Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

WR I Unismuh Makassar Prof Andi Sukri Syamsuri Dilantik Jadi Ketua HISKI Sulsel di Yogyakarta

×

WR I Unismuh Makassar Prof Andi Sukri Syamsuri Dilantik Jadi Ketua HISKI Sulsel di Yogyakarta

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Prof Dr H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, resmi dilantik sebagai Ketua Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sulawesi Selatan.

Akademisi yang akrab disapa Prof Andis tersebut dilantik langsung oleh Ketua Umum HISKI Pusat, Prof Dr Novi Anoegrajekti, MHum, di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (26/10/2026).

Example 300x600

Pelantikan ini menjadi momentum penguatan organisasi kesusastraan di Sulawesi Selatan, terutama dalam mengembangkan kajian sastra, memperluas jejaring akademik, serta melestarikan kekayaan budaya daerah.

Kepengurusan HISKI Sulsel, Prof Andis didampingi dosen Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Azis Nojeng, sebagai sekretaris.

Sementara posisi bendahara dipercayakan kepada Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Munirah Hasyim, M.Hum.

Kepengurusan HISKI Sulsel juga melibatkan sejumlah akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.

Sejumlah pengurus yang hadir dalam pelantikan tersebut di antaranya Prof Dr Munirah, Dr Besse Darmawati, Dr Muh Akhir, Dr Hasriani Sheria, Dr Hj Andi Hasrianti, Dr H Syahruddin, Dr Ririn Sabriadi, Dr Haslindah, dan Dr Maria Ulva.

Turut hadir pembina HISKI Sulsel, Prof Dr A Takko Bandung, MHum, bersama sejumlah pengurus lainnya.

Prof Andis Pimpin Penguatan Kajian Sastra Sulsel

Terpilihnya Prof Andi Sukri Syamsuri sebagai Ketua HISKI Sulsel diharapkan semakin memperkuat peran organisasi tersebut dalam pengembangan ilmu kesusastraan dan kebudayaan daerah.

Sulawesi Selatan memiliki kekayaan tradisi sastra yang berkembang dalam berbagai bahasa dan kebudayaan lokal, termasuk tradisi sastra Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja.

Kekayaan tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan melalui penelitian, publikasi ilmiah, kegiatan akademik, dan kerja sama antarlembaga.

Di bawah kepemimpinan Prof Andis, HISKI Sulsel diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi bagi dosen, peneliti, sastrawan, dan pemerhati kebudayaan dalam mengembangkan kajian kesusastraan.

Kehadiran akademisi dari Unismuh Makassar, UNM, Unhas, serta perguruan tinggi lainnya dalam struktur kepengurusan menjadi modal untuk memperluas kerja sama lintas kampus.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong pengembangan penelitian sastra daerah yang relevan dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.

Ketua Umum HISKI Pusat Dorong Penguatan Riset Sastra

Pelantikan pengurus HISKI Sulsel berlangsung bersamaan dengan pelantikan sejumlah komisariat HISKI dari berbagai wilayah dan perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya HISKI Pusat memperkuat jejaring keilmuan kesusastraan secara nasional.

Ketua Umum HISKI Pusat, Prof Novi Anoegrajekti, dalam arahannya menekankan pentingnya organisasi sarjana kesusastraan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, kajian sastra tidak dapat dilepaskan dari dinamika kebudayaan dan kehidupan masyarakat.

Karena itu, pengembangan penelitian sastra perlu memberikan perhatian terhadap kekayaan budaya lokal sekaligus menjawab tantangan perubahan sosial.

Prof Novi juga mendorong penguatan riset kesusastraan berbasis kearifan lokal dan perluasan kontribusi akademisi sastra kepada masyarakat.

Melalui penguatan organisasi di berbagai daerah, HISKI diharapkan mampu memperluas kerja sama penelitian, pendidikan, publikasi, serta pelestarian karya sastra Nusantara.

Dorong Sastra Lokal ke Tingkat Nasional dan Internasional

Kepengurusan HISKI Sulsel di bawah kepemimpinan Prof Andis diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi pengembangan sastra daerah.

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah memperkuat kajian terhadap karya sastra dan tradisi lisan masyarakat Sulawesi Selatan agar semakin dikenal dalam forum akademik nasional maupun internasional.

Selain penelitian, pengembangan kesusastraan juga dapat dilakukan melalui seminar, diskusi ilmiah, penerbitan karya, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan kebudayaan.

Perkembangan teknologi digital turut membuka peluang baru dalam pendokumentasian, publikasi, dan penyebarluasan karya sastra daerah kepada generasi muda.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi HISKI Sulsel untuk mempertemukan pendekatan akademik dengan kebutuhan pelestarian kebudayaan di tengah masyarakat.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *