BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Tamalanrea Makassar, Ilham Supiana, mendorong pemberdayaan ibu rumah tangga di Kelurahan Barombong, Kota Makassar.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga melalui pembentukan komunitas kelompok usaha.
Ilham Supiana mengatakan, pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi penting karena keluarga merupakan unit terkecil yang ikut menentukan ketahanan sosial masyarakat.
Menurutnya, ibu rumah tangga memiliki potensi besar untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif apabila mendapatkan keterampilan, pendampingan, serta akses terhadap jaringan usaha.
“Ketahanan sebuah kota berawal dari ketahanan ekonomi di tingkat rumah tangga. Ketika para ibu diberdayakan dengan keterampilan dan wadah yang tepat, mereka bukan hanya membantu dapur tetap ngebul, tetapi juga memperkokoh fondasi pendidikan dan kesejahteraan anak-anak mereka,” kata Ilham Supiana.
Ilham merupakan dosen STIKS Tamalanrea Makassar dan alumnus program magister Pascasarjana STKS Bandung.
Bentuk Komunitas Kelompok Usaha
Pemberdayaan dilakukan secara berkelanjutan dengan membentuk komunitas kelompok usaha bagi ibu-ibu di Kelurahan Barombong.
Komunitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai wadah pertemuan, tetapi berkembang menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan keterampilan dan membangun kegiatan ekonomi produktif.
Melalui kelompok tersebut, para ibu dapat saling bertukar pengalaman, mengembangkan produk, hingga membangun jaringan pemasaran.
Pendampingan juga diarahkan agar usaha yang dirintis dapat tumbuh dari skala rumah tangga menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi lebih besar.
Ilham menilai pendekatan berbasis kelompok penting agar proses pemberdayaan tidak hanya bergantung pada individu.
Dengan komunitas, para anggota dapat saling mendukung sekaligus membangun keberlanjutan usaha.
Gandeng Muhammadiyah, Aisyiyah hingga Dinas Koperasi
Program pemberdayaan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah unsur.
Di antaranya Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Kota Makassar, Majelis Ekonomi Aisyiyah Kota Makassar, Lembaga Ekonomi BKPRMI Kota Makassar, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar.
Ketua RT dan RW setempat juga dilibatkan untuk memperkuat pelaksanaan program di tingkat masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi kelompok usaha, terutama dalam pengembangan kapasitas, legalitas dan perizinan usaha, permodalan, hingga pemasaran produk.
Keterlibatan berbagai lembaga dinilai penting karena pemberdayaan ekonomi tidak cukup dilakukan hanya melalui pelatihan.
Kelompok yang telah dibentuk juga membutuhkan pendampingan agar mampu menjaga keberlanjutan usaha dan mengembangkan pasar.
Ibu Rumah Tangga Punya Potensi Ekonomi
Menurut Ilham, pemberdayaan ibu rumah tangga bukan semata-mata bertujuan menambah pendapatan keluarga.
Lebih jauh, kegiatan produktif dapat meningkatkan kemandirian dan kapasitas perempuan dalam menopang kesejahteraan keluarga.
Ketika ekonomi rumah tangga lebih kuat, keluarga memiliki kemampuan lebih baik dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, kesehatan, pangan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Karena itu, program di Barombong diarahkan untuk membangun kegiatan ekonomi yang dapat dijalankan dari lingkungan tempat tinggal dan disesuaikan dengan kemampuan serta potensi para anggota kelompok.
Diharapkan Jadi Pilot Project
Ketua RT dan RW setempat mengapresiasi keterlibatan akademisi dan sejumlah lembaga dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di Barombong.
Komunitas kelompok usaha tersebut diharapkan dapat berkembang dan menjadi pilot project pemberdayaan ekonomi keluarga yang nantinya dapat diterapkan di wilayah lain di Kota Makassar.
Bagi STIKS Tamalanrea Makassar, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat.
Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan pendidikan di ruang kelas, tetapi juga diharapkan hadir membantu masyarakat mengidentifikasi persoalan sosial dan mengembangkan alternatif penyelesaiannya.
Melalui pemberdayaan ibu rumah tangga di Barombong, Ilham berharap lahir kelompok usaha yang mandiri dan mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
Program tersebut juga diharapkan memperlihatkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dapat dimulai dari lingkup paling dekat, yakni keluarga dan lingkungan tempat tinggal.***


















