BERITASEMBILAN.Com-Takalar. Mahasiswa Institut Teknologi Pertanian (ITP) angkatan IV menggelar Seminar Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kantor Desa Pao, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal mahasiswa dalam menyusun dan mematangkan program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada inovasi pertanian, pengembangan agribisnis, transformasi digital, serta teknologi pakan ternak.
Seminar dihadiri Penjabat (Pj) Kepala Desa Pao, Firman Arifin, S.Sos., bersama jajaran pemerintah desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ahmad Baharuddin beserta anggota, serta sejumlah pimpinan Institut Teknologi Pertanian.
Hadir pula Wakil Rektor I ITP, Dr. H. Abdullah, M.M., Wakil Rektor II, Dr. Ir. Ihwan, S.P., M.M., M.H., IPM., serta dosen pembimbing lapangan Hardianti, S.Pt., M.Si., Ayu Puspitasari, S.P., M.Si., dan Ikramullah, S.IP., M.AP.
Kegiatan ini juga diikuti mahasiswa peserta KKN, perangkat desa, serta sejumlah unsur masyarakat Desa Pao.
Mahasiswa KKN Berasal dari Tiga Program Studi
Koordinator Desa mahasiswa KKN ITP, Muslimin Amin, mengatakan kegiatan pengabdian di Desa Pao melibatkan mahasiswa dari tiga program studi.
Ketiganya yakni Agribisnis, Bisnis Digital, serta Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak.
Menurut Muslimin, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan untuk menggurui warga, melainkan menjadi kesempatan belajar bersama sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan pengembangan ekonomi desa.
Karena itu, program kerja yang disusun diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak sekadar melaksanakan kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi warga.
Desa Pao Miliki Potensi Pertanian dan Wisata Alam
Ketua BPD Desa Pao, Ahmad Baharuddin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Institut Teknologi Pertanian yang kembali memilih Desa Pao sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Menurutnya, Desa Pao telah dua kali menjadi lokasi pengabdian mahasiswa ITP.
Ia menilai kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan desa, terutama dalam pengembangan potensi sumber daya alam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Desa Pao, kata Ahmad, memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta wisata alam.
Potensi tersebut membutuhkan pengelolaan dan inovasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain pengembangan sektor ekonomi, pemerintah desa juga terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia.
Ahmad turut menyinggung capaian Tim Penggerak PKK Desa Pao yang berhasil meraih prestasi hingga tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan di desa.
Wakil Rektor II ITP Tekankan Program Berbasis Kebutuhan Warga
Wakil Rektor II Institut Teknologi Pertanian, Dr. Ir. Ihwan, S.P., M.M., M.H., IPM., menegaskan pentingnya seminar program kerja sebagai tahapan awal pelaksanaan KKN.
Menurutnya, forum tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memaparkan rencana kegiatan sekaligus menerima masukan dari pemerintah desa, dosen pembimbing, dan masyarakat.
“Mahasiswa akan mempresentasikan program kerja yang dirancang murni berdasarkan hasil observasi di lapangan, melihat apa yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat. Dari sini, kita akan melakukan diskusi, evaluasi, serta mendengarkan masukan dan kritikan dari dosen pembimbing,” ungkap Ihwan.
Ia menjelaskan, penyusunan program kerja harus mempertimbangkan kondisi dan potensi desa agar kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu merancang program, tetapi juga memahami persoalan masyarakat serta mencari solusi melalui pendekatan keilmuan yang dimiliki.
Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi sebelum mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan selama berada di lokasi KKN.
Fokus Inovasi Pertanian, Agribisnis, dan Transformasi Digital
Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan rancangan program kerja dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pertanian dan Agribisnis, Transformasi Digital, serta Pengembangan Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak untuk Mendukung Pembangunan Desa Berkelanjutan.”
Tema tersebut mencerminkan keterlibatan tiga program studi dalam mendukung pengembangan potensi Desa Pao.
Bidang pertanian dan agribisnis menjadi salah satu perhatian karena sektor tersebut merupakan bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Sementara itu, transformasi digital diarahkan untuk mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.
Pada bidang peternakan, mahasiswa mengangkat pengembangan nutrisi dan teknologi pakan ternak sebagai bagian dari upaya peningkatan pengetahuan masyarakat.
Selain program yang berkaitan dengan potensi ekonomi desa, mahasiswa juga merencanakan kegiatan edukasi kebersihan lingkungan.
Program tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan masyarakat.
Warga Beri Masukan terhadap Program Mahasiswa
Pemaparan program kerja mahasiswa mendapat perhatian dari perangkat desa dan masyarakat yang hadir.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, saran, serta masukan terhadap rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan mahasiswa dalam menyempurnakan program kerja agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan warga sejak tahap perencanaan dinilai penting untuk membangun rasa memiliki terhadap program yang akan dijalankan.
Melalui dialog tersebut, mahasiswa juga dapat memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan potensi pembangunan Desa Pao.
Seminar program kerja ini diharapkan menjadi awal terbangunnya kerja sama antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Bagi mahasiswa ITP, kegiatan KKN menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan di lapangan.
Sementara bagi masyarakat Desa Pao, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan gagasan dan inovasi yang mendukung pengembangan pertanian, agribisnis, peternakan, serta pemanfaatan teknologi digital.
Melalui sinergi tersebut, program KKN Institut Teknologi Pertanian angkatan IV diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pao, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa.***


















