BERITASEMBILAN.Com-Bone. Cricket kembali dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel 2026 di Kabupaten Bone. Ketua Harian Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Sulawesi Selatan, Drs. Rukhuddin, M.Pd., menyebut olahraga ini sudah dikenal di Indonesia sejak masa kolonial Belanda dan kini telah mencatat prestasi di tingkat Asia Tenggara.
Rukhuddin menyampaikan hal itu didampingi Ketua Tim Delegasi Teknis Cricket Porprov Sulsel 2026, Rahyuddin SS, S.Pd., M.Pd., Ph.D., kepada media di Taccipi, Kabupaten Bone, Ahad (8/11/2026). Menurutnya, cricket belum sepopuler sejumlah cabang olahraga lain di Indonesia. Namun, tim nasional Indonesia pernah meraih peringkat ketiga pada nomor Twenty20 di SEA Games 2017 di Malaysia.
Jejak permainan cricket di Indonesia, kata Rukhuddin, dapat ditelusuri hingga dekade 1880-an. Salah satu catatan menyebut pertandingan Klub Cricket Batavia sempat tertunda akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Lapangan Ikada, yang kini menjadi bagian dari kawasan Monumen Nasional di Jakarta, juga disebut sebagai salah satu tempat kriket dimainkan pada masa awal perkembangannya.
Pengembangan cricket mulai lebih terorganisasi dengan berdirinya Yayasan Cricket Indonesia pada 2000. Setahun kemudian, Indonesia diterima sebagai anggota afiliasi International Cricket Council (ICC) di kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Pada 2002, tim nasional Indonesia menjalani debut di turnamen ICC Asia Timur dan Pasifik di Perth, Australia. Yayasan Cricket Indonesia kemudian berganti nama menjadi Persatuan Cricket Indonesia pada 2011 dan diterima sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Cricket sempat absen dari Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah di Jakarta dan Palembang. Di tingkat daerah, cabang ini kini untuk kedua kalinya dipertandingkan di Porprov Sulsel. Pada edisi 2026, tujuh kabupaten bersaing di Bone dengan 30 medali yang disiapkan panitia. ***


















