Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Buka Orientasi Pascasarjana Unismuh,  Prof Andis Dorong Mahasiswa Pascasarjana Produktif Meneliti dan Menulis

×

Buka Orientasi Pascasarjana Unismuh,  Prof Andis Dorong Mahasiswa Pascasarjana Produktif Meneliti dan Menulis

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Mahasiswa program magister dan doktor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar didorong tidak hanya unggul secara individual.

Mereka juga dituntut mampu bersinergi dan berkolaborasi lintas disiplin untuk menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat yang semakin kompleks.

Example 300x600

Pesan itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Rektor Unismuh Makassar yang juga Wakil Rektor I, Prof Andi Sukri Syamsuri atau Prof Andis, saat membuka Ta’aruf dan Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Unismuh Tahun Akademik 2026/2027, Senin (21/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Ruang I-Gift, Lantai 2 Menara Iqra, Kampus Unismuh Makassar.

Orientasi tersebut dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Transformasi Keilmuan dan Tantangan Akademik di Era Global”.

Prof Andis mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan global menuntut cara baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Mahasiswa pascasarjana tidak dapat lagi melihat dan menyelesaikan persoalan hanya dari sudut pandang satu disiplin ilmu.

“Persoalan global harus diselesaikan secara kolaborasi. Itulah yang mencirikan era sekarang. Kita tidak perlu lagi hanya bersaing, tetapi harus selalu bersinergi, bersanding bersama, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” ujar Prof Andis.

Belajar dari Penanganan Pandemi Covid-19

Prof Andis mencontohkan penanganan pandemi Covid-19 sebagai persoalan yang membutuhkan kolaborasi lintas disiplin.

Meski berkaitan dengan kesehatan, pandemi tidak dapat diselesaikan hanya dengan ilmu kedokteran.

Penanganannya juga membutuhkan kontribusi ilmu statistik, sains, sosiologi, komunikasi, dan berbagai bidang lainnya.

Menurut Prof Andis, semangat kolaborasi tersebut penting ditanamkan sejak awal kepada mahasiswa program magister dan doktor.

Pendidikan pascasarjana tidak hanya bertujuan memperdalam satu rumpun ilmu, tetapi juga membentuk kemampuan mahasiswa untuk melihat persoalan secara lebih luas.

Mahasiswa diharapkan mampu membangun kerja bersama dengan akademisi maupun praktisi dari bidang keilmuan lain.

Dorong Produktivitas Akademik Mahasiswa

Selain kemampuan berkolaborasi, Prof Andis menekankan pentingnya produktivitas akademik mahasiswa pascasarjana.

Ia mengapresiasi kebijakan Program Pascasarjana Unismuh yang mendorong mahasiswa program doktor menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

Persyaratan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga mutu lulusan sekaligus memperkuat kinerja akademik universitas.

Mahasiswa juga diminta mengelola masa studi secara baik dan terukur.

Penyelesaian studi tepat waktu harus berjalan beriringan dengan kualitas pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah.

Prof Andis juga mengingatkan bahwa transformasi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan.

Mahasiswa pascasarjana harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan kedalaman ilmu, integritas, dan kualitas akademik.

Rektor Unismuh Hadiri Agenda Kerja Sama di Taiwan

Dalam kesempatan tersebut, Prof Andis menjelaskan bahwa Rektor Unismuh Makassar sedang berada di Taiwan.

Rektor menghadiri agenda kerja sama dan penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi.

Karena itu, Prof Andis mewakili Rektor untuk membuka rangkaian Ta’aruf dan Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Unismuh.

Pascasarjana Unismuh Terima 435 Mahasiswa Baru

Direktur Program Pascasarjana Unismuh, Prof Erwin Akib, PhD, sebelumnya menyampaikan jumlah sementara mahasiswa baru program magister dan doktor telah mencapai 435 orang.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung.

Program Pascasarjana Unismuh saat ini mengelola 17 program studi yang terdiri atas 14 program magister dan tiga program doktor.

Prof Erwin mengatakan, pertumbuhan jumlah mahasiswa harus diikuti dengan penguatan fasilitas, peningkatan mutu pembelajaran, pelayanan akademik yang baik, dan penyelesaian studi secara terukur.

Peningkatan jumlah mahasiswa, lanjutnya, tidak boleh membuat Pascasarjana Unismuh lengah dalam menjaga kualitas dan transparansi tata kelola akademik.

Mahasiswa Pascasarjana Harus Jadi Pencipta Pengetahuan

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Prof dr Budu, PhD, SpM(K), M.Med.Ed., hadir sebagai pembicara kuliah umum.

Dalam materinya, Prof Budu mengingatkan mahasiswa agar tidak menjalani pendidikan pascasarjana hanya untuk memperoleh gelar akademik.

Mahasiswa magister dan doktor harus berkembang menjadi knowledge creator atau pencipta pengetahuan yang mampu menghasilkan gagasan baru dan solusi bagi masyarakat.

Pada jenjang magister, mahasiswa dituntut mampu menguji, mengkritisi, memperdalam, serta mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.

Adapun mahasiswa program doktor dituntut menghasilkan kebaruan dan kontribusi orisinal bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Rangkaian Ta’aruf dan Orientasi Akademik tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk memahami budaya akademik Program Pascasarjana Unismuh.

Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai ilmu, tetapi juga memiliki kemampuan berkolaborasi, menjaga produktivitas akademik, beradaptasi dengan teknologi, serta bertanggung jawab menghadirkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *