Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Pascasarjana Unismuh Terima 435 Mahasiswa Baru, Prof Erwin Akib: Pertumbuhan Harus Diikuti Mutu

×

Pascasarjana Unismuh Terima 435 Mahasiswa Baru, Prof Erwin Akib: Pertumbuhan Harus Diikuti Mutu

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mencatat 435 mahasiswa baru program magister dan doktor pada Tahun Akademik 2026/2027.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung.

Example 300x600

Direktur Program Pascasarjana Unismuh Makassar, Prof Erwin Akib, PhD, mengatakan, bertambahnya jumlah mahasiswa harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran, fasilitas, layanan akademik, ketepatan masa studi, serta integritas tata kelola.

Hal itu disampaikan Prof Erwin saat memberikan sambutan pada Ta’aruf dan Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Unismuh Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Teater I-Gift, Kampus Unismuh Makassar, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, Pascasarjana Unismuh tidak ingin hanya mengejar pertumbuhan jumlah mahasiswa. Perkembangan setiap program studi harus dikelola secara bertahap agar mutu dan keberlanjutannya tetap terjaga.

Program Pascasarjana Unismuh saat ini mengelola 17 program studi yang terdiri atas 14 program magister dan tiga program doktor.

“Sesuai data yang saya terima, mahasiswa baru program magister dan doktor sudah mencapai 435 orang. Jumlah ini masih bisa bertambah karena penerimaan masih berlangsung,” kata Prof Erwin.

Magister Pendidikan Dasar Capai 100 Mahasiswa

Salah satu program studi yang memiliki peminat cukup tinggi adalah Magister Pendidikan Dasar.

Prof Erwin menyebut jumlah mahasiswa baru pada program tersebut telah mencapai sekitar 100 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Mulai dari barat Indonesia sampai timur Indonesia ada semua mahasiswanya,” ujarnya.

Peminat tinggi juga terlihat pada Program Doktor Pendidikan. Mahasiswa program tersebut banyak berasal dari kalangan dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Menurut Prof Erwin, tingginya antusiasme itu menunjukkan semakin kuatnya kesadaran dosen PTMA untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya.

Pascasarjana Unismuh juga menyediakan skema beasiswa bagi dosen PTMA yang ingin melanjutkan pendidikan pada program doktor.

Meski jumlah peminat terus meningkat, Pascasarjana Unismuh tidak serta-merta memperbanyak kelas.

Program Doktor Pendidikan, misalnya, hanya membuka dua kelas sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pembelajaran dan layanan akademik.

“Cukup dua kelas kami buka untuk menjaga kualitas,” jelasnya.

Magister Didorong Lulus Kurang dari Dua Tahun

Selain menjaga mutu penerimaan mahasiswa, Pascasarjana Unismuh mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu.

Mahasiswa program doktor diarahkan menyelesaikan pendidikan paling lama tiga tahun. Sementara mahasiswa program magister didorong menyelesaikan studi kurang dari dua tahun apabila seluruh tahapan dan persyaratan akademik telah dipenuhi.

Prof Erwin menegaskan, penyelesaian studi lebih cepat bukan berarti standar akademik diturunkan.

“Prosesnya bukan dimudah-mudahkan, tetapi diupayakan dimaksimalkan. Anda mengenyam pendidikan dengan baik, berproses dengan baik, mendapatkan pengetahuan yang baik, tetapi selesai dengan kualitas yang juga bisa kita pertaruhkan dengan tempat lain,” ujarnya.

Kualitas lulusan, lanjutnya, tetap dijaga melalui serangkaian persyaratan akademik, penelitian, dan publikasi ilmiah.

Mahasiswa Program Doktor Pendidikan, misalnya, tetap diwajibkan memenuhi ketentuan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

Sejak dibuka, Program Doktor Pendidikan Pascasarjana Unismuh telah meluluskan 10 doktor.

Capaian tersebut dinilai membuktikan bahwa masa studi yang relatif cepat dapat berjalan beriringan dengan penerapan standar akademik yang ketat.

Peringatkan Mahasiswa Soal Pungutan Tidak Resmi

Dalam sambutannya, Prof Erwin juga mengingatkan mahasiswa agar mengikuti mekanisme pembayaran dan layanan akademik yang telah ditetapkan secara resmi oleh Pascasarjana Unismuh.

Mahasiswa diminta tidak memercayai pihak yang menawarkan kemudahan akademik dengan meminta pembayaran atau pungutan di luar ketentuan.

“Kalau bukan resmi dari Pascasarjana, informasinya jangan dipercaya. Jangan sampai ada yang menawarkan sesuatu untuk memudahkan urusan saudara,” tegasnya.

Jika menemukan praktik tersebut, mahasiswa diminta segera melapor kepada pengelola Pascasarjana.

Menurut Prof Erwin, transparansi dan integritas dalam pengelolaan pendidikan merupakan bagian penting dari amanah Persyarikatan Muhammadiyah.

“Kita harus menjaga marwah kita mengelola amanah dari Persyarikatan. Itu penting,” katanya.

Ta’aruf dan Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Pascasarjana Unismuh turut menghadirkan Pelaksana Tugas Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Prof dr Budu, PhD, SpM(K), M.Med.Ed., sebagai pembicara kuliah umum.

Prof Budu membawakan materi bertema “Transformasi Keilmuan dan Tantangan Akademik di Era Global”.

Kegiatan dibuka Pelaksana Harian Rektor Unismuh yang juga Wakil Rektor I, Prof Andi Sukri Syamsuri.

Rangkaian ta’aruf dan orientasi tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik Pascasarjana Unismuh, mulai dari sistem pembelajaran, penelitian dan publikasi ilmiah hingga integritas tata kelola pendidikan.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *