BERITASEMBILAN.Com-Pangkep. Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional yang digelar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Kegiatan PKM ini dilaksanakan di sejumlah kecamatan dan kelurahan, salah satunya di Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasate’ne, dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Inovasi dan Pendampingan Berbasis Potensi Lokal.”
Sebanyak 18 dosen dari berbagai perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan terlibat dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari STIE AMKOP Makassar, Universitas Muslim Maros, STIE Indonesia Makassar, STIM Lasharan Jaya, Universitas Cokroaminoto Makassar, serta Institut Teknologi Pertanian (ITP) Takalar.
Kegiatan PKM secara resmi dibuka oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bonto Langkasa. Pada sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kelurahan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal desa.
“Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan agar masyarakat desa lebih adaptif terhadap perubahan, khususnya dalam pengembangan usaha perikanan dan UMKM berbasis digital,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta, yang terdiri dari pelaku usaha perikanan dan olahan tambak, pengelola koperasi, pelaku UMKM, serta pemuda desa. Tim dosen memberikan pendampingan intensif melalui sosialisasi dan pelatihan yang menyasar lima bidang strategis.
Kelima fokus utama tersebut meliputi pengembangan kewirausahaan berbasis transformasi digital, pelatihan branding digital produk bandeng fillet dan udang windu, penguatan manajemen keuangan Koperasi Merah Putih Kecamatan Pangkajene, pencatatan keuangan digital bagi UMKM, serta penguatan kewirausahaan menuju kemandirian ekonomi desa.
Salah satu sesi yang paling diminati peserta adalah pelatihan branding digital. Para pelaku UMKM dilatih menggunakan aplikasi desain daring seperti Canva untuk membuat konten promosi produk yang menarik dan profesional.
Peserta diajarkan menyusun desain visual produk dengan menampilkan foto, harga, nama usaha, serta kontak pemesanan. Hasil desain tersebut dapat langsung digunakan untuk promosi melalui WhatsApp, Facebook, dan media sosial lainnya.
“Sekarang produk bandeng fillet dan udang windu kami terlihat lebih menarik dan siap dipasarkan secara digital,” ungkap salah satu peserta UMKM.
Selain pelatihan, suasana kegiatan PKM juga berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tim dosen menyelipkan kuis interaktif bagi warga, sehingga peserta tampak antusias dan aktif mengikuti setiap sesi.
Melalui kegiatan ini, ADPERTISI menegaskan perannya dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat desa. Pendekatan terintegrasi antara kewirausahaan, teknologi digital, dan pengelolaan keuangan dinilai mampu mendorong UMKM desa naik kelas.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah kelurahan bersama tim pengabdi sepakat membuka ruang komunikasi berkelanjutan, termasuk pendampingan lanjutan terkait branding digital dan pencatatan keuangan bagi pelaku UMKM di Kelurahan Bonto Langkasa.***


















