BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Prestasi akademik membanggakan kembali ditorehkan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab yang dikelola Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) resmi terindeks Scopus, salah satu basis data jurnal ilmiah bereputasi internasional.
Capaian ini menjadi tonggak sejarah penting, karena Mazahibuna tercatat sebagai jurnal pertama di UIN Alauddin Makassar yang berhasil menembus indeksasi global Scopus. Bahkan, jurnal ini menjadi yang pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Timur yang meraih pengakuan tersebut.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D, kepada media awal Januari 2026 menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian prestisius tersebut. Menurutnya, terindeksnya Mazahibuna di Scopus merupakan bukti nyata peningkatan kualitas riset dan tata kelola jurnal ilmiah di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
“Terindeksnya Jurnal Mazahibuna di Scopus adalah capaian strategis yang patut disyukuri. Ini menandakan bahwa publikasi ilmiah di UIN Alauddin Makassar telah memenuhi standar akademik internasional,” ujar Prof. Hamdan.
Ia berharap capaian ini menjadi pemicu semangat bagi pengelola jurnal lainnya untuk terus meningkatkan kualitas substansi keilmuan, konsistensi penerbitan, serta profesionalisme pengelolaan jurnal.
“Kita tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam era kemajuan ini, tetapi harus memiliki kedaulatan sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. KH. Abd Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A, menegaskan bahwa proses menuju indeksasi Scopus merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kerja kolektif, dan konsistensi dalam menjaga mutu akademik.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh unsur fakultas, mulai dari pimpinan, pengelola jurnal, hingga para penulis dan reviewer.
Dari sisi pengelolaan, Mazahibuna dipimpin oleh Dr. Abdul Syatar sebagai Editor-in-Chief. Dosen UIN Alauddin Makassar ini dikenal aktif dalam publikasi ilmiah internasional dan tercatat memiliki Scopus ID: 57219255231. Di bawah kepemimpinannya, Mazahibuna terus memperkuat kualitas substansi artikel, proses peer review yang ketat, serta tata kelola jurnal sesuai standar internasional.
“Indeksasi Scopus ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga kualitas, integritas akademik, dan relevansi keilmuan Jurnal Mazahibuna di tingkat global,” ungkap Dr. Abdul Syatar.


















