BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Sebanyak 331 alumni Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar mengikuti yudisium di Gedung Lilin Kampus UKI Paulus, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 13, Daya, Makassar, Senin (31/8/2026).
Ratusan alumni tersebut berasal dari empat program magister, yakni Magister Manajemen, Magister Hukum, Magister Teknik Sipil, dan Magister Teknik Mesin.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Program Pascasarjana UKI Paulus, Prof Dr Ir Yoel Pasae ST MT, mengatakan peserta yudisium terbanyak berasal dari Magister Manajemen dengan 176 alumni.
Selanjutnya Magister Hukum sebanyak 77 alumni, Magister Teknik Sipil 68 alumni, serta Magister Teknik Mesin 10 alumni.
Total keseluruhan mencapai 331 alumni.
Keempat program magister tersebut memang menjadi program studi yang masuk dalam agenda resmi yudisium Pascasarjana UKI Paulus Semester Akhir 2025/2026.
Menurut Prof Yoel, sebagian besar peserta yudisium telah bekerja dan memiliki latar belakang profesi yang beragam.
Ada yang berprofesi sebagai guru, jaksa, anggota kepolisian, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, serta berbagai profesi lainnya.
Anggota DPR RI yang diyudisium itu adalah, Eva Stevany Rataba, SH,MH, dari Fraksi Partai NasDem, mewakili daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Selatan III. Sedangkan anggota DPRD Provinsi Sulsel adalah, Ir Yosia Rinto Kadang, ST, MT, juga dari Fraksi Partai Nasdem.
Mereka juga berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan dan berbagai wilayah di Kawasan Timur Indonesia.
Yudisium kali ini memiliki kesan tersendiri karena dilaksanakan di Gedung Lilin, Kampus Utama UKI Paulus di Daya.
Selama menempuh pendidikan magister, aktivitas akademik dan administrasi mahasiswa Pascasarjana lebih banyak berlangsung di Kampus Pascasarjana UKI Paulus, Jalan Cendrawasih No 65, Makassar. Lokasi kedua kampus tersebut juga tercantum dalam dokumen resmi Program Pascasarjana UKI Paulus.
Karena itu, menurut Prof Yoel, tidak tertutup kemungkinan ada peserta yudisium yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Gedung Lilin.
Yudisium berlangsung pukul 09.00 hingga 13.00 Wita dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan program studi, dosen Pascasarjana, tenaga akademik, serta seluruh calon alumni.
Rektor: Jangan Lupakan Ibu Kandung
Rektor UKI Paulus, Prof Dr Agus Salim SH MH, dalam sambutannya meminta para alumni tidak melupakan kampus setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurut Agus Salim, yudisium menjadi penanda bahwa para alumni segera meninggalkan rutinitas akademik di kampus dan kembali menjalankan aktivitas di tengah masyarakat.
Namun, berakhirnya proses pendidikan tidak berarti hubungan dengan almamater ikut berakhir.
“Jangan lupakan ibu kandung di mana pun berada, karena para alumni pernah berada di UKI Paulus dan menjalani proses akademik menjadi magister,” kata Agus Salim.
Ia mengajak para alumni tetap membangun komunikasi dan memiliki kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar UKI Paulus.
Alumni juga diharapkan mengambil peran dalam memperkenalkan almamater kepada masyarakat.
Mereka dapat menjadi salah satu corong informasi mengenai program studi dan perkembangan UKI Paulus kepada keluarga, rekan kerja, maupun masyarakat di daerah masing-masing.
Mahasiswa Baru Tembus 1.200 Lebih
Agus Salim mengatakan persaingan antarperguruan tinggi saat ini semakin ketat.
Perguruan tinggi juga berhadapan dengan perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta tuntutan peningkatan kualitas pendidikan.
Menurutnya, UKI Paulus terus berupaya menghadapi berbagai tantangan tersebut dengan mengembangkan institusi dan program pendidikan.
Salah satu indikatornya terlihat dari penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026.
Agus Salim menyebut jumlah mahasiswa baru yang berhasil dijaring mencapai lebih dari 1.200 orang pada berbagai jenjang pendidikan, mulai D4, S1, S2 hingga S3.
Capaian itu menjadi modal bagi UKI Paulus untuk terus memperkuat kualitas akademik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi tersebut.
UKI Paulus juga terus mengembangkan program studi untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia.
Beberapa program yang dikembangkan antara lain bidang kedokteran, Doktor Ilmu Hukum, Artificial Intelligence (AI), pendidikan, serta sejumlah bidang lainnya.
Khusus alumni Magister Hukum, Agus Salim membuka peluang untuk kembali ke almamater apabila ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor.
UKI Paulus kini telah membuka Program Doktor Ilmu Hukum.
“Bagi alumni Magister Hukum yang ingin melanjutkan studi S3 Ilmu Hukum, boleh kembali ke almamater,” ujarnya.
Bertepatan Momentum Dies Natalis ke-63
Yudisium Pascasarjana berlangsung di tengah rangkaian Dies Natalis ke-63 UKI Paulus.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan UKI Paulus dalam menghasilkan sumber daya manusia pada berbagai jenjang pendidikan.
Rangkaian yudisium diawali doa pembukaan, laporan Plt Direktur Program Pascasarjana, sambutan Rektor UKI Paulus, kemudian prosesi yudisium empat program magister.
Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, makan siang, dan hiburan. Susunan tersebut sesuai agenda resmi yudisium yang ditandatangani Prof Yoel Pasae pada 29 Agustus 2026.
Bagi 331 alumni, yudisium menjadi penanda berakhirnya satu tahapan akademik. Namun pihak universitas berharap hubungan alumni dengan UKI Paulus tetap terjaga.
Para alumni diharapkan tidak hanya membawa gelar magister ke tengah masyarakat, tetapi juga menjaga nama almamater serta ikut berkontribusi memperkuat jejaring UKI Paulus di berbagai daerah dan profesi.
Nampak hadir Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, S.T., M.T.Wakil Rektor II, Dr. Sita Yubelina Sabandar, S.E., M.M., Ak.
Wakil Rektor III Dr. Ir. Alpius, S.T., M.T. Wakil Rektor IV. Prof. Dr. Liberthin Palullungan, S.H., M.H. Sekretaris Universitas: Dr. Ir. Corvis L. Ranteterung, M.T. Para Ketua dan Sekretaris Prodi Magister Pascasarjana UKIP dan civitas akademika kampus lainnya. ***


















