BERITASEMBILAN.Com-Enrekang. Dunia pendidikan kembali menunjukkan perannya tidak hanya sebagai ruang belajar akademik, tetapi juga wadah berkembangnya bakat seni dan karakter peserta didik serta para pendidik.
Hal itu tampak pada ajang Porsenijar PGRI Kabupaten Enrekang 2025, Ahad (1/12/2025), ketika Tim Paduan Suara PGRI Cabang Alla tampil memukau di hadapan dewan juri dan ratusan penonton.
Di balik sukses penampilan tersebut, berdiri sosok pendidik muda yang menjadi motor kreatif sekaligus pengarah harmoni: Hajrah Mayanti, S.Pd, dirigen yang juga guru di SDN 132 Malele.
Kehadirannya menjadi bukti bahwa guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mampu berkontribusi pada pembangunan karakter dan pengembangan talenta seni dalam lingkungan pendidikan.
Ketua PGRI Cabang Alla, Harianto, S.Ag., M.Si., memuji totalitas tim yang telah berlatih cukup lama.“Mereka bukan hanya tampil, tetapi membawa semangat edukatif bahwa seni adalah bagian dari pembentukan karakter peserta didik dan guru. Kami bangga atas pencapaian ini,” ujarnya.
Seni sebagai Media Pembelajaran di PGRI Alla
Sebagai dirigen, Hajrah Mayanti menunjukkan pendekatan pedagogis yang kuat. Ia tidak hanya mengarahkan suara, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, kerja sama tim, dan rasa percaya diri—kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.
Bersama pelatih vokal Subran Yunus, S.Pd, ia membimbing tim melalui teknik vokal dasar, pembagian suara, hingga ekspresi panggung. Pendekatan pelatihan yang terencana membuat penampilan tim PGRI Alla memperoleh apresiasi luas dari cabang lain.
Ruang seni seperti paduan suara terbukti menjadi metode pembelajaran yang efektif untuk mengasah soft skills para pendidik, antara lain komunikasi, ketelitian, serta ekspresi estetis.
Hajrah Mayanti: Guru Muda yang Tumbuh Bersama Seni
Lahir di Ra’cak, Desa Mampu, pada 27 September 1989, Hajrah telah lama menunjukkan ketertarikan pada dunia seni dan pendidikan. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Pendidikan di Universitas Negeri Makassar, ia kini mengabdikan diri sebagai guru kelas sekaligus pembina kegiatan seni di sekolah.
Selama 6 tahun mengajar di SDN 132 Malele, ia dikenal sebagai guru yang aktif, energik, dan kreatif dalam menanamkan nilai-nilai pembelajaran melalui pendekatan estetika.
Hobinya travelling membuatnya memiliki wawasan lebih luas dan menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan metode pengajaran yang menyenangkan bagi siswa.
“Saya percaya pendidikan bukan hanya soal materi pelajaran, tetapi juga bagaimana membuat anak-anak berani mengekspresikan diri. Seni adalah salah satu jalannya,” ungkapnya dalam satu kesempatan.
Porsenijar: Wadah Penguatan Kompetensi Guru
Pelaksanaan Porsenijar PGRI Enrekang tidak sekadar ajang kompetisi. Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya guru-guru lintas cabang untuk berbagi praktik baik, meningkatkan kreativitas, hingga mempererat solidaritas antarpendidik.
Partisipasi PGRI Cabang Alla dalam cabang paduan suara menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya berkutat pada ruang kelas, melainkan mencakup seluruh aktivitas yang mengembangkan potensi manusia secara utuh.
Biodata Singkat Hajrah Mayanti, S.Pd
- Nama Panggilan: Ira Kurniawan
• Lahir: 27 September 1989, Ra’cak – Desa Mampu
• Domisili: Belajen Timur, Kambiolangi
• Pendidikan: S.Pd Universitas Negeri Makassar
• Profesi: Guru SDN 132 Malele
• Keahlian: Pengajaran SD, pembinaan paduan suara
• Hobi: Travelling
• Motto: “Lakukan apa saja yang positif dan membuatmu bahagia.”
Hadirnya sosok profesional seperti Hajrah Mayanti di bidang seni pendidikan, PGRI Cabang Alla membuktikan komitmen untuk terus melahirkan pendidik berkualitas yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi.
Penampilan mereka di Porsenijar tahun ini menjadi teladan bahwa seni dan pendidikan harus berjalan beriringan untuk melahirkan generasi yang lebih kreatif dan berkarakter.***


















