BERITASEMBILAN.Com-Makassar — Jadwal pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 resmi mengalami perubahan. Semula dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026, pemilihan rektor kini diundur menjadi Rabu, 14 Januari 2026.
Perubahan jadwal tersebut merupakan hasil koordinasi lanjutan antara Majelis Wali Amanat (MWA), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta panitia pemilihan, menyusul perbedaan ketersediaan waktu sejumlah anggota MWA, khususnya dari unsur eksternal.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menjelaskan bahwa sejak awal tahapan pemilihan rektor oleh MWA memang dirancang bersifat tentatif karena melibatkan pihak-pihak dengan agenda nasional yang padat.
“Pemilihan oleh MWA sejak awal dirancang fleksibel karena melibatkan unsur eksternal. Sinkronisasi jadwal menjadi penting agar seluruh pemilik suara dapat hadir,” ujar Ishaq saat ditemui di lantai 1 Gedung Rektorat Unhas, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Kamis 8 Januari 2026.
Ia menambahkan, anggota MWA Unhas dari unsur ex-officio terdiri atas Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unhas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian.
Sementara itu, unsur masyarakat dalam MWA di antaranya Tony Wenas (CEO Freeport Indonesia), Arsyad Rasjid (pengusaha nasional), dan Prof. Sangkot Marzuki (ilmuwan).
Meski jadwal pelaksanaan berubah, lokasi pemilihan rektor tetap digelar di Kampus Unhas Jakarta, Petojo. Lokasi tersebut dipilih untuk memudahkan kehadiran anggota MWA dari unsur eksternal yang berdomisili dan beraktivitas di Jakarta.
Adapun anggota MWA yang berasal dari Makassar akan difasilitasi keberangkatannya oleh panitia pemilihan.
Pemilihan rektor akan dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Luar Biasa MWA, yang dijadwalkan berlangsung satu hari penuh dan disiarkan secara langsung melalui Unhas TV. Agenda diawali dengan pemaparan visi dan misi oleh tiga calon rektor, yakni:
- dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.MedEd
- Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.
- Dr. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., M.M., M.Sos.I., M.A.
Setelah sesi tanya jawab yang dipandu moderator, MWA akan menggelar rapat tertutup untuk menetapkan rektor terpilih melalui mekanisme musyawarah mufakat atau pemungutan suara.
Seluruh rangkaian proses pemilihan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan baru bagi Universitas Hasanuddin periode 2026–2030. (*)


















