BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Prof dr Budu, PhD, SpM(K), memberikan apresiasi kepada Kepala Bagian Umum LLDIKTI IX, Syahruddin, ST, MM, yang berhasil meraih gelar doktor Ilmu Manajemen dengan predikat pujian atau cum laude.
Apresiasi tersebut disampaikan Prof Budu saat memberikan sambutan pada sidang promosi doktor Syahruddin di Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) Bongaya, Sabtu (10/10/2026).
Syahruddin yang akrab disapa Udin berhasil menyelesaikan pendidikan doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Keberhasilan tersebut sekaligus menempatkan Syahruddin sebagai doktor ketiga yang diluluskan STIEM Bongaya.
Pada sambutannya, Prof Budu menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan jajaran STIEM Bongaya yang telah mendampingi proses pendidikan Syahruddin hingga berhasil menyelesaikan studi doktor Ilmu Manajemen.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar LLDIKTI Wilayah IX.
Prof Budu: Pegawai Muda Harus Mencontoh
Prof Budu menilai semangat Syahruddin melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor patut mendapat apresiasi.
Terlebih, Syahruddin menempuh pendidikan S3 ketika masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara sudah mendekati purnabakti.
Bagi Prof Budu, usia dan masa kerja tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengembangkan pengetahuan.
Ia berharap semangat belajar yang ditunjukkan Syahruddin menjadi contoh bagi pegawai LLDIKTI Wilayah IX, terutama kalangan aparatur muda.
Menurutnya, apabila pegawai yang mendekati masa purnabakti masih memiliki semangat menyelesaikan pendidikan doktor, pegawai yang berusia lebih muda semestinya memiliki motivasi lebih besar untuk meningkatkan kualifikasi akademik.
Sosok Syahruddin dinilainya telah menunjukkan bahwa kesibukan menjalankan tugas birokrasi dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kapasitas akademik.
Disertasi Syahruddin Dinilai Bermanfaat bagi LLDIKTI IX
Prof Budu juga memberikan perhatian terhadap tema disertasi yang diangkat Syahruddin.
Disertasi tersebut berjudul “Sinergitas Transformasi Jabatan, Kompetensi dan Sistem Manajemen SDM dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai dan Percepatan Layanan pada LLDIKTI Wilayah IX.”
Menurut Prof Budu, tema penelitian tersebut memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan pengembangan organisasi dan peningkatan pelayanan di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.
Kajian mengenai transformasi jabatan, kompetensi pegawai, dan sistem manajemen sumber daya manusia dinilainya penting untuk mendukung peningkatan kinerja aparatur.
Terlebih, LLDIKTI memiliki tanggung jawab memberikan layanan kepada perguruan tinggi dalam wilayah kerjanya.
Karena itu, Prof Budu berharap hasil penelitian Syahruddin dapat menjadi bahan masukan bagi penguatan tata kelola kelembagaan, penataan sumber daya manusia, dan percepatan pelayanan pada masa mendatang.
Penelitian Syahruddin sendiri melibatkan 269 responden yang terdiri atas pegawai dan dosen dipekerjakan (DPK) di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi jabatan, kompetensi pegawai, dan sistem manajemen SDM berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai.
Sementara itu, kinerja pegawai menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan percepatan layanan.
Prof Budu Kenal Syahruddin Sejak Puluhan Tahun
Pada sambutannya, Prof Budu juga mengungkapkan kedekatan profesionalnya dengan Syahruddin yang telah terjalin sejak puluhan tahun lalu.
Ia mengenal Syahruddin ketika masih terlibat dalam perintisan perguruan tinggi kesehatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Saat itu, Prof Budu telah menjalin komunikasi dengan Syahruddin yang bekerja di lingkungan Kopertis Wilayah IX, sebelum lembaga tersebut bertransformasi menjadi LLDIKTI.
Pengalaman tersebut membuat Prof Budu mengenal cukup dekat perjalanan pengabdian Syahruddin dalam memberikan pelayanan kepada perguruan tinggi.
Menurutnya, Syahruddin merupakan aparatur yang memahami seluk-beluk pekerjaan dan pembagian tugas di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.
Prof Budu bahkan mengibaratkan sosok Syahruddin seperti seorang kepala sekolah yang memahami sekaligus mengatur jalannya berbagai tugas dalam organisasi.
Dalam pandangannya, Syahruddin mengetahui bidang pekerjaan masing-masing bagian, memahami alur koordinasi, serta memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan administrasi kelembagaan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu kekuatan Syahruddin dalam menjalankan amanah sebagai Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX.
Mengabdi Sejak 1993
Syahruddin merupakan aparatur senior yang telah mengabdi di lingkungan Kopertis Wilayah IX sejak 1993.
Pria kelahiran Ujung Pandang, 15 Desember 1968, itu telah melewati berbagai pergantian kepemimpinan dan perubahan kelembagaan selama lebih dari tiga dekade.
Kariernya dimulai sebagai Asisten Laboratorium Growth Centre Kopertis Wilayah IX pada 1993–1995.
Setelah itu, ia menjalankan sejumlah tugas pada bagian perencanaan, umum, kelembagaan, hingga perencanaan dan keuangan.
Pada 5 Juli 2022, Syahruddin dilantik sebagai Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek saat itu, Ir Suharti, MA, PhD, di Jakarta.
Di tengah tanggung jawabnya sebagai pejabat struktural, Syahruddin melanjutkan pendidikan doktor Ilmu Manajemen di STIEM Bongaya sejak 2023.
Perjalanan akademik tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya gelar doktor berpredikat cum laude dan IPK 4,00.
Sejumlah Pimpinan Perguruan Tinggi Hadir
Sidang promosi doktor Syahruddin turut dihadiri Ketua STIEM Bongaya, Prof Dr Hj Jannati Tangngisalu, SE, MSi.
Hadir pula Ketua STIE AMKOP Makassar, Dr H Gunawan Bata Ilyas, SE, MS, Rektor Universitas Wira Bhakti Makassar (Uwiba), Dr Ir Abdul Haris, ST, SE, MSi, MM, serta Rektor Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, M Darwis Nur Tinri, SSos, MSi.
Bagi Prof Budu, keberhasilan Syahruddin menyelesaikan pendidikan doktor tidak hanya menambah kualifikasi akademik seorang pejabat LLDIKTI.
Pencapaian tersebut juga menjadi pesan bagi aparatur bahwa pengembangan kompetensi dan pendidikan berkelanjutan merupakan bagian penting dari pengabdian dalam pelayanan publik.
Semangat belajar Syahruddin menjelang purnabakti diharapkan dapat menginspirasi generasi muda LLDIKTI Wilayah IX untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat profesionalisme, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada perguruan tinggi.***


















