Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

UNM Latih Guru SD Inpres Kassi-Kassi Terapkan Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Deep Learning

×

UNM Latih Guru SD Inpres Kassi-Kassi Terapkan Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Deep Learning

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi keberagaman karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pendekatan Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Deep Learning bagi Guru untuk Mengakomodasi Keberagaman di UPT SD Inpres Kassi-Kassi Makassar, Senin (31/8/2026).

Example 300x600

Kegiatan merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Pascasarjana UNM.

Pelatihan diarahkan agar guru semakin mampu merancang proses pembelajaran sesuai karakteristik, kebutuhan, minat dan kemampuan masing-masing peserta didik.

Melalui pembelajaran diferensiasi berbasis deep learning, proses belajar diharapkan menjadi lebih bermakna, aktif, kontekstual dan berpusat pada peserta didik.

Dr Andi Annisa Sulolipu MPd mengatakan keberagaman peserta didik merupakan realitas yang harus diperhatikan guru ketika merancang pembelajaran.

Menurutnya, setiap anak tidak selalu memiliki kemampuan, karakteristik maupun kebutuhan belajar yang sama.

“Setiap peserta didik memiliki karakteristik dan kebutuhan belajar yang berbeda. Guru perlu menghadirkan pembelajaran yang memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensinya,” kata Andi Annisa.

Guru Dilatih Petakan Kebutuhan Siswa

Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman konseptual mengenai pembelajaran diferensiasi.

Para guru juga mendapatkan praktik mengenai cara memetakan kebutuhan belajar peserta didik, menyusun pembelajaran diferensiasi, serta menerapkan prinsip deep learning dalam proses pembelajaran.

Guru kemudian diberikan kesempatan menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan kondisi nyata yang mereka hadapi di kelas.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran hingga sesi refleksi.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mempunyai kesiapan menerapkannya dalam pembelajaran sehari-hari.

Dalam pelaksanaan kegiatan, Andi Annisa didampingi Dr Elpisah SE MPd, Dr Agussalim MPd, dan Dr Andi Asti Handayani AAk MAk.

Akomodasi Keberagaman Peserta Didik

Salah satu perhatian utama dalam pelatihan adalah kemampuan guru mengenali keberagaman peserta didik.

Dalam satu kelas, kemampuan memahami materi, minat, kebutuhan belajar hingga tingkat dukungan yang diperlukan setiap siswa dapat berbeda.

Kondisi tersebut menuntut guru tidak selalu menggunakan pendekatan pembelajaran yang sama kepada seluruh peserta didik.

Melalui pembelajaran diferensiasi, guru didorong menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan siswa tanpa mengabaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta didik dengan kemampuan tinggi untuk terus berkembang.

Pada saat bersamaan, peserta didik yang membutuhkan dukungan belajar lebih lanjut tetap mendapatkan pengalaman pembelajaran sesuai kebutuhannya.

Dorong Pembelajaran Inklusif

Tim pelaksana berharap pelatihan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pembelajaran yang semakin inklusif di lingkungan sekolah.

Kemampuan mengenali karakteristik siswa menjadi salah satu modal bagi guru untuk menentukan strategi pembelajaran yang lebih tepat.

Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana setiap peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang optimal.

Pembelajaran juga diharapkan semakin adaptif terhadap perubahan kebutuhan siswa dan perkembangan dunia pendidikan.

Bagian Pengabdian UNM

Pelatihan di UPT SD Inpres Kassi-Kassi sekaligus menjadi bentuk kontribusi UNM dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik.

Program Pascasarjana UNM melalui kegiatan PkM berupaya mendekatkan pengetahuan dan inovasi yang berkembang di perguruan tinggi dengan kebutuhan praktis guru di sekolah.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilanjutkan melalui pendampingan, penguatan literasi teknologi pendidikan serta pemanfaatan berbagai inovasi pembelajaran.

Pendampingan berkelanjutan tersebut diarahkan agar guru semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang inklusif, adaptif, personal dan bermakna.

Pada akhirnya, penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar sekaligus memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan potensinya secara optimal.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *