BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Manggala menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Makassar dalam menyelenggarakan pelatihan budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik.
Pelatihan berlangsung selama 20 hari, mulai 7 hingga 26 Oktober 2026, di Desa Jenemadingin, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program pengembangan keterampilan generasi muda yang dilaksanakan PC IPM Manggala melalui kolaborasi dengan lembaga pemerintah.
Ketua Umum PC IPM Manggala, Muh. Zul Fahmi, membuka secara resmi kegiatan pelatihan pada 7 Oktober 2026.
Pelatihan ini diarahkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada peserta mengenai teknik budidaya sayuran dengan sistem hidroponik.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki kemampuan mengembangkan kegiatan pertanian produktif, termasuk memanfaatkan lahan terbatas di sekitar tempat tinggal, kata mahasiswa Manajemen UNM ini.
Libatkan Senior IPM sebagai Instruktur
Pelatihan menghadirkan Muhammad Thahir sebagai instruktur.
Muhammad Thahir merupakan senior IPM Manggala yang saat ini menjabat Kepala Dusun Bangkala, Desa Jenemadingin, Kecamatan Pattallassang, Gowa.
Kegiatan pelatihan juga dipusatkan di kediamannya.
Keterlibatan Muhammad Thahir menjadi salah satu bentuk kontribusi kader senior dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda melalui kegiatan organisasi.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip dasar hidroponik, kebutuhan pertumbuhan tanaman, penggunaan air dan nutrisi, serta tahapan budidaya sayuran.
Tidak hanya menerima materi secara teori, peserta juga mengikuti praktik langsung untuk memahami proses penanaman dan pemeliharaan tanaman menggunakan sistem hidroponik.
Metode pembelajaran tersebut diharapkan memudahkan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Hidroponik Jadi Alternatif Usaha Produktif
Budidaya hidroponik merupakan metode menanam tanpa menggunakan tanah sebagai media utama.
Tanaman memperoleh kebutuhan nutrisi melalui air yang telah dicampur dengan larutan nutrisi sesuai kebutuhan pertumbuhannya.
Sistem tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan pertanian, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan.
Dengan pengelolaan yang tepat, hidroponik memungkinkan pemanfaatan pekarangan rumah maupun ruang terbatas untuk menghasilkan sayuran.
Bagi peserta pelatihan, keterampilan tersebut tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan usaha.
Penguasaan teknologi budidaya sayuran dinilai semakin relevan di tengah perkembangan sektor pertanian dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap keterampilan produktif.
Karena itu, PC IPM Manggala menjadikan pelatihan hidroponik sebagai salah satu upaya memperluas kesempatan belajar generasi muda di luar pendidikan formal.
IPM Manggala Perluas Gerakan Pemberdayaan
Kerja sama PC IPM Manggala dengan Kemenaker Makassar menunjukkan upaya organisasi pelajar Muhammadiyah tersebut dalam membangun kolaborasi untuk pengembangan keterampilan.
Selama ini, IPM dikenal sebagai organisasi yang bergerak dalam pembinaan keislaman, intelektual, kepemimpinan, dan pengembangan karakter pelajar.
Melalui pelatihan hidroponik, ruang pembinaan tersebut diperluas pada penguasaan keterampilan praktis yang dapat memberikan manfaat ekonomi.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kader dan generasi muda agar tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan potensi diri.
Keterampilan budidaya sayuran diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memulai kegiatan produktif secara mandiri maupun berkelompok.
Selain itu, pelatihan tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal penerapan teknologi pertanian yang dapat dikembangkan sesuai kondisi lingkungan masing-masing.
Usung Semangat IPM Manggala Berdampak
Pelaksanaan pelatihan hidroponik ini merupakan bagian dari semangat gerakan PC IPM Manggala bertajuk “Resonansi Gerakan: IPM Manggala Berdampak.”
Melalui semangat tersebut, organisasi berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan internal, tetapi juga memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Kolaborasi dengan Kemenaker Makassar menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses generasi muda terhadap pelatihan keterampilan.
PC IPM Manggala berharap pengetahuan yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan dapat terus dikembangkan setelah program berakhir.
Peserta juga diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan hidroponik untuk kegiatan produktif di lingkungan tempat tinggalnya.
Dengan demikian, pelatihan yang telah berlangsung selama hampir tiga pekan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi awal pengembangan usaha pertanian skala rumah tangga.
Program ini sekaligus memperlihatkan upaya PC IPM Manggala menjadikan organisasi pelajar sebagai ruang pembelajaran, pemberdayaan, dan pengembangan keterampilan generasi muda.
Melalui kolaborasi lintas lembaga, PC IPM Manggala berharap gerakan pelajar Muhammadiyah semakin mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan kompetensi dan kemandirian ekonomi generasi muda.***


















