BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek kerjasama dengan STIE AMKOP Makassar menggelar Sosialisasi Pemutakhiran Data SINTA, GARUDA, dan ARJUNA di Kampus STIE AMKOP, Jalan Meranti Pandang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat, 14 Nopember 2025.
Kegiatan ini dihadiri para dosen, pengelola jurnal, dari berbagai perguruan tinggi swasta di jajaran kantor LLDIKTI Wilayah IX serta para undangan lainnya.
Ketua STIE AMKOP Makassar, Dr. Gunawan, SE., M.Si, pada saat pembukaan menegaskan pentingnya pemutakhiran data penelitian dan publikasi ilmiah bagi seluruh perguruan tinggi.
“Kami sangat berterima kasih atas kerjasama ini yang merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola penelitian, publikasi, dan akreditasi jurnal ilmiah di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Dr. Gunawan, tiga sistem utama—SINTA, GARUDA, dan ARJUNA—merupakan pilar penting dalam peningkatan kualitas penelitian nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan ketiganya tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada komitmen para dosen, peneliti, dan pengelola jurnal.
“Pemutakhiran data bukan sekedar kewajiban administratif, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas akademik dan reputasi institusi,” tegasnya.
Gunawan juga menjelaskan bahwa data yang valid pada SINTA dan GARUDA serta jurnal yang terakreditasi melalui ARJUNA akan menjadi indikator kualitas SDM dan produktivitas penelitian sebuah perguruan tinggi.
Ia berharap sosialisasi ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarperguruan tinggi, sekaligus memperkuat platform pemanfaatan penelitian nasional.
“Sebagai kampus yang terus bertransformasi menjadi lembaga unggul, inovatif, dan berdaya saing global, STIE AMKOP berkomitmen mendukung setiap program Ditjen Riset dan Pengembangan,” katanya.
Di akhir perayaan, Dr. Gunawan menyampaikan penghargaan kepada narasumber, panitia, dan seluruh peserta.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar dan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia, khususnya di kawasan Timur,” tutupnya.***


















