Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Ketua Yayasan PIKI Paulus Pdt. Yohanis Metris, M.Th: UKIP 63 Tahun Melayani dan Mendidik dengan Kasih

×

Ketua Yayasan PIKI Paulus Pdt. Yohanis Metris, M.Th: UKIP 63 Tahun Melayani dan Mendidik dengan Kasih

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua Yayasan PIKI Paulus, Pdt. Yohanis Metris, M.Th menegaskan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar akan terus menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas dan unggul dengan tetap mempertahankan nilai pelayanan serta pendidikan yang memanusiakan manusia.

Hal itu disampaikan Yohanis Metris kepada media di sela-sela Senam Gembira dan Fun Walk with UKIP, Sabtu (29/8/2026).

Example 300x600

Kegiatan yang dipusatkan di Kampus UKI Paulus Km 13, Daya, Makassar tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Dies Natalis ke-63 UKI Paulus.

Menurut Yohanis, perjalanan selama 63 tahun bukan sekadar catatan usia bagi UKI Paulus. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi bukti konsistensi kampus memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

“UKI Paulus sudah 63 tahun melayani dan mendidik dengan kasih. Dari tahun ke tahun, UKI Paulus terus hadir sebagai lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan dengan penuh kasih,” kata Pdt. Yohanis Metris.

Kampus Bukan Sekadar Tempat Kuliah

Yohanis mengatakan, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat mahasiswa datang untuk mengikuti kuliah dan memperoleh ijazah.

Kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh secara utuh.

Karena itu, proses pendidikan di UKI Paulus diarahkan tidak hanya pada pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan moral, karakter, dan spiritualitas mahasiswa.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi penting karena alumni nantinya akan memasuki dunia kerja dan hidup di tengah masyarakat dengan berbagai tantangan.

“Kampus UKI Paulus bukan tempat formalitas semata. Setiap mahasiswa selain bertumbuh dalam ilmu pengetahuan, juga mendapatkan pembinaan moral, karakter, dan spiritual,” ujarnya.

Memasuki usia ke-63, lanjut Yohanis, UKI Paulus juga dituntut terus meningkatkan kualitas agar alumninya mampu bersaing di berbagai bidang pekerjaan.

Alumni diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan nilai-nilai yang menjadi bekal ketika menjalankan profesinya.

“Di usia 63 tahun ini, UKI Paulus harus mampu mempersiapkan alumni yang dapat bersaing di setiap lapangan kerja di mana mereka berada,” katanya.

Bangun Suasana Kekeluargaan

Yohanis juga menekankan pentingnya mempertahankan suasana kekeluargaan di lingkungan UKI Paulus.

Menurutnya, kampus harus menjadi rumah bersama bagi seluruh unsur sivitas akademika.

Tidak boleh ada kelompok yang merasa tidak mendapatkan ruang, demikian pula tidak semestinya muncul perasaan lebih superior dibandingkan unsur lainnya.

“UKI Paulus harus menciptakan suasana kekeluargaan. Jangan ada yang merasa tidak terakomodasi dan jangan pula ada yang merasa superior,” tegasnya.

Suasana tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tenang dan nyaman bagi dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa.

Apresiasi Kepemimpinan Prof Agus Salim

Pada momentum Dies Natalis ke-63, Pdt. Yohanis Metris juga mengapresiasi perkembangan UKI Paulus di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H.

Menurutnya, sejumlah pengembangan akademik berhasil dilakukan selama kepemimpinan Prof Agus Salim.

Salah satu perkembangan yang dinilainya monumental adalah pembukaan program pendidikan kedokteran serta Program Doktor (S3) Ilmu Hukum.

Kehadiran program-program tersebut memperluas pilihan pendidikan sekaligus menjadi bagian dari perkembangan kelembagaan UKI Paulus.

Yohanis juga menilai Prof Agus mampu menghadirkan suasana kampus yang kondusif.

“Prof Agus mampu menghadirkan suasana ketenangan dan kenyamanan bagi para dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa,” katanya.

Menurut Yohanis, kondisi internal yang nyaman menjadi salah satu modal penting bagi perguruan tinggi untuk berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

Senam dan Fun Walk Bersama Warga

Sementara itu, rangkaian Dies Natalis ke-63 UKI Paulus pada Sabtu pagi dimeriahkan dengan Senam Gembira dan Fun Walk with UKIP.

Kegiatan melibatkan pimpinan universitas dan yayasan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta masyarakat sekitar Kampus UKI Paulus.

Rektor UKI Paulus, Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H., mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi upaya kampus semakin mendekatkan diri dengan lingkungan sekitar.

“Melibatkan warga sekitar kampus merupakan salah satu langkah untuk lebih mendekatkan dan mengakrabkan sivitas akademika UKI Paulus dengan masyarakat yang berada di sekitar kampus,” kata Prof Agus.

Panitia juga menyediakan sejumlah hadiah utama dan hadiah hiburan bagi peserta. Hadiah berasal dari dukungan sivitas akademika serta mitra yang selama ini menjalin kerja sama dengan UKI Paulus.

Nampak hadir pada acara itu  Ketua Yayasan PIKI Paulus Pdt. Yohanis Metris, M.Th. Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, S.T., M.T.Wakil Rektor II, Dr. Sita Yubelina Sabandar, S.E., M.M., Ak.

Wakil Rektor III Dr. Ir. Alpius, S.T., M.T. Wakil Rektor IV. Prof. Dr. Liberthin Palullungan, S.H., M.H. Sekretaris Universitas: Dr. Ir. Corvis L. Ranteterung, M.T.

UKI Paulus Mengabdi bagi Negeri

Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 UKI Paulus, Prof. Dr. Yoel Pasae, S.T., M.T., mengatakan peringatan tahun ini mengusung semangat “UKI Paulus Mengabdi bagi Negeri.”

Rangkaian Dies Natalis diisi berbagai kegiatan akademik, sosial, olahraga, seni, spiritualitas dan pengabdian kepada masyarakat.

Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sepanjang Agustus, antara lain pelayanan kesehatan gratis, seminar nasional, pertandingan olahraga, Pameran KKN Tematik, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), serta lomba musik gerejawi.

Puncak Dies Natalis ke-63 UKI Paulus dijadwalkan berlangsung Rabu, 2 September 2026, dirangkaikan dengan wisuda dan pelantikan mahasiswa baru.

Bagi Pdt. Yohanis Metris, momentum 63 tahun menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali identitas UKI Paulus sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik.

UKI Paulus, katanya, harus terus hadir sebagai lembaga pendidikan yang melayani, mendidik dengan kasih, membangun karakter dan memanusiakan manusia, sekaligus menghasilkan alumni yang mampu bersaing di tengah perubahan zaman. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *