BERITASEMBILAN.Com-Gowa. Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membedah sebanyak 2.263 usulan program kerja dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun Akademik 2026-2027 yang berlangsung di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Selasa-Rabu (25-26/8/2026).
Ribuan usulan tersebut berasal dari berbagai unit di lingkungan Unismuh Makassar. Melalui Raker, program yang telah disusun akan dipertajam dan diselaraskan dengan arah strategis universitas.
Raker mengusung tema “Transformasi Teaching University Berdampak, Berkelanjutan dan Bereputasi Global” dan diikuti 304 peserta.
Peserta berasal dari Badan Pembina Harian (BPH), rektorat, pascasarjana, fakultas, program studi, badan, lembaga, direktorat, pusat, unit, hingga amal usaha di lingkungan Unismuh Makassar.
Pembukaan Raker di Aula Utama Malino Highlands diawali laporan Ketua Panitia Raker sekaligus Ketua Badan Perencanaan Unismuh Makassar, Prof. Dr. Nursalam, M.Si.
Raker dibuka Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU.
Hadir pula Ketua BPH Unismuh Makassar, Prof. Dr. Gagaring Pagalung, M.Si., Ak., CA., serta Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. Ir. H. Muhammad Syaiful Saleh, M.Si.
Akademik Terbanyak
Prof. Nursalam dalam laporannya mengungkapkan, sebanyak 2.263 usulan program kerja yang masuk terbagi dalam empat rumpun.
Bidang akademik tercatat paling banyak dengan 955 usulan, disusul bidang sumber daya sebanyak 553 usulan, kemahasiswaan 432 usulan, serta bidang perencanaan, sistem informasi, dan daya saing 323 usulan.
“Jumlah usulan program kerja itu sebanyak 2.263, yang terdiri dari bidang akademik sebanyak 955, bidang sumber daya sebanyak 553, bidang kemahasiswaan sebanyak 432, serta bidang perencanaan, sistem informasi dan daya saing sebanyak 323,” jelas Nursalam.
Menurutnya, banyaknya program tersebut menggambarkan dinamika pengembangan universitas. Namun, program yang diusulkan harus tetap diseleksi dan diselaraskan agar tidak terjadi tumpang tindih serta benar-benar mendukung prioritas institusi.
Transformasi menuju teaching university berdampak, lanjut Nursalam, juga mengandung makna bahwa aktivitas pendidikan dan akademik harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai penerima pembelajaran, tetapi juga disiapkan menjadi agen perubahan sosial. Demikian pula dosen dan institusi diharapkan mampu mengembangkan kegiatan akademik yang merespons kebutuhan masyarakat.
Dibahas Lima Komisi
Sebanyak 2.263 usulan tersebut selanjutnya dibedah melalui lima komisi.
Komisi I membahas Akademik dan Kerja Sama. Komisi II membahas Sumber Daya, Administrasi Umum, Keuangan, dan Aset. Komisi III membahas Al-Islam Kemuhammadiyahan, Kemahasiswaan, Alumni, dan Kaderisasi.
Sedangkan Komisi IV membahas Sistem Informasi, Penjaminan Mutu, Perencanaan, dan Daya Saing. Adapun Komisi V secara khusus membahas Kebijakan Universitas.
Pembahasan di tingkat komisi diarahkan untuk mengerucutkan ribuan usulan tersebut menjadi program prioritas yang realistis, terukur, dan dapat dievaluasi.
Raker Bukan Sekadar Rutinitas
Ketua BPH Unismuh Makassar, Prof. Dr. Gagaring Pagalung, M.Si., Ak., CA., mengingatkan agar pelaksanaan Raker tidak menjadi kegiatan administratif yang berulang setiap tahun tanpa memberikan perubahan berarti.
“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin,” tegas Gagaring.
Ia menggariskan tiga fondasi yang perlu menjadi perhatian Unismuh Makassar.
Pertama, penguatan tata kelola dan akuntabilitas finansial. Pertumbuhan universitas harus diikuti efisiensi anggaran, akuntabilitas, serta pengelolaan keuangan yang semakin baik.
Kedua, transformasi mutu dan internasionalisasi akademik. Unismuh perlu memperluas jejaring riset internasional, meningkatkan kualitas sumber daya dosen, serta mempertahankan dan meningkatkan mutu akreditasi.
Ketiga, penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Menurut Gagaring, kemajuan dan reputasi akademik harus tetap berpijak pada identitas Unismuh sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah.
Karena itu, lulusan yang dihasilkan tidak hanya diharapkan memiliki keunggulan intelektual, tetapi juga akhlak dan karakter kepemimpinan.
Kepemimpinan Adalah Amanah
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Sulsel, Dr. Ir. H. Muhammad Syaiful Saleh, M.Si., mengingatkan para peserta bahwa transformasi universitas pada akhirnya sangat bergantung pada orang-orang yang menjalankan program.
Ia menekankan bahwa jabatan tidak semata-mata merupakan posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Pesan tersebut dinilai penting di tengah upaya Unismuh mengejar peningkatan mutu, akreditasi, digitalisasi, serta reputasi global.
Transformasi universitas, dengan demikian, tidak hanya menyangkut program dan anggaran, tetapi juga membutuhkan integritas, kesungguhan, serta tanggung jawab para pimpinan dan pengelola unit.
Kerucutkan Program Prioritas
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., secara resmi membuka Raker setelah menyampaikan sambutan dan apresiasi kepada seluruh unsur yang mempersiapkan kegiatan.
Selama dua hari, peserta akan mengkaji usulan dari fakultas, program studi, badan, lembaga, direktorat, pusat, dan unit lainnya.
Hasil pembahasan komisi selanjutnya dibawa ke sidang pleno untuk disepakati menjadi bagian dari program kerja Unismuh Makassar Tahun Akademik 2026-2027.
Raker di Malino diharapkan mampu mengubah 2.263 usulan menjadi program-program prioritas, bukan sekadar daftar kegiatan.
Program yang dipilih dituntut memiliki indikator capaian yang jelas, memberi dampak, berkelanjutan, serta berkontribusi terhadap penguatan mutu dan daya saing universitas.***


















