Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

44 Calon Mahasiswa dari Delapan Negara Daftar di Unismuh Makassar, Kedokteran Paling Diminati

×

44 Calon Mahasiswa dari Delapan Negara Daftar di Unismuh Makassar, Kedokteran Paling Diminati

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah kerja sama luar negeri atau posisi dalam pemeringkatan dunia.

Ukuran yang lebih nyata terlihat ketika mahasiswa dari negara lain bersedia datang, belajar, dan menjadi bagian dari kehidupan akademik kampus.

Example 300x600

Indikator tersebut semakin terlihat di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar).

Pada penerimaan mahasiswa internasional 2026, sebanyak 44 calon mahasiswa dari delapan negara mendaftar di Unismuh Makassar.

Mereka berasal dari Sudan, Tanzania, Pakistan, Thailand, Bangladesh, Yaman, Kenya, dan Madagaskar.

Para pendaftar memilih berbagai jenjang pendidikan, mulai diploma, sarjana, magister, hingga doktor.

Rinciannya terdiri atas satu calon mahasiswa D3, 39 calon mahasiswa S1, tiga calon mahasiswa magister, dan satu calon mahasiswa doktor.

Ketua Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (LPMB) Unismuh Makassar, Dr. Muhammad Akhir, mengatakan hal menarik bukan hanya jumlah pendaftar, melainkan luasnya jangkauan negara asal dan jenjang pendidikan yang dipilih.

“Ini menunjukkan daya tarik Unismuh mulai menjangkau berbagai level pendidikan tinggi. Ada yang memilih diploma dan sarjana, ada pula yang langsung mendaftar pada program magister dan doktor,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

Pendidikan Dokter Paling Diminati

Pada jenjang sarjana, Pendidikan Dokter menjadi program studi yang paling banyak diminati calon mahasiswa internasional.

Sebanyak 18 calon mahasiswa asing memilih program studi tersebut.

Mereka antara lain berasal dari Pakistan, Sudan, Tanzania, Bangladesh, Thailand, dan Yaman.

Pilihan calon mahasiswa internasional juga tersebar pada sejumlah program studi lainnya.

Program studi tersebut meliputi Informatika, Farmasi, Teknik Elektro, Teknik Sipil/Sumber Daya Air, Akuntansi, Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Agroteknologi, Ekonomi Islam, Manajemen, Pendidikan Sosiologi, Teknologi Pendidikan, serta Hukum Bisnis.

Pada jenjang pascasarjana, seorang calon mahasiswa asal Madagaskar memilih Program Magister Pendidikan Sosiologi.

Pendaftar dari Pakistan dan Tanzania memilih Magister Pendidikan Bahasa Inggris.

Sementara seorang calon mahasiswa asal Tanzania mendaftar pada program doktor bidang pendidikan.

Unismuh Miliki 49 Mahasiswa Internasional Penuh Waktu

Saat ini, Unismuh Makassar memiliki 49 mahasiswa internasional penuh waktu atau full-time yang menempuh pendidikan hingga memperoleh gelar.

Mereka terdiri atas 42 mahasiswa jenjang sarjana, empat mahasiswa magister, dan tiga mahasiswa doktor.

Selain itu, terdapat 165 mahasiswa internasional paruh waktu melalui program MACCA.

Jumlah tersebut terdiri atas 161 mahasiswa jenjang sarjana dan empat mahasiswa pascasarjana.

Mahasiswa internasional yang berada dalam ekosistem akademik Unismuh berasal dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Kenya, Korea, Sudan, Pakistan, Ghana, Thailand, dan Mesir.

Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Unismuh Makassar, Dr. Maharida, menilai perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa internasionalisasi kampus mulai dirasakan secara nyata.

“Internasionalisasi tidak cukup hanya terlihat dari nota kesepahaman atau kunjungan ke luar negeri. Salah satu bentuk yang paling nyata adalah ketika mahasiswa dari berbagai negara datang, belajar, dan menjadi bagian dari komunitas akademik Unismuh,” katanya.

Keberadaan mahasiswa internasional penuh waktu dan paruh waktu membuat interaksi lintas budaya di Unismuh tidak lagi berlangsung secara insidental.

Mahasiswa asing telah menjadi bagian dari ruang kuliah, program akademik, serta berbagai aktivitas internasional di lingkungan kampus.

Menurut Maharida, tantangan berikutnya ialah memastikan setiap mahasiswa internasional mendapatkan pengalaman akademik dan pelayanan yang berkualitas.

“Yang harus kami pastikan adalah layanan sejak proses penerimaan, adaptasi budaya, pembelajaran, sampai mereka menyelesaikan studi,” ujarnya.

“Ketika kembali ke negaranya, pengalaman mereka di Unismuh akan ikut membentuk reputasi universitas,” lanjut Maharida.

Seleksi calon mahasiswa internasional 2026 akan dilaksanakan secara daring.

Tahapan seleksi diawali dengan pengarahan pada 16 September 2026, dilanjutkan Computer Based Test pada 17 September dan wawancara pada 18 September.

Mutu Menjadi Fondasi

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., mengatakan peningkatan minat mahasiswa asing tidak terlepas dari penguatan mutu institusi dalam beberapa tahun terakhir.

Prof Andis, sapaan akrabnya, menilai mutu institusi dan program studi menjadi pertimbangan penting bagi calon mahasiswa internasional.

“Mahasiswa asing dan keluarganya tentu akan melihat mutu institusi, program studi, tata kelola, reputasi, dan prospek akademiknya,” kata Prof Andis.

“Minat dari berbagai negara ini adalah kepercayaan yang harus dijaga dengan kualitas,” lanjutnya.

Unismuh Makassar saat ini menyandang Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Sejak 2023, Unismuh juga menerapkan ISO 21001:2018, standar internasional untuk sistem manajemen organisasi pendidikan.

Cakupan sertifikasi tersebut kini telah menjangkau seluruh unit kerja di lingkungan universitas.

Pengakuan eksternal juga diperoleh melalui sejumlah pemeringkatan internasional.

Dalam Times Higher Education Impact Rankings 2026, Unismuh berada pada kelompok peringkat 801–1000 dunia.

Pada QS Asia University Rankings 2026, Unismuh menempati kelompok 1201–1300 Asia, peringkat 185 Asia Tenggara, dan peringkat 53 Indonesia.

Sementara dalam UI GreenMetric World University Rankings 2025, Unismuh berada di peringkat 624 dunia, 359 Asia, dan 62 Indonesia.

Capaian menonjol diraih pada kategori Setting and Infrastructure. Pada kategori tersebut, Unismuh menempati peringkat 20 dunia dan keempat nasional.

Pemeringkatan Bukan Tujuan Akhir

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., menegaskan pemeringkatan internasional bukan tujuan akhir universitas.

“Ranking merupakan alat ukur dan pengakuan eksternal. Yang jauh lebih penting adalah apakah mutu yang kita bangun benar-benar dirasakan mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional,” ujarnya.

Menurut Rakhim Nanda, reputasi internasional harus dimulai dari pembenahan di dalam kampus.

Hal tersebut mencakup sistem akademik yang baik, layanan yang konsisten, lingkungan belajar yang mendukung, serta budaya mutu yang hidup.

Akreditasi Unggul, penerapan ISO 21001:2018, keterlibatan dalam pemeringkatan internasional, serta meningkatnya jumlah mahasiswa asing menjadi rangkaian yang saling terkait dalam proses internasionalisasi Unismuh.

Kampus tidak lagi hanya menerima mahasiswa internasional melalui program jangka pendek.

Kini terdapat mahasiswa asing yang menempuh pendidikan penuh untuk meraih gelar pada jenjang S1, S2, dan S3.

Pada saat yang sama, program MACCA memperluas interaksi internasional melalui skema paruh waktu yang melibatkan lebih dari 100 mahasiswa asing.

Masuknya 44 calon mahasiswa baru dari delapan negara pada penerimaan 2026 menunjukkan proses internasionalisasi tersebut terus bergerak.

Menurut Rakhim Nanda, tantangan universitas bukan sekadar membuat mahasiswa asing tertarik mendaftar.

“Yang lebih besar adalah memastikan mereka yang nanti diterima memperoleh pengalaman akademik yang membuat mereka yakin bahwa memilih Unismuh merupakan keputusan yang tepat,” katanya.

Mahasiswa internasional, lanjut dia, berpotensi menjadi penghubung antara Unismuh dan masyarakat di negara asalnya.

“Kerja sama internasional bisa dituangkan dalam dokumen. Namun, mahasiswa internasional adalah hubungan antarmanusia yang hidup,” ujarnya.

“Ketika pulang, mereka membawa pengalaman dan nama Unismuh ke negaranya,” lanjut Rakhim Nanda.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kehadiran mahasiswa internasional dan bertambahnya pendaftar dari luar negeri menunjukkan reputasi global Unismuh mulai bergerak dari pengakuan institusional menuju kepercayaan nyata warga dunia untuk datang, belajar, dan bertumbuh di Makassar.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *