BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Dr. Syahruddin, S.T., M.M., mewakili Plt Kepala LLDIKTI IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M. (K), mengapresiasi perkembangan Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) yang dinilainya menunjukkan kemajuan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Apresiasi tersebut disampaikan Syahruddin saat menghadiri Wisuda Sarjana dan Ahli Madya ke-22 Universitas Cokroaminoto Makassar di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, Kamis (15/10/2026).
Dalam sambutannya, Syahruddin menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur dari jumlah mahasiswa, banyaknya lulusan, maupun perkembangan kelembagaan.
Menurutnya, ukuran penting kualitas perguruan tinggi adalah sejauh mana keberadaannya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Karena itu, perguruan tinggi perlu terus memperkuat pelaksanaan tridarma, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Syahruddin menilai UCM telah memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan, terutama dalam peningkatan produktivitas dosen dan penguatan kegiatan akademik.
Apresiasi Kepemimpinan Rektor Lukman Daris
Pada kesempatan tersebut, Syahruddin secara khusus memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Rektor UCM, Dr. Lukman Daris, S.Pi., M.Si.
Menurutnya, selama kepemimpinan Lukman Daris, Universitas Cokroaminoto Makassar menunjukkan tren perkembangan yang positif.
Salah satu indikator yang menjadi perhatiannya adalah meningkatnya produktivitas dosen UCM dalam memperoleh hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari tahun ke tahun.
Capaian tersebut dinilai memperlihatkan kesungguhan perguruan tinggi dalam mengembangkan budaya akademik dan meningkatkan kontribusi keilmuan bagi masyarakat.
Bagi Syahruddin, keberhasilan memperoleh hibah penelitian dan pengabdian merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kualitas dosen dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Ia berharap perkembangan tersebut dapat terus dipertahankan melalui kerja sama seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika.
“Saya percaya, di bawah kepemimpinan Bapak Rektor dan dengan dukungan seluruh sivitas akademika, UCM akan terus berkembang dan semakin luas memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Syahruddin.
Ia menilai dukungan seluruh sivitas akademika menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan program pengembangan perguruan tinggi.
Perguruan Tinggi Harus Memberikan Dampak Nyata
Syahruddin juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab lebih luas daripada sekadar menyelenggarakan perkuliahan dan menghasilkan lulusan.
Menurutnya, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus harus dapat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Penelitian dosen diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan pembangunan.
Demikian pula, kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu diarahkan untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Syahruddin menegaskan pentingnya menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan nyata di lingkungan sosial.
Dengan demikian, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya tercermin dari capaian administratif, tetapi juga dari kualitas lulusan, produktivitas akademik, dan kontribusi institusi terhadap pembangunan.
Pandangan tersebut sekaligus menjadi pesan bagi seluruh perguruan tinggi agar terus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Lulusan Diminta Mengamalkan Ilmu
Selain memberikan apresiasi terhadap perkembangan UCM, Syahruddin juga menyampaikan pesan kepada para wisudawan dan wisudawati.
Ia mengingatkan bahwa gelar akademik yang diperoleh merupakan bekal untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan lulusan akan terlihat dari kemampuan mereka menghadapi tantangan, menyelesaikan persoalan, dan memberikan kontribusi di lingkungan masing-masing.
Lulusan perguruan tinggi juga diharapkan terus meningkatkan kompetensi agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.
Karena itu, proses belajar tidak boleh berhenti setelah seseorang memperoleh ijazah.
Semangat mengembangkan diri dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam membangun karier serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mahasiswa Baru UCM Meningkat 47 Persen
Sementara itu, Rektor UCM, Dr. Lukman Daris, S.Pi., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian universitas selama dua tahun sembilan bulan kepemimpinannya.
Salah satu perkembangan yang cukup menonjol adalah peningkatan jumlah mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 sekitar 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lukman juga mengungkapkan bahwa seluruh program studi di lingkungan UCM telah terakreditasi.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika.
“Keberhasilan ini bukan hasil kerja rektor semata, melainkan hasil kerja tim. Capaian ini terwujud berkat kolaborasi dan dukungan seluruh pihak di lingkungan UCM,” kata Lukman.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah pelaksanaan wisuda ke-22, jumlah alumni UCM secara keseluruhan telah mencapai 3.159 orang.
Para alumni tersebut telah bekerja dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemerintahan, TNI, Polri, pelayanan kesehatan, hingga dunia usaha.
Wisudawan tahun ini berasal dari lima fakultas dengan 10 program studi.
Berdasarkan data akademik, IPK tertinggi lulusan mencapai 4,00, terendah 2,92, dan rata-rata 3,71.
Adapun masa studi tercepat program sarjana tercatat tiga tahun sembilan bulan, dengan rata-rata masa studi empat tahun satu bulan.
Dorong Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi
Ketua Yayasan Sari Sulsel yang menaungi UCM, Dr. Rahmat Hasanuddin, M.Si., turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan universitas.
Ia menilai kemajuan UCM tidak terlepas dari kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika.
Rahmat berharap kerja sama tersebut terus diperkuat untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan dan daya saing universitas.
Pada wisuda tersebut, Ketua Senat UCM, Dr. Andi Suryani Syamsuddin, S.E., M.M., juga berpesan agar lulusan senantiasa menjaga integritas dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam berkarya.
Wisuda ke-22 UCM turut menghadirkan orasi ilmiah oleh Dr. Yundini Husni Djamaluddin, M.Si., putri penyair asal Mandar, Husni Djamaluddin, yang dikenal sebagai salah seorang tokoh pendiri UCM.
Bagi LLDIKTI Wilayah IX, perkembangan UCM menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi swasta.
Syahruddin berharap peningkatan produktivitas dosen, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta kualitas lulusan dapat terus menjadi perhatian dalam pengembangan universitas.
Ia menegaskan kembali bahwa perguruan tinggi yang berkualitas adalah perguruan tinggi yang mampu menghadirkan manfaat nyata melalui ilmu pengetahuan dan kompetensi para lulusannya.
Dukungan pimpinan, yayasan, dan seluruh sivitas akademika, Universitas Cokroaminoto Makassar diharapkan terus berkembang sekaligus memperluas kontribusinya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.***


















