BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar menjadi tuan rumah Workshop Penulisan Artikel Reviu Tahun 2026 Skema KARYA dan PUSTAKA, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Mini Haji Bata Ilyas, Lantai 3 Gedung Pascasarjana STIE AMKOP Makassar.
Workshop diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, termasuk dari kawasan Indonesia Timur.
Program ini diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan.
Antusiasme dosen terhadap program tersebut terbilang tinggi. Berdasarkan pengumuman resmi hasil seleksi, 2.321 usulan masuk, sementara kuota peserta workshop secara luring hanya 200 orang.
Workshop luring dibagi dalam tiga batch. Sulawesi Selatan menjadi lokasi batch pertama pada 15–18 September 2026, disusul Jawa Barat 22–25 September dan Jawa Timur 10–13 November 2026.
Ketua STIE AMKOP: Kehormatan bagi Kampus
Ketua STIE AMKOP Makassar, Dr H Gunawan, SE, M.Si, dalam sambutannya mengatakan pihaknya menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada STIE AMKOP sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Gunawan, menjadi tuan rumah workshop merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi civitas akademika STIE AMKOP Makassar.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami bahwa STIE AMKOP Makassar dipercaya menjadi salah satu tempat penyelenggaraan kegiatan strategis dalam pengembangan talenta riset dan peningkatan kapasitas akademisi di Indonesia,” kata Gunawan.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menghasilkan pengetahuan yang memberi manfaat kepada masyarakat.
Karena itu, penelitian dan publikasi ilmiah tidak lagi cukup dipandang sebagai kewajiban akademik dosen.
Menurut Gunawan, keduanya telah menjadi instrumen penting dalam membangun reputasi dan daya saing perguruan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan nasional.
Artikel Reviu Bukan Sekadar Merangkum Penelitian
Gunawan mengatakan Workshop Penulisan Artikel Reviu memiliki posisi penting dalam meningkatkan kemampuan dosen dan peneliti menghasilkan karya ilmiah berkualitas.
Artikel reviu, lanjutnya, bukan sekadar mengumpulkan dan merangkum berbagai hasil penelitian.
Penulis dituntut mampu menelusuri literatur secara sistematis, mengevaluasi hasil penelitian, melakukan analisis kritis, menyintesis temuan hingga menemukan research gap dan merumuskan arah penelitian berikutnya.
Karena itu, ia berharap peserta tidak memandang workshop tersebut sebatas pelatihan teknis menulis.
Kegiatan itu diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
“Kita ingin agar dosen tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi mampu mengomunikasikan hasil pemikirannya dalam bentuk karya ilmiah yang berkualitas, memiliki kebaruan, memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta dapat menjadi rujukan bagi peneliti lainnya,” ujarnya.
Gunawan: Kolaborasi Adalah Kunci
Gunawan juga menekankan pentingnya jejaring antardosen dan antarperguruan tinggi di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia berharap pertemuan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi tersebut dapat membuka ruang kolaborasi penelitian yang lebih luas.
“Kolaborasi adalah kunci. Publikasi adalah sarana. Dan penelitian yang berdampak adalah tujuan,” tegasnya.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr Firmanul Catur Wibowo, Christina Yeni Kustanti, Ph.D., Dr Muhammad Nur Hudha, dan Hidayat Arifin, Ph.D.
Materi yang diberikan antara lain mengenai lanskap publikasi artikel reviu, dasar literature review, penggunaan tools dan etika publikasi, hingga persiapan topik artikel peserta.
Program tersebut memiliki dua skema. KARYA (Klinik Artikel Reviu: Yok Akademisi) diarahkan pada pendampingan intensif untuk menyempurnakan draf artikel reviu hingga siap dipublikasikan. Sementara PUSTAKA (Pendampingan Untuk Sistematika Telaah Analisis Kritis Artikel) berfokus pada penguatan metodologi, strategi pencarian literatur dan analisis kritis artikel ilmiah.
Gunawan berharap peserta tidak hanya pulang membawa tambahan pengetahuan. Workshop diharapkan menghasilkan naskah yang semakin matang, gagasan penelitian yang lebih tajam, jejaring akademik yang semakin luas, serta publikasi ilmiah berkualitas.
Melalui kegiatan tersebut, STIE AMKOP Makassar berharap ikut memperkuat ekosistem riset Indonesia yang berintegritas, kolaboratif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.***


















