BERITASEMBILAN.Com-Soppeng Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng menargetkan penerimaan 500 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Target tersebut didukung oleh tujuh program studi andalan yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan terus diminati masyarakat.
Rektor UNIPOL Soppeng, Dr Hj Andi Adawiyah, SE, MM, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir terdapat tiga program studi yang konsisten menjadi favorit calon mahasiswa, yakni S1 Manajemen, S1 Teknik Informatika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
“Pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025, S1 Manajemen dan S1 Teknik Informatika menjadi program studi dengan peminat terbanyak dan menjadi daya tarik utama calon mahasiswa,” ujar Andi Adawiyah, Selasa 12 Januari 2026.
Untuk mencapai target tersebut, UNIPOL memaksimalkan strategi promosi melalui media sosial, media massa, serta sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah tingkat SLTA di Kabupaten Soppeng dan daerah sekitarnya.
Selain promosi, civitas akademika UNIPOL juga aktif terjun ke masyarakat melalui kegiatan pengabdian, berbagi pengetahuan dan keterampilan dosen serta mahasiswa, hingga menggelar berbagai event publik. Di antaranya UNIPOL Run 2025, serta lomba olahraga dan seni bagi pelajar di wilayah Soppeng dan sekitarnya.
Menurut Andi Adawiyah, tingginya minat terhadap program studi unggulan UNIPOL mencerminkan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang ekonomi, bisnis, dan teknologi digital.
Saat ini, UNIPOL Soppeng mengelola tujuh program studi, yakni S2 Manajemen, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Sipil, S1 Sistem Informasi, dan D3 Akuntansi.
Rektor UNIPOL juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tren pertumbuhan jumlah pendaftar, kata dia, menjadi indikator bahwa UNIPOL semakin diminati sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, berpikir kritis, adaptif, dan mampu menjadi agen perubahan,” tegasnya.
Pengukuhan mahasiswa baru nantinya ditandai dengan pemakaian jas almamater sebagai simbol penerimaan resmi ke dalam keluarga besar UNIPOL, sekaligus peneguhan komitmen kampus dalam mencetak lulusan unggul dan berdaya saing.
Perluas Jejaring Internasional
Selain fokus pada penerimaan mahasiswa baru, UNIPOL juga terus memperluas jejaring akademik internasional. Sejumlah kerja sama strategis telah dijalin, di antaranya dengan Khon Kaen University, Thailand, melalui program pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, serta publikasi internasional bereputasi.
UNIPOL juga bekerja sama dengan Asia Pacific Society for Public Affairs (APSPA) di Bangkok dalam penyelenggaraan International Conference on Public Organization (ICONPO XIV 2025), serta melakukan benchmarking dengan University of New England (UNE), Australia.
“Kerja sama internasional ini merupakan bagian dari visi UNIPOL sebagai kampus Unggul, Profesional, Entrepreneurship, dan Global,” kata Andi Adawiyah.
Perkuat Kemitraan Nasional
Di tingkat nasional, UNIPOL aktif membangun kemitraan strategis. Pada Konferensi Puncak Perguruan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025), UNIPOL menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang disaksikan langsung oleh Dirjen Dikti.
Kerja sama tersebut membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga inovasi teknologi.
Tak berhenti di situ, UNIPOL juga meneken MoU dan MoA dengan sejumlah perguruan tinggi pada kegiatan APTISI Pusat di TMII, Jakarta, serta melakukan benchmarking internasional ke MAHSA University, Malaysia.
Berdiri sejak 2021, UNIPOL menargetkan diri menjadi kampus berorientasi global pada 2031. Berbagai kerja sama nasional dan internasional sepanjang 2025 semakin mengukuhkan posisi UNIPOL sebagai perguruan tinggi yang kian diperhitungkan di tingkat nasional maupun global.***


















