BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof Budu, mengingatkan tiga persoalan yang bisa membuat perguruan tinggi swasta (PTS) meredup hingga tutup. Persoalan itu meliputi konflik internal, ketidakpatuhan terhadap standar pendidikan, serta kegagalan beradaptasi.
Hal tersebut disampaikan Budu saat memberikan sambutan pada Wisuda Ke-89 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Gedung Balai Sidang Unismuh Makassar, Selasa (20/10/2026).
Budu mengatakan, selama sekitar dua bulan menjalankan tugas sebagai Plt Kepala LLDIKTI IX, ia mencermati kondisi sekitar 216 PTS di wilayah kerjanya. Ada kampus yang maju, berkembang, membutuhkan pembinaan, hingga mengalami kemunduran.
Persoalan pertama yang disorotinya adalah dinamika internal antara pemilik yayasan dan pengelola kampus. Menurutnya, masalah tersebut paling sering mengganggu perkembangan perguruan tinggi swasta.
Di Unismuh Makassar, Budu menilai keberadaan Persyarikatan Muhammadiyah memberikan fondasi kelembagaan yang kuat. Ia berharap kekuatan itu terus dijaga agar pengelolaan kampus tidak terganggu gejolak internal.
Faktor kedua adalah ketidakpatuhan pengelola terhadap standar pendidikan tinggi. Budu mengingatkan bahwa penyelenggaraan pendidikan harus mengikuti ketentuan, baik dalam kegiatan akademik maupun pengelolaan institusi.
Ia menyebut sistem pemantauan kementerian semakin mampu mendeteksi ketidaksesuaian. Karena itu, kampus perlu menjaga integritas akademik, mencegah plagiarisme, serta memastikan bantuan pendidikan dan hibah dikelola secara akuntabel.
Budu turut menyinggung pengelolaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah serta hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya pelaksanaan program sesuai ketentuan.
Faktor ketiga adalah kampus yang tidak transformatif dan kurang adaptif terhadap perubahan.
Budu mencontohkan program studi yang berulang kali menerima mahasiswa baru dalam jumlah sangat sedikit, bahkan kurang dari 10 orang. Kondisi itu, menurutnya, harus segera dievaluasi.
Pengelola dapat mempertimbangkan penyesuaian program studi, penggabungan, atau penutupan sesuai ketentuan. Ia juga mengingatkan agar pembukaan prodi baru tidak dilakukan terburu-buru tanpa mempertimbangkan kondisi prodi yang sudah ada.
Apresiasi 36 Prodi Unggul Unismuh
Dalam kesempatan tersebut, Budu mengapresiasi 36 program studi Unismuh Makassar yang telah terakreditasi unggul. Ia menyebut capaian itu berasal dari lebih dari 70 prodi yang dimiliki Unismuh.
Menurutnya, jumlah prodi unggul tersebut masih berpeluang bertambah. Akreditasi menjadi cerminan mutu sekaligus citra perguruan tinggi di mata masyarakat.
Budu juga menyoroti pentingnya sistem penjaminan mutu dan pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
Ia menilai Unismuh mulai melakukan penyesuaian tersebut. Pengembangan dapat dilakukan melalui kesinambungan jenjang sarjana, magister, dan doktor, serta penguatan konsentrasi keilmuan.
Menurut Budu, generasi Z semakin mempertimbangkan peluang kerja ketika memilih program studi. Perguruan tinggi perlu merespons kebutuhan itu melalui pendidikan yang membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan.
Soroti Jumlah Mahasiswa Baru dan Lulusan
Budu turut membahas keseimbangan jumlah mahasiswa baru dengan lulusan Unismuh Makassar.
Ia mengingat kehadirannya pada penerimaan mahasiswa baru Unismuh tahun 2026 yang diikuti sekitar 5.000 orang. Sementara itu, peserta wisuda kali ini mendekati 1.600 orang.
Dengan pelaksanaan wisuda tiga kali setahun, Budu memperkirakan jumlah lulusan dapat mendekati jumlah mahasiswa baru yang diterima. Keseimbangan tersebut menjadi salah satu aspek yang dipantau LLDIKTI IX.
Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (20–21/10/2026). Sebanyak 1.598 lulusan dari tujuh fakultas dan Program Pascasarjana dijadwalkan mengikuti prosesi tersebut.


















