BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 dari Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) berhasil membuka peluang ekonomi baru bagi warga Desa Kalotok, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), dengan mengolah batok kelapa menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi.
Selama satu bulan pelaksanaan KKN, Januari–Februari 2026, satu tim mahasiswa UKIP ditempatkan di Desa Kalotok untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Batok Kelapa Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Sekretaris KKN Tematik UKIP 2026 Desa Kalotok, Balissa Martin, menjelaskan bahwa program kerajinan batok kelapa berangkat dari pengamatan terhadap potensi lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Selama ini batok kelapa hanya dibuang dan tidak memiliki nilai ekonomis. Kami melihat ini sebagai peluang untuk memberi nilai tambah dengan mengolahnya menjadi produk kerajinan bernilai seni dan ekonomi,” ujarnya.
Batok kelapa yang sebelumnya dianggap limbah kini diolah menjadi berbagai produk pajangan ruang tamu dan perlengkapan rumah tangga dengan sentuhan kreativitas mahasiswa.
Selain kerajinan batok kelapa, mahasiswa juga merealisasikan program pembuatan minyak kelapa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta memperkuat ekonomi keluarga berbasis potensi desa.
Tak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, mahasiswa KKN juga melaksanakan program sosial seperti gotong royong bersama warga serta mengajar anak-anak membaca dan berhitung.
Hasil karya mahasiswa KKN Tematik UKIP yang tersebar di Luwu Utara dipamerkan di Aula Gedung Lilin UKIP Makassar dan dibuka secara resmi oleh Rektor UKIP, Prof Dr Agus Salim, SH, MH.
Melalui program ini, UKIP berharap sinergi antara kampus dan masyarakat desa dapat terus berlanjut, sekaligus mendorong lahirnya desa mandiri berbasis potensi lokal dan kearifan adat yang tetap terjaga.
Profil dan Latar Belakang Desa Kalotok
Desa Kalotok merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Secara geografis, desa ini berbatasan di timur dengan Desa Batu Alang, di selatan dengan Desa Pompaniki, serta di barat dengan Desa Tandung dan Desa Pararra.
Jarak Desa Kalotok ke ibu kota Kabupaten Luwu Utara, Masamba, sekitar 31 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit perjalanan darat.
Secara administratif, Desa Kalotok terdiri dari tujuh dusun, yakni Dusun Kalotok I, Dusun Kalotok II, Dusun Lagego, Dusun Pelendongan, Dusun Pasolokan, Dusun Sambero, dan Dusun Tonangka.
Desa ini memiliki jumlah penduduk 2.362 jiwa yang tersebar dalam 504 kepala keluarga (KK), dengan luas wilayah sekitar 4.500 hektare. Kondisi geografisnya cukup beragam, mulai dari kawasan rawa, dataran rendah, hingga wilayah perbukitan dan pegunungan. Sebagian wilayahnya masih didominasi kawasan hutan, termasuk hutan lindung dan hutan produksi.
Mayoritas penduduk Desa Kalotok menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Komoditas utama yang diusahakan antara lain padi, kelapa, kakao, dan tanaman hortikultura. Selain itu, sebagai sumber penghasilan tambahan, warga juga mengembangkan usaha peternakan sapi, kerbau, dan ayam.
Sistem peternakan di desa ini masih dijalankan secara tradisional. Ternak umumnya tidak dikandangkan, melainkan dilepas di kawasan hutan, kebun, maupun pekarangan warga.
Selain dikenal sebagai desa agraris, Kalotok juga merupakan wilayah adat yang masih memegang kuat nilai-nilai kearifan lokal dan tradisi leluhur. Struktur sosial masyarakatnya masih menjunjung tinggi musyawarah, gotong royong, serta kepemimpinan adat dalam berbagai aspek kehidupan sosial.
Potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya pohon kelapa yang tumbuh subur di hampir seluruh wilayah desa, menjadi salah satu latar belakang lahirnya program inovatif mahasiswa KKN UKIP.
Adapun mahasiswa yang ditempatkan di Desa Kalotok yakni Dony Tangke Allo (Teknik Elektro), Gerard Abdi Pattinama (Teknik Mesin), Ferriyanto Buranda (Teknik Mesin), Wilsan (Teknik Sipil), Cliford Sente Pala’langan (Teknik Sipil), Hari Patabang (Teknik Sipil), Balissa Martin (Teknik Kimia), dan Lina Lobo Tanapa (Teknik Informatika).
Melalui program KKN Tematik ini, UKIP berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dapat terus berlanjut serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.


















