Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

UMSi dan Kecamatan Pulau Sembilan Siapkan Branding Island, Rektor Prof Dr Umar Congge Soroti Air Bersih, Listrik dan Sampah

×

UMSi dan Kecamatan Pulau Sembilan Siapkan Branding Island, Rektor Prof Dr Umar Congge Soroti Air Bersih, Listrik dan Sampah

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Sinjai, Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) dan Pemerintah Kecamatan Pulau Sembilan menjajaki kerja sama pembinaan dan pendampingan untuk mengembangkan kawasan kepulauan tersebut sebagai destinasi wisata.

Gagasan bertajuk The Branding Island itu dibahas dalam pertemuan informal antara Rektor UMSi Prof Dr Umar Congge, S.Sos, M.Si dan Kepala Wilayah Kecamatan Pulau Sembilan, Harsan Sommeng, S.IP  di salah satu warung kopi di Kabupaten Sinjai, Ahad (6/9/2026) pagi.

Example 300x600

Program tersebut diarahkan untuk menata Pulau Sembilan menjadi kawasan kepulauan yang lebih maju, bersih, sehat dan menarik sebagai destinasi wisata.

Pada  diskusi itu, Rektor UMSi menilai pengembangan Pulau Sembilan tidak cukup hanya dengan mempromosikan potensi wisatanya.

Ada sejumlah persoalan mendasar masyarakat yang terlebih dahulu membutuhkan perhatian pemerintah dan dukungan berbagai pihak.

Tiga persoalan utama yang disoroti adalah ketersediaan air bersih, energi listrik dan pengelolaan sampah.

Air bersih dinilai menjadi kebutuhan dasar masyarakat kepulauan yang harus mendapat perhatian.

Demikian pula persoalan listrik yang disebut telah berlangsung cukup lama serta pengelolaan sampah yang berpengaruh terhadap kebersihan, kesehatan dan daya tarik kawasan.

UMSi Siap Dampingi Masyarakat

Menurut Rektor UMSi Prof Umar Congge,  penyelesaian persoalan Pulau Sembilan membutuhkan keterlibatan Pemerintah Kabupaten Sinjai bersama berbagai pemangku kepentingan.

Perguruan tinggi juga dinilai perlu mengambil bagian, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendampingan masyarakat.

UMSi menawarkan pendekatan pendampingan untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih adaptif terhadap perkembangan dan pengelolaan kawasan kepulauan.

Perubahan tersebut dinilai penting apabila Pulau Sembilan ingin dikembangkan menjadi destinasi yang maju tanpa mengabaikan persoalan sosial dan kesejahteraan masyarakatnya.

Keterlibatan akademisi dapat dilakukan melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai kebutuhan warga.

Pendampingan juga diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi menyentuh peningkatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan Pulau Sembilan.

Camat Pulau Sembilan Pilih UMSi Jadi Mitra

Camat Pulau Sembilan, Harsan Sommeng SIP, menyambut gagasan kerja sama tersebut.

Harsan yang baru dilantik Bupati Sinjai menilai UMSi memiliki sumber daya yang dapat dilibatkan dalam program Branding Island.

Faktor kedekatan geografis juga menjadi pertimbangan karena kampus UMSi berada relatif dekat dengan wilayah Pulau Sembilan sehingga koordinasi dan pelaksanaan pendampingan lebih mudah dilakukan.

Selain itu, terdapat kedekatan emosional antara Camat Pulau Sembilan dan UMSi.

Harsan merupakan alumnus Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Sinjai.

Kondisi tersebut diharapkan mempermudah komunikasi dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kepulauan.

Potensi Wisata Belum Maksimal

Pulau Sembilan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam dan kuliner di Kabupaten Sinjai.

Kawasan tersebut memiliki pulau-pulau dengan panorama pantai, pasir putih serta air laut yang jernih.

Namun potensi tersebut dinilai belum dikelola secara maksimal sehingga belum sepenuhnya menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Karena itu, konsep Branding Island tidak hanya diarahkan pada promosi destinasi.

Penataan kawasan, kebersihan, infrastruktur dasar, kualitas sumber daya manusia hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat akan menjadi bagian penting jika gagasan tersebut dikembangkan lebih lanjut.

UMSi juga menilai kawasan kepulauan memiliki tantangan tersendiri karena jarak dan akses terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan serta pelayanan publik lainnya.

Kondisi tersebut membuat pembangunan kawasan kepulauan membutuhkan perhatian dan pendekatan yang berbeda dibanding wilayah daratan.

Harapan Baru untuk Pulau Sembilan

Kehadiran camat baru turut membawa harapan terhadap pengembangan potensi Pulau Sembilan.

UMSi berharap pemerintah kecamatan dapat membangun kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, masyarakat serta pihak lain untuk menata kawasan tersebut.

Investasi dan tata kelola yang baik juga dinilai dibutuhkan agar potensi alam dan kuliner dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.

Apabila dikelola secara terencana, pengembangan destinasi diharapkan membuka aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan kunjungan wisata dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Sembilan maupun Kabupaten Sinjai.

Pertemuan informal tersebut menjadi langkah awal komunikasi UMSi dengan Pemerintah Kecamatan Pulau Sembilan.

Selanjutnya, gagasan The Branding Island diharapkan dapat dikembangkan dalam bentuk program pembinaan dan pendampingan yang lebih konkret.

Semangat yang dibangun melalui kolaborasi tersebut ialah menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan pembangunan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian utama dari perubahan.

“Ayo sama-samaki bangun Sinjai,” menjadi ajakan yang mengiringi gagasan kolaborasi UMSi dan Pemerintah Kecamatan Pulau Sembilan tersebut.

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *