BERITASEMBILAN.Com-Bulukumba. Sekolah Tinggi Agama Islam Imam Bukhori Bulukumba (STAI Imam Bukhori Bulukumba) terus menunjukkan eksistensi sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang berkembang di selatan Sulawesi Selatan.
Seperti dikutip dari laman resmi kampus, Selasa (3/3/2026), STAI Imam Bukhori Bulukumba didirikan oleh La Ode Hardiman, S.Pd., M.M., seorang aktivis yang aktif pada era reformasi 1996–2000. Berbekal semangat pengabdian dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda, khususnya di Kabupaten Bulukumba, ia berinisiatif mendirikan lembaga pendidikan tinggi yang diharapkan mampu berkontribusi dalam menjawab persoalan lokal dan nasional, terutama di bidang pendidikan dan keguruan.
Latar belakang berdirinya kampus ini tidak lepas dari keprihatinan terhadap maraknya krisis moral serta masih banyaknya keluarga kurang mampu yang kesulitan melanjutkan pendidikan anak-anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Kehadiran STAI Imam Bukhori Bulukumba diharapkan menjadi solusi alternatif yang terjangkau dan berkualitas.
Tak hanya itu, sejak awal pendiriannya, kampus ini dicita-citakan menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional dengan Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar perkuliahan. Harapannya, mahasiswa mampu memahami, menguasai, dan mengembangkan ilmu-ilmu Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Resmi Beroperasi Sejak 2019
STAI Imam Bukhori Bulukumba mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan membuka dua program studi strata satu (S1), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Operasional kampus ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 286 Tahun 2019 tertanggal 22 Mei 2019.
Pada masa awal operasionalnya, kegiatan perkuliahan masih menggunakan gedung sewa di wilayah Kabupaten Bulukumba, yakni eks gedung SMK Phinisi Bulukumba dan eks SMP PGRI Bulukumba. Hal ini dilakukan sambil menunggu proses pembangunan kampus utama yang berlokasi di Jalan M. Noer Borongpaoe, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.
Periodesasi kepemimpinan di STAI Imam Bukhori Bulukumba berlaku lima tahun setiap periode. Ketua pertama dijabat langsung oleh pendirinya, La Ode Hardiman, S.Pd., M.M., untuk periode 2019–2024.
Transformasi Nama dan Perjuangan Perizinan
Sebelum bernama STAI Imam Bukhori Bulukumba, lembaga ini sempat dirintis dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Irsyad Bulukumba. Usulan izin pendirian telah diajukan sejak 2010 ke Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Namun, selama kurang lebih tujuh tahun, tidak ada kepastian terkait proses tersebut.
Pada 2017, pihak pengelola memutuskan untuk mengalihkan pengajuan ke Kementerian Agama Republik Indonesia. Upaya tersebut membuahkan hasil pada 2019 dengan terbitnya izin resmi pendirian dari Menteri Agama RI.
Kiprah dan Inovasi Kampus
Kini, STAI Imam Bukhori Bulukumba mulai mendapat perhatian masyarakat, tidak hanya dari Bulukumba tetapi juga dari daerah sekitar seperti Selayar, Sinjai, dan Bantaeng.
Berbagai inovasi dan program unggulan dijalankan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Program tersebut antara lain Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengajaran Lapangan (PPL), Program Tahfidz Al-Qur’an, Program Bahasa Arab (I’dad Lughawi), kajian Islam rutin, seminar, hingga pelatihan. Kegiatan ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Pihak kampus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Papua, dan Maluku, para dosen, serta seluruh masyarakat Kabupaten Bulukumba atas dukungan moril maupun materil terhadap perkembangan institusi ini.
Visi 2044: Menjadi yang Terbaik di Indonesia
Dalam arah pengembangannya, STAI Imam Bukhori Bulukumba menetapkan visi besar: pada tahun 2044 menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang menghasilkan guru dan pengelola pendidikan yang profesional, jujur, dan amanah.
Adapun misinya meliputi standarisasi riset dan pengabdian kepada masyarakat berbasis keislaman, standarisasi proses pembelajaran yang terintegrasi dengan luaran riset dan PKM, pengelolaan kelembagaan berbasis tata kelola profesional dan standar mutu, serta menghasilkan lulusan sesuai profil dan capaian pembelajaran lulusan (CPL).
Sementara itu, tujuan institusi diarahkan pada tercapainya mutu pembelajaran terintegrasi berbasis PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), tata kelola berbasis Good University Governance (GUG), serta lulusan yang menguasai beragam kompetensi sesuai profil yang ditetapkan.
Dengan perjalanan yang dimulai dari gedung sewa hingga pembangunan kampus permanen, STAI Imam Bukhori Bulukumba menapaki langkah konsisten sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang terus berbenah dan berorientasi pada mutu serta pengabdian kepada masyarakat. ***


















