BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Upaya memperkuat kedaulatan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara kembali mendapat sorotan serius dalam kegiatan Gelar Wicara Peran Guru dalam Mewujudkan Bahasa Negara yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan di W Three Style Hotel Makassar, Sabtu (29/11/2025).
Acara tersebut menghadirkan sejumlah pendidik, penggiat bahasa, dan perwakilan organisasi profesi, termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Selatan yang menjadi salah satu narasumber utama.
PGRI Sulsel diwakili oleh Sekretaris Umum I, Dr. H. Muliono Caco, M.M., M.Kes, yang memaparkan materi bertema “Peran Organisasi Profesi dalam Mewujudkan Kedaulatan Bahasa Negara.”
Kehadiran Muliono mendapat perhatian peserta karena ia dikenal sebagai figur pendidik yang konsisten mengawal isu-isu kebahasaan dan mutu pendidikan di tingkat provinsi.
Bahasa Negara: Identitas Nasional yang Harus Dijaga
Dalam paparannya, Muliono menegaskan bahwa bahasa negara bukan hanya medium komunikasi, tetapi juga elemen fundamental yang menyatukan bangsa. Ia menggarisbawahi peran strategis bahasa dalam pemerintahan, hukum, pendidikan, hingga sektor pelayanan publik.
“Bahasa Indonesia adalah simbol martabat bangsa. Menjaga kedaulatannya berarti menjaga identitas dan persatuan nasional,” tegasnya di hadapan peserta.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan maraknya penggunaan bahasa asing di ruang digital menuntut kerja lebih keras dari guru dan organisasi profesi agar penggunaan Bahasa Indonesia tetap terarah, bermartabat, dan sesuai kaidah.
Peran PGRI dan Organisasi Profesi dalam Menegakkan Kedaulatan Bahasa
Muliono Caco merinci lima peran utama yang dapat dilakukan organisasi profesi, khususnya PGRI, untuk memperkuat kedaulatan bahasa negara:
- Pengembangan Bahasa
Organisasi profesi, bersama tenaga pendidik, memiliki tanggung jawab mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama di sekolah. Konsistensi penggunaan bahasa pengajar yang baik akan meningkatkan kompetensi literasi siswa.
- Penerapan Bahasa
PGRI mendorong seluruh anggotanya, termasuk para guru, untuk menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam kegiatan formal dan informal. “Guru itu panutan. Bahasa yang dipakai guru akan ditiru siswa,” tutur Muliono.
- Pendidikan Bahasa
Peningkatan mutu pendidikan bahasa di sekolah dinilai sangat krusial. Muliono menekankan perlunya metode pengajaran yang lebih inovatif dan berorientasi pada kemampuan komunikasi siswa.
- Sosialisasi Bahasa
PGRI bersama Balai Bahasa Sulsel telah melakukan berbagai sosialisasi tentang pentingnya penggunaan bahasa negara yang baik, termasuk pelatihan ejaan, penulisan karya ilmiah, dan pembinaan komunitas literasi.
- Pengembangan Kurikulum
Muliono menegaskan perlunya keterlibatan organisasi profesi dalam pembaruan kurikulum bahasa. Kurikulum yang adaptif akan memperkuat penguasaan bahasa siswa, terlebih di era digital.
“Kedaulatan bahasa tidak lahir tiba-tiba. Ia dibangun melalui pendidikan, pembiasaan, dan kebijakan terstruktur. Di sinilah organisasi profesi memainkan peran penting,” ungkapnya.
Konteks Nasional: Bahasa Indonesia sebagai Simbol Kedaulatan
Dalam konteks nasional, peran guru dalam menjaga bahasa negara semakin penting. Pemerintah terus memperkuat posisi Bahasa Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta lagu kebangsaan.
Menurut Muliono, guru adalah aktor terdepan dalam implementasi regulasi tersebut. “Kedaulatan bahasa adalah kebijakan negara, tetapi pelaksanaannya berada di tangan guru,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PGRI siap berkolaborasi dengan Balai Bahasa dan Pemerintah Provinsi untuk memperkuat program-program kebahasaan di sekolah.
Profil Singkat Narasumber: Pengabdi Panjang di Dunia Pendidikan
Dr. H. Muliono Caco dikenal sebagai tokoh pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan kualitas guru di Sulawesi Selatan. Pria kelahiran Sengkang, 3 April 1964 ini telah lama berkecimpung dalam dunia organisasi profesi dan pendidikan tinggi.
Jabatan yang saat ini diembannya meliputi:
- Sekretaris Umum I PGRI Sulsel
- Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Sulsel
- Anggota BAN PDM Provinsi Sulsel
- Ketua APSI Sulawesi Selatan
- Dosen LB Pascasarjana UIT Makassar
- Dosen LB STIKES YAPMA Makassar
- Dosen LB UNIMERZ Makassar
Dengan rekam jejak tersebut, kehadirannya dalam gelar wicara ini dinilai memperkaya perspektif para peserta mengenai pentingnya menjaga tata bahasa dan kedaulatan bahasa negara.
PGRI Komitmen Kawal Kedaulatan Bahasa
Di akhir sesi, Muliono menegaskan kembali bahwa PGRI Sulsel akan terus mengawal upaya memperkuat penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara di seluruh lembaga pendidikan.
“Bahasa adalah jati diri bangsa. Guru adalah penjaga jati diri itu. Jika guru kuat, bahasa negara akan tetap berdaulat,” tandasnya.
Pada acara itu tampil selaku nara sumber, Dr. Syarifudin (Pemkot Makassar), Yeni Rahman M.Pd.(DPRD Sulsel), Muliono Caco (PGRI) , Moha Machsun, M.Ag (Ka. Balai Bahasa Sulsel) dengan moderator, Suharyanto.***


















