BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan menggelar Wisuda Ke-89 selama dua hari, Selasa–Rabu (20–21/10/2026).
Sebanyak 1.598 lulusan dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda yang dipusatkan di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar.
Menariknya, dua kepala daerah di Sulawesi Selatan dijadwalkan menghadiri wisuda tersebut.
Keduanya adalah Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, M.Si., dan Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.
Kedua bupati direncanakan hadir pada hari berbeda dan masing-masing akan menyampaikan pesan kepada para wisudawan.
Selain menghadiri prosesi wisuda, Bupati Sinjai dan Bupati Maros juga dijadwalkan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Unismuh Makassar.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Prof Andis: Wisudawan Adalah Tamu Agung
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., menegaskan bahwa pelayanan kepada wisudawan dan keluarga harus menjadi perhatian utama panitia.
Prof. Andis, sapaan akrabnya, menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan terkait persiapan Wisuda Ke-89 di Kampus Unismuh Makassar, Senin (19/10/2026).
“Yang diwisuda ini adalah tamu-tamu kita, tamu agung kita,” ujar Prof. Andis.
Sebagai penanggung jawab pelaksanaan wisuda, Prof. Andis mengingatkan panitia agar memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lulusan dan keluarga yang hadir.
Menurutnya, wisudawan merupakan pihak yang harus memperoleh penghormatan utama dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Karena itu, berbagai aspek teknis pelaksanaan perlu dipersiapkan secara matang.
Mulai dari pengaturan kedatangan wisudawan, penempatan tempat duduk, ruang tunggu keluarga, pengelolaan parkir, hingga ketepatan waktu pelaksanaan prosesi.
Panitia juga menyiapkan layar bagi keluarga wisudawan yang tidak tertampung di ruang utama agar tetap dapat menyaksikan jalannya wisuda.
Perhatian terhadap pelayanan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada wisudawan maupun keluarga yang datang dari berbagai daerah.
FKIP Sumbang Lulusan Terbanyak
Ketua Panitia Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar, Prof. Munirah, menyampaikan bahwa jumlah lulusan yang akan mengikuti prosesi mencapai 1.598 orang.
Dari jumlah tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi fakultas dengan lulusan terbanyak, yakni 402 orang.
Posisi berikutnya ditempati Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dengan 274 lulusan.
Selanjutnya, Fakultas Teknik sebanyak 227 lulusan dan Program Pascasarjana 211 lulusan.
Sementara itu, Fakultas Agama Islam (FAI) meluluskan 158 orang, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 148 orang.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyumbang 128 lulusan, sedangkan Fakultas Pertanian sebanyak 50 lulusan.
Berikut rincian jumlah wisudawan Unismuh Makassar periode Oktober 2026:
| Fakultas/Program | Jumlah lulusan |
| FKIP | 402 |
| FKIK | 274 |
| Fakultas Teknik | 227 |
| Pascasarjana | 211 |
| FAI | 158 |
| FEB | 148 |
| FISIP | 128 |
| Fakultas Pertanian | 50 |
| Total | 1.598 |
Jumlah lulusan tersebut berasal dari berbagai program pendidikan yang diselenggarakan Unismuh Makassar.
Wisudawan Diminta Hadir Pukul 07.00 WITA
Untuk memastikan kelancaran kegiatan, panitia menggelar gladi wisuda pada Senin (19/10/2026), pukul 13.00 WITA.
Gladi berlangsung di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, yang juga menjadi lokasi pelaksanaan wisuda.
Sementara itu, prosesi wisuda pada Selasa dan Rabu dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WITA.
Seluruh wisudawan diminta sudah berada di lantai tiga gedung paling lambat pukul 07.00 WITA.
Ketentuan tersebut diberlakukan agar proses persiapan dan pengaturan tempat duduk dapat berjalan tertib sebelum sidang senat terbuka dimulai.
Berdasarkan pengaturan panitia, lantai tiga diperuntukkan bagi wisudawan, anggota senat, pimpinan universitas, tamu undangan, serta orang tua wisudawan berprestasi tingkat fakultas dan universitas.
Adapun orang tua wisudawan lainnya ditempatkan di lantai empat gedung.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas ruangan dengan jumlah peserta dan undangan yang hadir.
Siapkan Parkir, Bazar UMKM dan Siaran YouTube
Selain menyiapkan ruang pelaksanaan wisuda, panitia juga melakukan pengaturan parkir untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama dua hari kegiatan.
Jumlah wisudawan yang mencapai 1.598 orang diperkirakan akan diikuti kedatangan keluarga dan pendamping dari berbagai daerah.
Karena itu, pengaturan arus kendaraan dan area parkir menjadi salah satu perhatian panitia.
Di sekitar kampus, panitia juga membuka ruang bazar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran bazar tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menawarkan produk kepada pengunjung selama pelaksanaan wisuda.
Sementara bagi keluarga yang tidak dapat mengikuti prosesi secara langsung, Unismuh Makassar menyediakan siaran melalui kanal YouTube resmi universitas.
Melalui fasilitas tersebut, keluarga wisudawan tetap dapat menyaksikan rangkaian kegiatan dari tempat masing-masing.
Wisuda Jadi Momentum Perkuat Kerja Sama Daerah
Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar tidak hanya menjadi momentum akademik bagi 1.598 lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Unismuh Makassar memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah.
Rencana kehadiran Bupati Sinjai Ratnawati Arif dan Bupati Maros Chaidir Syam, yang dirangkaikan dengan penandatanganan MoU, menjadi bagian penting dalam agenda wisuda tahun ini.
Kerja sama perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Di sisi lain, arahan Prof. Andis mengenai pentingnya pelayanan kepada wisudawan menjadi penekanan tersendiri dalam persiapan kegiatan.
Dengan melibatkan ribuan lulusan dan keluarga, panitia diharapkan mampu menyelenggarakan wisuda secara tertib, nyaman, dan tepat waktu.
Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar sekaligus menandai lahirnya lulusan baru yang diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.


















