BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mencatat capaian dalam penguatan mutu pendidikan dan kompetensi dosen.
Unismuh Makassar memperoleh rekomendasi sebagai penyelenggara Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Rekomendasi tersebut tertuang dalam Nomor 2623/DST/DT.04.01/2026 dan berlaku untuk periode 2026–2030.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., mengatakan capaian tersebut menjadi bagian penting dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme dosen.
“Alhamdulillah, Unismuh Makassar telah memperoleh rekomendasi sebagai penyelenggara PEKERTI/AA untuk periode 2026–2030. Ini tentu menjadi kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi Unismuh untuk menyelenggarakan program peningkatan kompetensi dosen secara berkualitas,” kata Prof Andis, sapaan akrabnya, saat ditemui di Makassar, Kamis (20/8/2026).
Perkuat Kompetensi Pedagogik Dosen
Prof Andis menjelaskan, PEKERTI dan AA memiliki posisi penting dalam pengembangan profesionalisme tenaga pendidik di perguruan tinggi.
Program tersebut menjadi ruang bagi dosen untuk meningkatkan kemampuan dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Menurutnya, tantangan pembelajaran terus berkembang seiring transformasi digital, perubahan karakteristik mahasiswa, serta semakin luasnya pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pendidikan tinggi.
Karena itu, peningkatan kompetensi dosen tidak cukup hanya bertumpu pada penguasaan disiplin ilmu masing-masing.
“Seorang dosen tentu harus menguasai bidang keilmuannya, tetapi juga harus memiliki kompetensi dalam mengelola pembelajaran. Bagaimana merancang pembelajaran, memilih strategi yang tepat, melakukan evaluasi, serta menciptakan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa menjadi sangat penting,” ujarnya.
Tak Hanya untuk Dosen Unismuh
Dengan rekomendasi sebagai penyelenggara PEKERTI/AA, Unismuh Makassar memiliki peluang semakin memperkuat perannya dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia pendidikan tinggi.
Prof Andis mengatakan, kepercayaan tersebut juga memiliki arti strategis karena Unismuh selama ini memiliki jejaring luas dengan perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta perguruan tinggi lainnya di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.
Karena itu, penyelenggaraan PEKERTI/AA diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan dosen di internal Unismuh Makassar, tetapi juga dapat menjadi ruang peningkatan kapasitas dosen dari perguruan tinggi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kepercayaan ini tentu ingin kami manfaatkan untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi peningkatan mutu dosen dan pembelajaran pendidikan tinggi,” kata Prof Andis.
Berlaku hingga 2030
Rekomendasi penyelenggaraan PEKERTI/AA yang diperoleh Unismuh Makassar berlaku pada periode 2026 hingga 2030.
Menurut Prof Andis, masa tersebut menjadi kesempatan bagi Unismuh untuk membangun penyelenggaraan program yang terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Ia menegaskan, rekomendasi tersebut bukan sekadar capaian administratif, melainkan amanah yang harus dijawab melalui kualitas penyelenggaraan.
“Yang terpenting setelah memperoleh rekomendasi adalah bagaimana kita menjaga kepercayaan itu. Pelaksanaan PEKERTI dan AA harus benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi dosen dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa,” tegasnya.
Capaian tersebut sekaligus melengkapi berbagai upaya Unismuh Makassar dalam memperkuat mutu institusi, pengembangan sumber daya manusia, serta kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Prof Andis berharap keberadaan Unismuh Makassar sebagai penyelenggara PEKERTI/AA dapat semakin memperkuat kontribusi kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Muara akhirnya adalah mutu pembelajaran. Ketika kompetensi dosen semakin baik, kita berharap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang semakin berkualitas dan pada akhirnya menghasilkan lulusan yang unggul serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” kata Prof Andis.


















