Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Prof Munirah Muin Raih Tiga Penghargaan di Konferensi Internasional APEBSKID Surabaya

×

Prof Munirah Muin Raih Tiga Penghargaan di Konferensi Internasional APEBSKID Surabaya

Share this article
Example 468x60

 

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Dosen Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Program Pascasarjana Unismuh Makassar, Prof Dr Hj Munirah Muin, M.Hum., meraih tiga penghargaan dalam The 3rd APEBSKID International Conference on Multidisciplinary Studies di Surabaya, 18–20 September 2026 di Surabaya.

Example 300x600

Tiga penghargaan tersebut diberikan berdasarkan capaian akademiknya pada kategori H-Indeks Scopus, Skor SINTA Overall, dan H-Indeks Google Scholar.

Salah satu piagam mencatat Prof Munirah sebagai penerima penghargaan H-Indeks Google Scholar dengan capaian H-Indeks 15. Penilaian tersebut berdasarkan penelusuran dan verifikasi data akademik melalui SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Konferensi internasional itu mengusung tema “Embedding the SDGs into Culture, Language, Literature, Communication, Art and Design for a Digital Age” atau “Mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke dalam Kebudayaan, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni, dan Desain pada Era Digital.”

Selain menerima tiga penghargaan, Prof Munirah juga tampil sebagai presenter dengan membawakan makalah berjudul “Utilizing Natural Language Processing Technology in Preserving Local Languages”.

Melalui makalahnya, Prof Munirah menyoroti peran teknologi Natural Language Processing (NLP) atau pemrosesan bahasa alami sebagai jembatan antara pelestarian budaya, pembelajaran digital, dan inovasi bahasa daerah.

Bahasa daerah, menurut materi presentasi tersebut, menyimpan pengetahuan masyarakat, sejarah, nilai, serta identitas budaya.

Namun, keberlanjutannya menghadapi sejumlah persoalan, antara lain melemahnya pewarisan bahasa antargenerasi, terbatasnya dokumentasi, dan masih rendahnya keterwakilan bahasa daerah di ruang digital.

Banyak bahasa daerah juga masih dominan digunakan dalam bentuk lisan dan belum memiliki korpus digital maupun sistem penulisan yang stabil.

Karena itu, upaya pelestarian bahasa daerah perlu memasuki ruang digital agar sejalan dengan kebiasaan belajar generasi masa kini.

Prof Munirah menjelaskan bahwa NLP merupakan cabang kecerdasan artifisial dan linguistik komputasional yang mengembangkan metode agar komputer mampu memproses bahasa manusia dalam bentuk teks, suara, maupun data multimodal.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyusun korpus digital, mentranskripsikan arsip lisan, mengembangkan kamus cerdas, menerjemahkan teks, membaca aksara lokal melalui teknologi OCR, serta menciptakan chatbot pendidikan untuk latihan percakapan bahasa daerah.

Makalah itu juga menawarkan siklus pengembangan NLP berbasis komunitas. Tahapannya meliputi identifikasi kebutuhan, persetujuan dan tata kelola data, pengembangan korpus, pengembangan model, pembuatan aplikasi, serta evaluasi penerimaan dan dampaknya bagi masyarakat.

Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar perbaikan teknologi bersama komunitas pemilik bahasa. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak sekadar menjadi sumber data, tetapi ikut menentukan penggunaan, pengelolaan, dan keberlanjutan teknologi bahasa.

Dalam paparannya, Prof Munirah turut menekankan bahwa keberhasilan teknologi pelestarian bahasa tidak cukup diukur melalui akurasi model.

Penilaian juga perlu memperhatikan ketepatan unsur kebahasaan, kemudahan penggunaan, keterlibatan penutur muda, dan keberlanjutan pemanfaatannya di tengah masyarakat.

Perguruan tinggi dinilai dapat menjadi penghubung antara komunitas bahasa, bidang linguistik, ilmu komputer, dan pendidikan melalui riset multidisipliner jangka panjang.

Selain Prof Munirah, tiga dosen Unismuh Makassar lainnya turut menjadi presenter dalam konferensi tersebut, yakni Dr Andi Paida, M.Pd., Dr Marwiah, M.Pd., dan Dr Haslinda, M.Pd.

Keikutsertaan empat dosen tersebut memperkuat kontribusi Unismuh Makassar dalam forum akademik internasional, terutama pada pengembangan kajian bahasa, sastra, pendidikan, budaya, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian bahasa daerah.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *