Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

UNIMEN dan UHO Dampingi Petani Kakao Enrekang, Dorong Hilirisasi Produk Lewat Teknologi dan Pemasaran Digital

×

UNIMEN dan UHO Dampingi Petani Kakao Enrekang, Dorong Hilirisasi Produk Lewat Teknologi dan Pemasaran Digital

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Enrekang. Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) bersama Universitas Halu Oleo (UHO) mendorong petani kakao di Desa Mata Allo, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan melalui pengolahan produk dan pemasaran digital.

Program tersebut dilaksanakan melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) 2026 yang mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).

Example 300x600

Kegiatan ini mengusung tema “Hilirisasi Produk Olahan Kakao melalui Penerapan Teknologi Natural-Based Alkalization dan Pemasaran Digital untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa Mata Allo Enrekang.”

Melalui program tersebut, petani diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan penjualan biji kakao kering, tetapi mulai mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Ketua Tim Pelaksana Kosabangsa UNIMEN, Dr. Asbar, M.Pd., M.Hum., bersama timnya mengembangkan program pemberdayaan yang mengintegrasikan teknologi pengolahan kakao, peningkatan kapasitas masyarakat, dan pemasaran berbasis digital.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah Natural-Based Alkalization, yakni metode pengolahan kakao menggunakan bahan alkali alami.

Teknologi tersebut diarahkan untuk menghasilkan bubuk kakao dengan warna yang lebih baik, tingkat keasaman lebih rendah, serta cita rasa yang lebih seimbang dan konsisten.

Penerapan teknologi ini diharapkan memberikan peluang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk kakao yang lebih kompetitif dibandingkan hanya menjual bahan baku.

Siapkan Mesin Pengolahan Kakao

Untuk mendukung pengembangan usaha, program Kosabangsa menyiapkan sejumlah peralatan pengolahan kakao.

Peralatan tersebut meliputi mesin sangrai, mesin pemecah dan pemisah kulit biji kakao, oven, mesin penggiling, mesin press hidraulik, serta hammer mill.

Pengadaan peralatan juga disertai penyusunan standar operasional prosedur (SOP) penanganan pascapanen dan pengolahan kakao.

Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan produk olahan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Program ini melibatkan dua kelompok masyarakat sebagai mitra utama, yakni Kelompok Tani Salu Bendo’ yang beranggotakan 19 orang dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Al Hadi dengan 20 anggota.

Kedua kelompok diarahkan mengambil peran yang saling melengkapi dalam pengembangan usaha kakao berbasis potensi lokal.

Ketua Kelompok Tani Salu Bendo’, Sopian, S.Pd., menyambut baik pendampingan yang diberikan perguruan tinggi kepada masyarakat.

Ia berharap teknologi dan keterampilan yang diperkenalkan dapat membantu petani mengembangkan hasil perkebunan menjadi produk olahan, sehingga tidak lagi bergantung pada penjualan biji kakao kering.

Libatkan Perempuan dalam Pemasaran Digital

Selain penguatan produksi, program Kosabangsa juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan perempuan melalui KWT Al Hadi.

Kelompok ini didorong mengembangkan diversifikasi produk, identitas merek, desain kemasan, serta promosi dan pemasaran digital.

Ketua KWT Al Hadi, Nida Wahyuni, mengatakan kemampuan mengolah kakao perlu didukung keterampilan mengemas dan memasarkan produk agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Karena itu, penguatan produksi dalam program ini berjalan beriringan dengan pengembangan pemasaran digital. Masyarakat didorong membangun identitas merek, desain kemasan, akun media sosial bisnis, toko pada marketplace, serta laman digital yang terintegrasi dengan kanal pemasaran,” katanya, Sabtu (31/10/2026).

Melalui penguatan pemasaran digital, produk olahan kakao Desa Mata Allo diharapkan memiliki identitas yang lebih kuat sekaligus memperoleh akses pasar di luar Kabupaten Enrekang.

Keterlibatan perempuan juga diharapkan membuka peluang usaha produktif dan meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian keluarga maupun desa.

Kolaborasi Dua Perguruan Tinggi

Program Kosabangsa 2026 dilaksanakan tim UNIMEN yang diketuai Dr. Asbar, M.Pd., M.Hum., dengan anggota Nirma Septia Ramlan Anjas, S.P., M.Si., dan Zarina, S.Pd., M.Ak.

Sementara itu, tim pendamping dari Universitas Halu Oleo dipimpin Prof. Dr. H. Tamrin, S.P., M.P., bersama Dr. Nini Mila Rahni, S.P., M.P.

Kolaborasi kedua perguruan tinggi tersebut diarahkan untuk memperkuat penerapan teknologi tepat guna sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha berbasis komoditas unggulan desa.

Kepala Desa Mata Allo, Usman Rasi, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya ditandai dengan tersedianya peralatan produksi, tetapi juga harus terlihat dari kemampuan masyarakat memanfaatkannya secara mandiri.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dan peralatan yang diperkenalkan benar-benar digunakan secara berkelanjutan, keterampilan masyarakat berkembang menjadi kemampuan produksi mandiri, serta produk yang dihasilkan mampu menembus pasar,” ujar Usman.

Dukungan pemerintah desa diharapkan memperkuat koordinasi antarkelompok serta menjaga keberlanjutan program setelah pendampingan perguruan tinggi selesai.

Melalui Program Kosabangsa 2026, UNIMEN dan UHO berupaya membangun model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis hilirisasi komoditas pertanian.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat mengubah posisi petani kakao Desa Mata Allo, dari sekadar penghasil bahan baku menjadi pelaku usaha yang terlibat dalam proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk.

Dengan demikian, nilai tambah komoditas kakao diharapkan semakin banyak dinikmati masyarakat desa sebagai penghasil utama bahan baku.

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *