Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Studi Empiris di Badung Berkesan bagi Mahasiswa Pascasarjana Unidayan, Rusly: Teori Bertemu Praktik Pemerintahan

×

Studi Empiris di Badung Berkesan bagi Mahasiswa Pascasarjana Unidayan, Rusly: Teori Bertemu Praktik Pemerintahan

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Studi empiris mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau di Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, memberi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Kegiatan yang berlangsung 9–12 September 2026 tersebut diikuti 31 mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Negara.

Rombongan dipimpin Direktur Program Pascasarjana Unidayan, Prof Dr Drs Andi Tenri Machmud, M.Si.

Example 300x600

Salah seorang peserta, Rusly, S.Mn., menilai studi empiris tersebut menjadi pengalaman berharga karena mahasiswa dapat melihat secara langsung praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Rusly yang sehari-hari bertugas sebagai Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Baubau saat ini tercatat sebagai mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Negara Pascasarjana Unidayan angkatan 2025.

“Selama saya mengikuti kegiatan studi empiris mahasiswa Pascasarjana Universitas Dayanu Ikhsanuddin di Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, merupakan pengalaman yang sangat berharga dan memberikan wawasan baru bagi kami sebagai mahasiswa dalam memahami praktik nyata penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” kata Rusly.

Menurut dia, studi empiris memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami administrasi publik melalui teori di ruang kuliah. Peserta dapat melihat langsung bagaimana inovasi, tata kelola pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pengembangan potensi daerah diterapkan di Kabupaten Badung.

“Kami tidak hanya memperoleh pengetahuan secara akademik, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana inovasi, tata kelola pemerintahan, pelayanan masyarakat, serta pengembangan potensi daerah diterapkan dalam kehidupan pemerintahan di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Teori Bertemu Praktik

Bagi Rusly, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan teori dengan praktik pemerintahan.

Mahasiswa dapat membandingkan konsep-konsep yang diperoleh selama perkuliahan dengan realitas birokrasi dan pelayanan publik di lapangan.

Ia menilai pengalaman seperti ini penting bagi mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Negara, terutama bagi peserta yang juga bekerja di lingkungan pemerintahan daerah.

Selain aspek akademik, Rusly mengaku mendapat kesan kuat dari kebersamaan yang terbentuk selama kegiatan.

“Yang paling berkesan adalah terciptanya suasana kebersamaan, keakraban, dan kekeluargaan antara mahasiswa, dosen, serta seluruh pihak yang terlibat,” katanya.

Menurutnya, studi empiris tidak hanya memperluas pengetahuan mahasiswa tetapi juga mempererat hubungan dalam keluarga besar Pascasarjana Unidayan.

Rusly berharap pengalaman selama berada di Badung dapat menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Semoga pengalaman selama studi empiris di Kabupaten Badung dapat menjadi bekal bagi kami untuk mengembangkan wawasan, meningkatkan kapasitas sebagai insan akademik, serta mengimplementasikan ilmu Administrasi Publik dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Berharap Program Berlanjut

Rusly berharap studi empiris tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran Pascasarjana Unidayan pada masa mendatang.

Lokasi dan tema kegiatan diharapkan semakin beragam sehingga mahasiswa memperoleh pembanding yang lebih luas mengenai penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Kami juga berharap kegiatan studi empiris seperti ini dapat terus dilaksanakan pada masa yang akan datang dengan lokasi dan tema yang semakin beragam, sehingga mahasiswa dapat membandingkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan secara langsung,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan jajaran Pemerintah Kabupaten Badung, pimpinan dan dosen Pascasarjana Unidayan, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan.

“Studi empiris boleh berakhir, tetapi ilmu, pengalaman, persahabatan, dan kenangan indah dari Bali akan tetap menjadi bagian dari perjalanan akademik kami,” tutur Rusly.

Meniti Pendidikan dari Maluku

Di balik aktivitas akademiknya saat ini, Rusly memiliki perjalanan pendidikan yang cukup panjang.

Ia lahir di Dusun Waihenaia, Desa Siri Sori Serani, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, 28 Juli 1978.

Rusly berasal dari keluarga sederhana. Ia merupakan putra pasangan La Ali bin La Tanda bin La Marae, asal Wakatobi, dan Wa Ratna binti La Pompa atau La Pompi bin La Baewo, asal Buton Selatan.

Ayahnya dikenal sebagai juragan kapal boti.

Pendidikan dasar Rusly ditempuh di SD Negeri 2 Saparua dan tamat pada 1992. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri Terbuka Kairatu pada 1995.

Tiga tahun kemudian, Rusly menyelesaikan pendidikan di SMK Negeri 1 Masohi pada 1998.

Keinginannya melanjutkan pendidikan tinggi kemudian mengantarkannya menempuh S1 Manajemen di Universitas Terbuka dan selesai pada 2011.

Kini, di tengah kesibukannya sebagai aparatur pemerintah di Kota Baubau, Rusly kembali melanjutkan pendidikan pada jenjang magister di Unidayan.

Bagi Rusly, studi empiris di Badung menjadi bagian lain dari perjalanan panjang tersebut: dari ruang pendidikan di Maluku, bekerja dalam pelayanan publik di Baubau, hingga kembali ke bangku kuliah untuk memperdalam Ilmu Administrasi Negara. (*)

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *