BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua Umum Terpilih Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., mulai mematangkan program kerja kepengurusan periode 2026–2030.
Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang akrab disapa Prof Andis itu memimpin pertemuan pengurus dan anggota HISKI Sulsel di Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan Universitas Muslim Indonesia (FSIKP UMI), Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda, mulai dari persiapan pelantikan pengurus, konferensi internasional kesusastraan, pengumpulan karya sastra hingga pengembangan website organisasi.
Prof Andis mengatakan, komunikasi dan kebersamaan antaranggota harus terus diperkuat agar HISKI Sulsel mampu bergerak melalui program-program yang konkret.
Menurutnya, organisasi profesi tersebut perlu meningkatkan produktivitas akademik, memperkuat eksistensi sastra, dan memperluas jejaring kolaborasi.
“Periode 2026–2030 ini kita arahkan pada penguatan HISKI sebagai organisasi profesi yang menghimpun bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana keilmuan ini tetap relevan di tengah era digital,” ujar Prof Andis.
Siapkan Pelantikan dan Konferensi Internasional
Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah persiapan pelantikan ketua umum dan pengurus HISKI Sulsel periode 2026–2030.
Pelantikan direncanakan dirangkaikan dengan konferensi internasional kesusastraan di Yogyakarta pada 26–27 Oktober 2026.
Prof Andis mendorong para pengurus HISKI Sulsel untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain menghadiri rangkaian pelantikan dan konferensi, pengurus juga dapat menyajikan karya ilmiah dalam bentuk poster.
Partisipasi tersebut dinilai penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus menunjukkan produktivitas sarjana sastra dari Sulawesi Selatan pada forum nasional dan internasional.
“Organisasi perlu terus bergerak melalui berbagai kegiatan yang dapat memperkuat eksistensi sastra, meningkatkan produktivitas akademik, serta memperluas jejaring kolaborasi,” katanya.
Tiga Fokus Kepengurusan HISKI Sulsel
Prof Andis menjelaskan, terdapat tiga agenda utama yang akan menjadi fokus kepengurusan HISKI Sulsel periode 2026–2030.
Pertama, pengembangan ilmu sastra dan kebahasaan berbasis digital. Program tersebut diperlukan agar bidang kebahasaan dan kesastraan mampu menjawab perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Kedua, penguatan riset dan publikasi ilmiah sebagai fondasi utama organisasi. HISKI Sulsel diharapkan tidak hanya menjadi forum pertemuan akademik, tetapi juga pusat produksi gagasan dan pengetahuan.
Ketiga, memperluas jejaring kemitraan pada tingkat regional, nasional, dan internasional. Kolaborasi dinilai penting untuk memperkuat daya saing organisasi serta memperluas kontribusi HISKI dalam pengembangan bahasa dan sastra.
Prof Andis mengajak seluruh pengurus dan anggota menjadikan HISKI Sulsel sebagai rumah besar para sarjana sastra untuk berkolaborasi, memperkuat literasi, dan mendekatkan ilmu kepada masyarakat.
Kumpulkan Puisi dan Kembangkan Website
Pertemuan pengurus juga membahas program pengembangan literasi melalui pengumpulan karya sastra, khususnya puisi dari pengurus dan anggota HISKI Sulsel.
“Program ini diharapkan menjadi wadah bagi para pengurus dan anggota untuk terus menghasilkan karya serta mendokumentasikan kreativitas di bidang sastra,” ungkap Prof Andis.
Selain itu, HISKI Sulsel akan mengembangkan website sebagai media informasi, publikasi kegiatan, dan dokumentasi karya anggota.
Platform digital tersebut diharapkan memperkuat komunikasi internal organisasi sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai program dan aktivitas HISKI Sulsel.
FSIKP UMI Siap Bangun Kolaborasi
Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah Abna, S.S., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan pertemuan pengurus HISKI Sulsel di lingkungan fakultasnya.
Ia menilai pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara FSIKP UMI dan HISKI Sulsel.
“Pertemuan ini diharapkan dapat membuka ruang kerja sama dan berbagai agenda bersama yang memberikan manfaat bagi dunia akademik maupun masyarakat,” ujar Nurjannah Abna.
FSIKP UMI menaungi enam program studi, yaitu Sastra Indonesia, Sastra Arab, Sastra Inggris, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Inggris, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Keberagaman bidang keilmuan itu dinilai menjadi potensi besar untuk membangun kolaborasi dengan HISKI Sulsel dalam bidang pendidikan, penelitian, bahasa, sastra, dan kebudayaan.
Terpilih Secara Aklamasi
Prof Andis terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum HISKI Sulsel periode 2026–2030 dalam Musyawarah Daerah yang berlangsung di Makassar, 19 April 2026.
Musyawarah dihadiri pengurus HISKI periode 2020–2025 serta akademisi dan pemerhati sastra dari berbagai perguruan tinggi.
Dalam menjalankan kepengurusan, Prof Andis didampingi Dr. Asis Nojeng dari Universitas Negeri Makassar sebagai sekretaris dan Prof Dr Munirah Muin, M.Hum, sebagai bendahara.
Terpilihnya Prof Andis menandai amanah baru bagi akademisi Unismuh Makassar dalam memimpin organisasi profesi yang bergerak di bidang kebahasaan dan kesusastraan Indonesia pada tingkat provinsi.
HISKI merupakan organisasi profesi yang berdiri pada 17 November 1984 dan diprakarsai sejumlah tokoh sastra nasional.
Organisasi ini berperan membina kreativitas, meningkatkan apresiasi terhadap sastra, dan memperkuat jejaring antarsarjana sastra di Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Prof Andis, HISKI Sulsel diharapkan semakin progresif dan adaptif dalam mendorong perkembangan sastra Indonesia di tengah transformasi digital.***


















