lukman, M.Si diberi amanah baru selaku, Kepala Biro Kepegawaian, Keuangan, dan Umum Universitas Negeri Manado.
Selama menjalankan tugas, Prof Budu diminta berkonsultasi dengan Sekretaris Jenderal dalam pengambilan keputusan yang bersifat mengikat.
Ia juga diperintahkan melaksanakan tugas dengan saksama dan penuh tanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada Sekretaris Jenderal.
Kehadiran Prof Budu sebagai Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX diharapkan memperkuat pelayanan dan pembinaan perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi swasta yang berada dalam wilayah kerjanya.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata
Prof Budu lahir di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, 31 Desember 1966.
Ia merupakan Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata Universitas Hasanuddin dan dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang pendidikan kedokteran, penelitian, pelayanan kesehatan, serta tata kelola perguruan tinggi.
Prof Budu menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin pada 1993.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktor atau Ph.D. di Faculty of Medicine, Toyama Medical and Pharmaceutical University, Jepang, dan lulus pada 2002.
Pendidikan spesialis mata diselesaikannya di Fakultas Kedokteran Unhas pada 2004.
Ia juga mengikuti fellowship training bidang penyakit dan bedah vitreoretina di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2004–2005.
Pada 2008, Prof Budu memperoleh kualifikasi konsultan spesialis mata bidang penyakit dan bedah vitreoretina dari Kolegium Oftalmologi Indonesia.
Selain itu, ia menempuh pendidikan Master in Medical Education di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada 2008–2012.
Memulai Pengabdian dari Puskesmas
Perjalanan karier Prof Budu dimulai sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap di Puskesmas Pattingalloang pada 1993–1996.
Ia kemudian menjadi dosen Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Unhas sejak 1995.
Di lingkungan Unhas, Prof Budu pernah dipercaya menjadi Ketua Medical Education Unit Fakultas Kedokteran pada 2005–2009 dan Ketua Bagian Pendidikan Kedokteran pada 2007–2009.
Pengalamannya tidak hanya terbatas di Universitas Hasanuddin.
Prof Budu pernah menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar pada 2008–2010.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Unhas pada 2010–2014.
Karier kepemimpinannya berlanjut ketika menjabat Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Internasional Universitas Hasanuddin pada 2014–2018.
Pada April 2018, ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Unhas. Selanjutnya, Prof Budu menjabat Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin sejak 2022.
Rekam jejak tersebut menjadi modal penting bagi Prof Budu dalam mengemban tugas sebagai Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX.
Aktif di Organisasi Kedokteran dan Muhammadiyah
Di luar kampus, Prof Budu aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan.
Ia pernah menjadi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi pada 2007–2016 serta asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan pada 2016–2019.
Prof Budu juga pernah menjabat Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia Pusat pada 2019–2022 dan Ketua Tim Pengarah Panitia Ujian Nasional Kompetensi Dokter pada periode yang sama.
Ketika pandemi melanda, ia dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Universitas Hasanuddin pada 2020–2022.
Prof Budu juga pernah menjadi Koordinator Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Bidang Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan pada 2018–2023.
Dalam organisasi Muhammadiyah, Prof Budu pernah aktif sebagai Ketua Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Kedokteran Unhas pada 1986–1988.
Ia kini tercatat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang membidangi kesehatan, kesejahteraan sosial, dan resiliensi bencana.
Prof Budu juga menjadi anggota Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Makassar serta pernah menjadi anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Di bidang profesi, Prof Budu dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia atau Perdami Pusat sejak 2022.
Berkiprah dalam Pemberantasan Kebutaan
Prof Budu memiliki perhatian besar terhadap pelayanan kesehatan mata dan pemberantasan kebutaan.
Dedikasinya mendapat pengakuan internasional melalui International Distinguished Service Award dari Asia-Pacific Academy of Ophthalmology di Bangkok, Thailand, pada 2019.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam upaya pemberantasan buta katarak di kawasan Indonesia Timur.
Pada Desember 2022, ia juga menerima penghargaan atas dedikasinya terhadap pemberantasan kebutaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Prof Budu memiliki rekam jejak panjang dalam penelitian dan publikasi ilmiah, terutama bidang kesehatan mata, retina, genetika penyakit mata, pendidikan kedokteran, dan ilmu biomedis.
Latar belakang sebagai akademisi, dokter spesialis, peneliti, asesor, dan pemimpin perguruan tinggi, Prof Budu kini mengemban tanggung jawab baru untuk memastikan pelayanan serta pembinaan perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX tetap berjalan optimal.***


















