BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Kepala UPT SPF SD Inpres Bertingkat Kelapa Tiga, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Rahmawati, S.Pd, M.Pd, mengapresiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dosen lintas kampus di sekolah yang dipimpinnya, Sabtu (10/1/2026).
Rahmawati menyambut dengan penuh antusias kedatangan para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Makassar, Gowa, Parepare, hingga Sulawesi Barat. Sikap ramah juga ditunjukkan guru, tenaga kependidikan, serta para siswa yang tampak hangat menerima kehadiran para tamu akademisi tersebut.
Kegiatan ini merupakan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang dimotori oleh Dr Sri Gusty, ST, MT, bertepatan dengan Hari Gerakan Menanam Sejuta Pohon Sedunia, 10 Januari.
Pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Edukasi Ekologis dan Praktik Penanaman Pohon sebagai Media Pembelajaran Lingkungan di Sekolah”. Meski diguyur hujan, kegiatan tetap berlangsung dengan penuh semangat dan partisipasi aktif dari warga sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengimbasan program lingkungan, mengingat UPT SPF SD Inpres Kelapa Tiga 1 tengah berproses menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri. Kedua sekolah tersebut berada dalam satu kompleks di Jalan Bakti IV Nomor 51, Kelurahan Ballaparang.
Adapun dosen yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Dr Sri Gusty, ST, MT (Politeknik Negeri Ujung Pandang), Dr Ir A Muhammad Syafar, A.Md, ST, MT, IPM (Jurusan Teknik Informatika FST UIN Alauddin Makassar), Hestikah Eirene Patoding, ST, MT dan Titus Tandi Seno, ST, MT (Universitas Kristen Indonesia Paulus), Dr Ir Milawaty Waris, ST, MT (Universitas Sulawesi Barat), serta Inriyani, ST, MT (Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie).
Kegiatan yang merupakan program Penerbit Arsy Media ini juga melibatkan dua mahasiswa, Ilman Rais dan A Rifaldi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala UPT SPF SD Inpres Kelapa Tiga 1, Hj Nahidha Mallapiang, S.Pd, M.Pd, Kepala UPT SPF SD Inpres Banta-bantaeng 1, Hasdiarah Kadir, S.Pd, serta Tim Adiwiyata SDN Rappocini.
Pegiat Sekolah Ramah Anak, Rusdin Tompo, memberikan apresiasi atas inisiatif para dosen yang memanfaatkan momentum Hari Gerakan Menanam Sejuta Pohon untuk kegiatan edukatif di sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif sebagai bentuk kolaborasi, edukasi, dan dukungan nyata terhadap sekolah.
Sementara itu, Dr Sri Gusty menjelaskan bahwa para dosen yang terlibat awalnya merupakan komunitas penulis buku. Namun, mereka menyadari bahwa peran dosen tidak hanya terbatas pada aktivitas menulis dan mengajar, melainkan juga memiliki kewajiban melakukan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi kita semua tentang pentingnya menanam pohon bagi lingkungan dan kehidupan. Dengan menanam pohon, kita ikut berkontribusi memperbaiki kualitas udara,” ujarnya. (*)


















