Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Siang ini, Dua Bersaudara Dikukuhkan Jadi Profesor UNM Bersamaan, Prof Syamsidah dan Prof Jusniar Putri Bulukumba

×

Siang ini, Dua Bersaudara Dikukuhkan Jadi Profesor UNM Bersamaan, Prof Syamsidah dan Prof Jusniar Putri Bulukumba

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Dua perempuan bersaudara asal  Bulukumba, Prof Dr Syamsidah MPd dan Prof Dr Jusniar SPd MPd, dikukuhkan sebagai profesor dalam sidang terbuka,  akan dilaksanakan Selasa siang ini, 1 September 2026 dalam Sidang Terbuka Pengukuhan Profesor Universitas Negeri Makassar (UNM) di Ruang Teater Lantai 3 Menara Pinis Kampus UNM Gunungsari Makassar.

Keduanya merupakan putri pasangan almarhum Puang Makkalalla dan Puang Darwiah, keluarga asal Bontotiro, Kabupaten Bulukumba.

Example 300x600

Prof Syamsidah merupakan anak ketujuh dari 10 bersaudara. Sementara Prof Jusniar adalah anak bungsu.

Prof Syamsidah dikukuhkan sebagai profesor bidang Sosiologi Keluarga, sedangkan Prof Jusniar menjadi profesor dalam bidang Pendidikan Kimia.

Sidang Terbuka Pengukuhan Profesor berlangsung di Lantai 3 Menara Pinisi Kampus UNM, Makassar.

Sidang dibuka Rektor UNM Prof Dr Farida Patittingi SH MHum.

Selain Syamsidah dan Jusniar, dua akademisi lainnya turut dikukuhkan menjadi profesor, yakni Prof Dr Darmawang MKes dan Prof Dr Drs Taufiq MPd dari Fakultas Teknik UNM.

Jusniar berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), sementara Syamsidah, Darmawang dan Taufiq berasal dari Fakultas Teknik.

Sama-sama Perempuan dan Pejabat di Fakultas

Kisah Syamsidah dan Jusniar menarik karena keduanya tidak hanya bersaudara dan sama-sama perempuan, tetapi juga mengemban amanah struktural di fakultas masing-masing.

Prof Syamsidah menjabat Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Teknik UNM periode 2024-2028.

Sementara Prof Jusniar menjabat Ketua Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNM.

Keduanya juga menjadi asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Dalam tugas tersebut, keduanya secara berkala melakukan asesmen lapangan ke sejumlah perguruan tinggi dalam proses akreditasi program studi.

Bagi keluarga besar Puang Makkalalla dan Puang Darwiah, pengukuhan dua putrinya sebagai profesor pada hari yang sama menjadi momentum istimewa.

Dari keluarga asal Bontotiro, Bulukumba, keduanya meniti perjalanan akademik pada bidang ilmu berbeda hingga mencapai jenjang akademik tertinggi sebagai guru besar.

Prof Syamsidah Teliti Keluarga Milenial

Dalam pengukuhannya, Prof Syamsidah menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Interaksi Sosial Keluarga Milenial.”

Pidato tersebut mengangkat hasil penelitian mengenai perubahan pola interaksi keluarga milenial di Kota Makassar.

Ada dua pertanyaan utama yang menjadi perhatian.

Pertama, bagaimana model interaksi sosial keluarga milenial di Kota Makassar.

Kedua, bagaimana dampak intensitas penggunaan media sosial terhadap interaksi sosial keluarga milenial.

Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan mendasar dalam komunikasi keluarga.

Komunikasi yang sebelumnya lebih banyak berlangsung secara langsung atau direct communication bergeser ke komunikasi tidak langsung atau indirect communication.

Perubahan juga terjadi pada sumber informasi.

Jika sebelumnya orang tua menjadi salah satu sumber utama informasi dalam keluarga, kini sebagian peran tersebut bergeser ke media sosial.

Keluarga milenial semakin intens menggunakan media dalam menyampaikan pesan kepada anggota keluarga, teman sebaya maupun lingkungan sosial lainnya. Kontak tatap muka pun semakin banyak dilengkapi dengan kontak melalui jejaring internet.

Media Sosial Tak Selalu Merenggangkan Keluarga

Menariknya, penelitian Prof Syamsidah tidak semata-mata menemukan dampak negatif penggunaan media sosial terhadap keluarga.

Hasil penelitiannya menunjukkan hubungan keluarga milenial tetap dapat berlangsung akrab meski pola komunikasinya berubah.

Interaksi yang terbentuk cenderung bersifat asosiatif melalui proses akomodasi, asimilasi dan akulturasi.

Dalam proses akomodasi, orang tua dan anak berusaha membangun kompromi.

Masing-masing mengurangi tuntutan serta berusaha memahami persamaan maupun perbedaan yang muncul akibat perubahan pola pikir, sikap dan perilaku.

Proses penyesuaian tersebut diperlukan untuk membangun keseimbangan dan mempertahankan keharmonisan keluarga.

Kerja sama juga menjadi unsur penting ketika orang tua berhadapan dengan generasi milenial yang mengalami pertukaran budaya dan informasi secara lebih luas melalui teknologi.

Dengan demikian, keharmonisan keluarga di tengah perkembangan media digital tidak hadir dengan sendirinya, melainkan membutuhkan proses adaptasi, kompromi dan kerja sama antaranggota keluarga.

Mengabdi di UNM Sejak 1998

Prof Syamsidah lahir di Bulukumba, 5 Desember 1964.

Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, kemudian SMPN Bontotiro dan melanjutkan pendidikan menengah di Bulukumba.

Pendidikan tinggi ditempuh di IKIP Makassar pada bidang Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Ia kemudian melanjutkan S2 bidang Ilmu Pengetahuan Sosial konsentrasi Sosiologi dan S3 bidang Sosiologi di UNM.

Saat menjalani pendidikan doktor, Syamsidah juga pernah mengikuti program sandwich selama tiga bulan di Australia.

Disertasinya berjudul “Pembantu Rumah Tangga, Studi Interaksi Sosial pada Empat Keluarga Pengguna Jasa PRT di Kota Makassar.”

Kajian mengenai keluarga tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan perjalanan akademiknya dalam mengembangkan bidang Sosiologi Keluarga.

Syamsidah mengabdi di UNM sejak 1998 dan mengampu sejumlah mata kuliah, antara lain Sosiologi Keluarga, Sosiologi dan Psikologi Industri Boga, Antropologi Budaya Makanan, serta Metode Penelitian.

Puncak perjalanan akademik itu ditandai Selasa (1/9/2026).

Di hadapan Senat UNM, Prof Syamsidah dikukuhkan sebagai profesor bersama tiga akademisi lainnya.

Namun momentum tersebut menjadi lebih istimewa karena di tempat dan hari yang sama, sang adik, Prof Jusniar, juga mencapai jenjang profesor.

Dua perempuan bersaudara asal Bontotiro, Bulukumba, itu pun mencatat momentum akademik bersama di Universitas Negeri Makassar. (amir muhiddin).***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *