Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Universitas Terbuka Bebaskan UKT 2.020 Mahasiswa Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

×

Universitas Terbuka Bebaskan UKT 2.020 Mahasiswa Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Jakarta. Bencana hidrometeorologi akibat perubahan cuaca dan iklim ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak luas, tidak hanya pada kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Curah hujan tinggi yang memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor telah melumpuhkan aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Pascabencana, banyak keluarga mengalami tekanan ekonomi serius, sehingga sektor pendidikan menjadi salah satu yang paling rentan terdampak. Kondisi ini berpotensi menyebabkan mahasiswa mengalami penundaan hingga risiko putus studi.

Example 300x600

Menyikapi situasi tersebut, Universitas Terbuka (UT) menegaskan komitmennya untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga bagi mahasiswa terdampak bencana melalui kebijakan afirmatif dan aksi kemanusiaan berkelanjutan.

Melalui program UT Peduli, Universitas Terbuka memandang pendidikan sebagai bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah pemberian pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak langsung bencana hidrometeorologi.

Kebijakan strategis ini ditetapkan oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dan diberlakukan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Bantuan diberikan dalam bentuk beasiswa pembebasan UKT selama satu hingga dua semester, disesuaikan dengan tingkat dampak bencana yang dialami mahasiswa.

“Bencana alam tidak boleh menjadi alasan terhentinya pendidikan. Universitas Terbuka hadir untuk memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi meskipun berada dalam situasi sulit,” ujar Prof. Ali Muktiyanto.

Ia menegaskan, kebijakan pembebasan UKT tersebut merupakan wujud empati, kepedulian, serta tanggung jawab moral dan institusional UT agar mahasiswa tidak kehilangan masa depan akibat bencana.

Sebanyak 2.020 mahasiswa tercatat menerima manfaat dari kebijakan pembebasan UKT ini. UT berharap langkah tersebut dapat meringankan beban ekonomi mahasiswa dan keluarganya, sekaligus menekan angka putus studi di tengah krisis pascabencana.

Selain kebijakan akademik, Universitas Terbuka juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program UT Peduli kepada mahasiswa dan masyarakat di berbagai wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kota Medan.

Bantuan tersebut diperkuat dengan pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang difokuskan pada pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana. Dalam pelaksanaannya, UT Daerah aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 10 Pengurangan Ketimpangan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Di tengah bencana yang menguji ketahanan berbagai pihak, Universitas Terbuka menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang hadir, peduli, dan bertanggung jawab, memastikan pendidikan tetap menjadi cahaya harapan bagi mahasiswa dan masyarakat terdampak.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *