BERITASEMBILAN.Com-Wajo. Konferensi Kerja Cabang I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) CabangTempe Wajo Tahun 2026 digelar di Gedung PGRI Wajo, Kota Sengkang, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini dihadiri utusan ranting-ranting PGRI se-Cabang Tempe.
Konferensi kerja tersebut dibuka oleh Kepala Wilayah Kecamatan Tempe, Wajo, Aldi Muliadi, S.STP. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Aldi Muliadi, S.STP mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kedekatan emosional dengan profesi guru. Ia menyebut dirinya dibesarkan oleh seorang guru sehingga memiliki penghormatan tinggi terhadap profesi pendidik.
“Ke depan pemerintah kecamatan Tempe akan terus membangun kolaborasi dan kerja sama dengan PGRI Cabang Tempe dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Tempe, H. Marzuki Shahab, S.Pd., M.Si, menekankan pentingnya menjaga marwah dan kehormatan profesi guru. Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota PGRI terus meningkatkan profesionalisme.
“Anggota PGRI harus menjaga marwah dan kehormatan profesi serta terus meningkatkan profesionalisme guru,” tegas H. Marzuki Shahab, S.Pd., M.Si.
Ia juga menekankan bahwa konferensi kerja harus menghasilkan program nyata yang dapat dijalankan secara berkelanjutan dalam satu tahun ke depan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kapolsek Tempe Iptu Irwan Taufik, Ketua LKBH PGRI Wajo, serta jajaran pengurus PGRI Kabupaten Wajo, termasuk Ketua, Wakil Ketua I, II, III, Sekretaris, Wakil Bendahara, serta koordinator bidang advokasi, organisasi dan kaderisasi, serta pemberdayaan perempuan.
Pada forum tersebut, peserta Konferensi Kerja Cabang I PGRI Tempe menyepakati sejumlah program kerja untuk satu tahun ke depan yang terbagi dalam tiga komisi.
Pada Komisi A Bidang Organisasi dan Kaderisasi, program difokuskan pada penguatan konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting dan satuan pendidikan, peningkatan disiplin administrasi melalui SIK dan ASIK, serta kaderisasi berkelanjutan melalui pelatihan kepemimpinan dan penguatan ideologi PGRI.
Selain itu, Komisi A juga menekankan optimalisasi peran pengurus dalam pelayanan anggota, peningkatan solidaritas, serta pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial dalam pengelolaan organisasi. Penguatan profesionalisme, perlindungan, dan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian utama.
Sementara itu, Komisi B Bidang Program Kerja menitikberatkan pada penyusunan program yang selaras dengan visi misi PGRI dan kebutuhan guru, peningkatan kompetensi melalui komunitas belajar, serta penguatan program perlindungan profesi dan advokasi anggota.
Komisi B juga mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi profesi lainnya, serta pengembangan kegiatan sosial, olahraga, seni, dan budaya guna mempererat solidaritas anggota. Selain itu, publikasi prestasi guru dan praktik baik pendidikan juga menjadi perhatian.
Adapun Komisi C Bidang Keuangan menekankan pengelolaan keuangan organisasi yang transparan, akuntabel, dan tertib administrasi. Optimalisasi iuran anggota sesuai keputusan konferensi kerja menjadi sumber utama pendanaan organisasi.
Komisi ini juga mendorong penyusunan anggaran berbasis skala prioritas, pengembangan usaha organisasi yang sah dan produktif, serta pelaporan keuangan secara berkala kepada anggota. Efisiensi penggunaan anggaran dan penguatan pengawasan internal turut menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan PGRI.
Konferensi kerja ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi dan peningkatan peran PGRI Cabang Tempe dalam mendukung mutu pendidikan di Kabupaten Wajo. (ernawati umar).


















