BERITASEMBILAN.Com-Pangkep. Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangkep menggelar rapat koordinasi dalam rangka mendorong peningkatan kompetensi guru menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Meeting Room UPT SDN 18 Tumampua I Pangkep, Sabtu (10/10/2026), pukul 13.00 Wita hingga selesai.
Ketua Bidang Kominfo PGRI Kabupaten Pangkep, Hairuddin Ishak,S.Pd.,M.Pd kepada media, mengatakan rapat koordinasi ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Gerakan Satu Juta Guru Mahir Koding dan AI di Kabupaten Pangkep.
Menurutnya, program tersebut akan dilaksanakan di 14 cabang dan cabang khusus PGRI Kabupaten Pangkep.
“PGRI Pangkep terus mendorong guru meningkatkan kompetensi, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi, koding, dan kecerdasan artifisial,” kata Hairuddin, S.Pd., M.Pd., kepada media.
Ia menjelaskan, perkembangan AI menuntut guru untuk lebih adaptif dalam menjalankan tugas pembelajaran.
Guru tidak hanya dituntut memahami teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk memperkuat proses belajar mengajar di sekolah.
Karena itu, PGRI Pangkep menilai Gerakan Satu Juta Guru Mahir Koding dan AI menjadi momentum penting untuk memperluas literasi digital guru.
Melalui gerakan ini, guru diharapkan mampu mengenal dasar-dasar koding, memahami pemanfaatan AI, serta mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I PGRI Pangkep, Herwan Syam, S.Pd., M.Pd.; Wakil Ketua II, Drs. H. Alimuddin, M.Pd.; Wakil Ketua III, H. Nasaruddin, S.Pd., M.Pd.; serta Sekretaris Umum, Baso Wahab, S.Pd., M.Pd.
Turut hadir para pengurus PGRI Kabupaten Pangkep serta pengurus 14 cabang dan cabang khusus PGRI se-Kabupaten Pangkep.
Hairuddin menambahkan, keterlibatan pengurus cabang sangat penting karena pelaksanaan gerakan ini membutuhkan koordinasi hingga tingkat bawah.
Program peningkatan kompetensi guru tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi dapat menjangkau guru-guru di seluruh cabang PGRI Pangkep.
“Koordinasi dengan cabang dan cabang khusus menjadi penting agar gerakan ini berjalan merata dan memberi manfaat langsung bagi guru,” ujarnya.
PGRI Pangkep berharap gerakan ini mampu melahirkan guru-guru yang lebih siap menghadapi perubahan dunia pendidikan.
Selain meningkatkan kemampuan teknologi, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat semangat profesionalisme guru dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Melalui rapat koordinasi tersebut, PGRI Kabupaten Pangkep menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam penguatan kapasitas guru, khususnya dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial.***


















