Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Jelang Wisuda UKI Paulus, Luisito Hari Krisanto Ingatkan Lulusan Bangun Personal Branding

×

Jelang Wisuda UKI Paulus, Luisito Hari Krisanto Ingatkan Lulusan Bangun Personal Branding

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Menyandang gelar sarjana maupun magister belum menjadi jaminan seseorang mudah mendapatkan pekerjaan atau mengembangkan karier.

Persaingan dunia kerja semakin ketat. Perubahan teknologi, ekonomi hingga pola bisnis juga menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan lebih dari sekadar ijazah.

Example 300x600

Pesan tersebut disampaikan Luisito Hari Krisanto SE MM, praktisi profesional yang juga Vice President CT Corp Indonesia dan General Manager Trans Studio Makassar, saat memberikan pembekalan kepada calon wisudawan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar, Selasa (1/9/2026), di Hotel Dalton Makassar..

Luisito membawakan materi bagi calon wisudawan sebagai inovator, job creator, dan job seeker dalam rangkaian Pembinaan Spiritualitas Calon Wisudawan UKI Paulus di Hotel Dalton Makassar.

Sesuai agenda, sesi Luisito berlangsung pukul 08.10 hingga 09.00 Wita.

Di hadapan calon wisudawan, Luisito menekankan pentingnya lulusan membangun kompetensi sekaligus personal branding setelah meninggalkan bangku kuliah.

Lulusan, menurutnya, akan memasuki arena persaingan baru setelah wisuda.

Ada lulusan yang akan mencari pekerjaan, ada yang telah bekerja tetapi ingin mengembangkan karier, dan ada pula yang memilih membangun usaha sendiri.

Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan gelar akademik.

Mereka dituntut mampu menunjukkan kemampuan, karakter, kreativitas serta nilai yang membedakan dirinya dengan orang lain.

Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja

Luisito mendorong calon wisudawan UKI Paulus tidak hanya mempersiapkan diri menjadi pencari kerja atau job seeker.

Mereka juga harus berani mengambil posisi sebagai job creator atau pencipta lapangan kerja serta menjadi inovator di bidang masing-masing.

Perubahan ekonomi, geopolitik, lingkungan, demografi dan disrupsi teknologi, menurut materi yang disampaikan, telah membuat dunia kerja berubah dengan cepat.

Kondisi itu membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berinovasi, kreatif, berkomunikasi dan berkolaborasi, sekaligus memiliki kemampuan beradaptasi.

Transformasi pola pikir menjadi salah satu kunci menghadapi perubahan tersebut.

Lulusan juga perlu memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan kompleks, berpikir kritis, mengambil keputusan, memimpin, bernegosiasi, serta memiliki kecerdasan emosional.

Personal Branding Bukan Sekadar Terkenal

Salah satu penekanan Luisito kepada calon wisudawan adalah pentingnya membangun personal branding.

Personal branding bukan sekadar bagaimana seseorang menjadi terkenal.

Konsep tersebut berkaitan dengan bagaimana seseorang ingin dikenal, kompetensi apa yang dimiliki, serta alasan orang lain memberikan kepercayaan kepadanya.

Luisito menekankan tiga pilar dalam membangun personal branding, yakni clarity, consistency, dan credibility.

Clarity berarti seseorang harus memiliki kejelasan mengenai identitas profesional dan bidang yang ingin dikuasai.

Consistency berkaitan dengan kemampuan mempertahankan nilai, sikap, kualitas, dan pesan secara konsisten.

Sementara credibility menuntut reputasi dibangun berdasarkan bukti nyata, bukan sekadar klaim.

Dengan demikian, personal branding harus berjalan beriringan dengan kompetensi.

Bagi calon wisudawan, reputasi profesional dapat mulai dibangun melalui pengalaman, portofolio, prestasi, jaringan, karya, serta rekam jejak di bidang masing-masing.

Wisuda Bukan Akhir Belajar

Luisito juga mengingatkan calon wisudawan agar tidak berhenti mengembangkan diri setelah menerima ijazah.

Pilihan setelah wisuda dapat beragam.

Lulusan dapat melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, merintis bisnis, mengikuti kursus dan sertifikasi, memperluas jaringan profesional maupun memperkaya pengalaman kerja.

Bagi mereka yang memilih mencari pekerjaan, persiapan dapat dilakukan dengan memperbaiki CV, membangun portofolio, mengenali perusahaan yang dituju serta memanfaatkan jejaring dan platform profesional.

Sementara lulusan yang memilih jalur kewirausahaan dapat mulai membangun usaha berdasarkan kompetensi, peluang pasar dan persoalan yang dapat mereka selesaikan.

Selain hard skill, lulusan perlu memperkuat soft skill seperti komunikasi, manajemen waktu, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi dan bekerja bersama orang lain.

Luisito menempatkan skill, attitude, dan knowledge sebagai unsur penting dalam pengembangan karier.

Prestasi Alumni Ikut Bangun Nama Kampus

Luisito juga menghubungkan personal branding lulusan dengan corporate branding UKI Paulus.

Menurut materi yang dibawakannya, reputasi perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui aktivitas akademik di dalam kampus.

Pengabdian kepada masyarakat, inovasi, kolaborasi, serta visibilitas publik ikut menentukan citra sebuah universitas.

Di sisi lain, alumni memiliki posisi penting dalam membangun reputasi almamater.

Nama perguruan tinggi akan ikut melekat pada perjalanan profesional alumninya. Sebaliknya, integritas, prestasi, karya dan kontribusi alumni kepada masyarakat akan ikut mengangkat nama universitas.

Karena itu, tantangan calon wisudawan UKI Paulus setelah meninggalkan kampus bukan hanya bagaimana memperoleh pekerjaan.

Mereka juga dituntut membuktikan kualitas pendidikan yang telah diperoleh melalui karya dan kontribusi nyata.

Rektor Agus Salim Beri Pengarahan

Sebelum sesi Luisito, Rektor UKI Paulus Prof Dr Agus Salim SH MH memberikan pengarahan kepada calon wisudawan.

Agenda pengarahan rektor berlangsung pukul 08.00 hingga 08.10 Wita, setelah pengumuman panitia yang disampaikan Prof Dr Ir Yoel Pasae ST MT.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Selain pembekalan karier, calon wisudawan mengikuti sesi khusus Spiritualitas Calon Wisudawan bersama Pdt Calvein Remsi STh MTh pada pukul 09.00 hingga 09.30 Wita.

Setelah itu, peserta mengikuti gladi bersih selama dua jam, pukul 09.30 hingga 11.30 Wita, sebagai persiapan pelaksanaan wisuda akan digelar Selasa 2 September 2026 di Hotel Dalton Makassar.

Pembekalan tersebut menjadi pesan awal sebelum calon wisudawan meninggalkan kampus: gelar akademik merupakan modal, tetapi kompetensi, reputasi, kemampuan beradaptasi dan kontribusi akan menentukan perjalanan mereka setelah wisuda.

Saat ini yang jadi Ketua Yayasan PIKI Paulus Pdt. Yohanis Metris, M.Th. Rektor, Prof Dr. Agus Salim, SH,MH; Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, S.T., M.T.Wakil Rektor II, Dr. Sita Yubelina Sabandar, S.E., M.M., Ak.

Wakil Rektor III Dr. Ir. Alpius, S.T., M.T. Wakil Rektor IV. Prof. Dr. Liberthin Palullungan, S.H., M.H. Sekretaris Universitas: Dr. Ir. Corvis L. Ranteterung, M.T. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *