MAKASSAR. Wakil Ketua PCM Manggala Makassar, H. Amin, menegaskan pentingnya peran kader muda Muhammadiyah dalam mengembangkan sektor bisnis berbasis teknologi di era global saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pembinaan kader muda Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Manggala, Senin (4/5/2026).
Pada kegiatan tersebut, H. Amin menekankan bahwa kader muda Muhammadiyah memiliki potensi besar sebagai agen perubahan ekonomi. Menurutnya, semangat berkemajuan yang dimiliki kader harus diarahkan tidak hanya untuk meraih keuntungan, tetapi juga memberi dampak positif bagi umat.
“Kader muda Muhammadiyah harus tampil sebagai penggerak ekonomi kreatif, pelopor bisnis berbasis syariah, serta inovator dalam pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di era IT global, strategi bisnis harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Digitalisasi usaha menjadi kunci utama, di mana pelaku bisnis dituntut mampu memanfaatkan berbagai platform seperti marketplace, media sosial, hingga website untuk memperluas jangkauan pasar.
Selain itu, kader juga didorong untuk membangun personal branding dan memperluas jaringan (networking). Hal ini dinilai penting dalam meningkatkan kepercayaan serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Inovasi produk dan jasa juga menjadi faktor penting. Produk harus memiliki nilai tambah, unik, dan sesuai dengan kebutuhan pasar modern,” tambahnya.
- Amin juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data dan teknologi dalam pengembangan bisnis. Analisis data konsumen, menurutnya, dapat membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan yang lebih tepat dan strategis.
Tak kalah penting, ia menekankan perlunya membangun kolaborasi dan ekosistem bisnis antar kader maupun dengan pihak eksternal guna memperkuat daya saing.
Dalam pemaparannya, H. Amin mengingatkan bahwa kader muda Muhammadiyah harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam menjalankan usaha. Nilai-nilai seperti kejujuran (shiddiq), amanah, profesionalisme (itqan), dan keadilan harus menjadi landasan utama.
“Bisnis bukan hanya soal profit, tetapi juga keberkahan dan dampak sosial bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia pun menyimpulkan bahwa peluang kader muda Muhammadiyah dalam dunia bisnis sangat besar jika didukung dengan strategi yang tepat, seperti digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi.
Sebagai saran, ia mendorong kader muda untuk terus meningkatkan literasi digital dan kewirausahaan. Di sisi lain, organisasi Muhammadiyah diharapkan dapat memberikan dukungan melalui pelatihan serta program inkubasi bisnis.
“Sinergi antara nilai agama dan teknologi menjadi kunci dalam menciptakan pelaku usaha yang kuat dan berdaya saing global,” tutupnya. ***


















