BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Keluarga besar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berduka.
Akademisi senior sekaligus mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unismuh Makassar, Dr. H. Mahmud Nuhung, S.E., M.A., wafat pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.
Almarhum lahir di Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, pada 2 Februari 1957. Ia berpulang pada usia 69 tahun.
Mahmud Nuhung meninggalkan seorang istri, Dra. Hj. Hendriati Sabir, M.Pd., lima anak, dan tujuh cucu.
Kelima anak almarhum adalah Muh. Rasyidi Mahmud, Walida Mufliha, Elyda Alaeyah, Megawati Setiawati, dan Muh. Muladi Mahmud.
Sementara tujuh cucunya adalah Muhammad Yunus, Asyifa Salsabila, Ghaniyah Safatunnisa, Haura Saffrenra, Muh. Alfarezi, Maiza Addrena, dan Abiyu Syabari.
Informasi dari pihak keluarga menyebutkan, jenazah akan dimakamkan selepas salat Zuhur di Kompleks Pemakaman Muhammadiyah, Pattallassang.
Sebelum pemakaman, keluarga dan sivitas akademika Unismuh dijadwalkan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Rumah duka berada di Jalan Bangkala 3 Nomor 31, sekitar Lapangan Orbit Jaya, Kota Makassar.
Mengabdi Puluhan Tahun di Unismuh
Perjalanan pengabdian Mahmud Nuhung di Unismuh Makassar berlangsung lebih dari tiga dekade.
Ia mulai menjadi dosen tetap Persyarikatan di Unismuh Makassar pada 1991.
Sebagai akademisi bidang ekonomi dan manajemen, Mahmud Nuhung tercatat memiliki kualifikasi doktor, menduduki jabatan akademik Lektor, serta telah memperoleh sertifikasi pendidik.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
Pendidikan magister dan doktor bidang manajemen kemudian ditempuh di Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Selain mengajar, Mahmud Nuhung aktif membimbing mahasiswa dan menjalankan berbagai amanah kelembagaan di Unismuh Makassar.
Pimpin FEB Unismuh Periode 2013–2017
Mahmud Nuhung dipercaya menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar periode 2013–2017.
Pada masa kepemimpinannya, Fakultas Ekonomi berkembang menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Sejumlah penguatan akademik berlangsung pada periode tersebut, termasuk peningkatan akreditasi Program Studi Manajemen serta Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP).
FEB Unismuh juga mengembangkan Program Studi Ekonomi Islam dan Program Diploma Tiga Perpajakan.
Mahmud Nuhung turut mendorong penguatan fasilitas pembelajaran, laboratorium komputer, perpustakaan, bank mini, serta perluasan jejaring kerja sama.
Ia memandang kemitraan dengan perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan dunia perbankan penting untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing mahasiswa.
Masa kepemimpinannya sebagai dekan berakhir pada 4 Maret 2017. Jabatan Dekan FEB Unismuh kemudian dilanjutkan Ismail Rasulong, S.E., M.M.
Jabat Direktur Kerja Sama dan Humas
Setelah menyelesaikan amanah sebagai dekan, Mahmud Nuhung tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan kelembagaan Unismuh Makassar.
Ia dipercaya sebagai Direktur Kerja Sama, Humas, dan Keprotokoleran Unismuh Makassar periode 2017–2021.
Dalam jabatan tersebut, Mahmud Nuhung terlibat dalam penguatan jejaring kelembagaan, pengembangan kerja sama, komunikasi publik, pemberitaan, dan pelayanan keprotokoleran universitas.
Ia menjadi salah satu figur yang aktif menyampaikan perkembangan dan capaian Unismuh Makassar kepada masyarakat melalui media massa.
Pengalamannya sebagai akademisi dan pimpinan fakultas menjadi bekal dalam membangun hubungan Unismuh dengan berbagai mitra di tingkat daerah maupun nasional.
Pimpin Halal Center Unismuh
Mahmud Nuhung juga pernah dipercaya sebagai Ketua Halal Center Unismuh Makassar.
Melalui lembaga tersebut, ia terlibat dalam edukasi dan pendampingan sertifikasi halal, penguatan jejaring kelembagaan, serta pelatihan pendamping produk halal.
Halal Center Unismuh juga menjalin komunikasi dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah serta berbagai lembaga yang bergerak dalam pengembangan ekosistem halal.
Kiprah tersebut sejalan dengan latar belakang keilmuannya dalam bidang ekonomi dan manajemen serta pengabdiannya di lingkungan Muhammadiyah.
Aktif di Muhammadiyah Sejak Muda
Jejak organisasi Mahmud Nuhung tumbuh sejak usia muda.
Ia pernah aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan. Organisasi otonom Muhammadiyah itu menjadi salah satu ruang awal kaderisasi dan pembentukan karakter kepemimpinannya.
Pengabdian tersebut kemudian berlanjut di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Mahmud Nuhung pernah menjadi pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan pada Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata.
Selain aktif di lingkungan akademik dan Muhammadiyah, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Harian Partai Golkar Kota Makassar.
Aktivitasnya di berbagai bidang memperlihatkan luasnya ruang pengabdian almarhum, mulai dari pendidikan, ekonomi, organisasi keagamaan hingga kehidupan sosial dan politik.
Terima Penghargaan sebagai Dosen Purnabakti
Dedikasi Mahmud Nuhung terhadap pengembangan FEB Unismuh mendapat apresiasi dari fakultas.
Pada 2024, ia menerima penghargaan sebagai salah seorang dosen purnabakti yang dinilai telah memberikan kontribusi terhadap perjalanan dan perkembangan FEB Unismuh Makassar.
Bagi keluarga besar Unismuh, Mahmud Nuhung dikenang sebagai akademisi senior yang menjalani perjalanan panjang pengabdian.
Ia mengawali kiprahnya sebagai kader IPM, kemudian menjadi dosen, Dekan Fakultas Ekonomi, Direktur Kerja Sama, Humas, dan Keprotokoleran, serta Ketua Halal Center Unismuh Makassar.
Kepergian Mahmud Nuhung meninggalkan duka mendalam bagi sang istri, lima anak, tujuh cucu, keluarga besar, kolega, mahasiswa, serta sivitas akademika Unismuh Makassar.
Almarhum juga meninggalkan jejak pengabdian panjang bagi dunia pendidikan dan Persyarikatan Muhammadiyah.***


















